Assalamualaikum ww

What a nice message!

Setuju dengan  "Marilah kita membentuk satu generasi Islam yang menjadi 
peyumbang
utama, penentu dan pemilik saham yang besar ke atas kemakmuran,
kemajuan, keadilan dan kemantapan manusia sejagat"

Nah tinggal sekarang brain storming menentukan rumusan teknis-nya agar bisa 
langsung di aplikasikan

salaam 
abp
--- On Tue, 6/10/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Nyawa dan Gempa
To: "Sma" <[email protected]>, "Rantau" <[email protected]>
Date: Tuesday, 6 October, 2009, 4:04 AM

Nyawa dan Gempa
Oleh K Suheimi

Betapa mudahnya sebuah nyawa pergi ke ketiadaannya.
Ratusan bahkan ribuan nyawa melayang dalam waktu hitungan menit
Nyawa melayang dan pergi secara tiba-tiba dan tak diduga dengan cara yang 
menggenaskan dan tak wajar
Ribuan mayat masih tertimbun. Belum lagi habis air mata mengalir, kini air mata 
itu mengalir terus seakan tak mau berhenti.

Gempa tidak mematikan, tapi gedung itulah, bangunan itulah yang ndak tahan 
gempa, lalu roboh menimpa dan melanda yang patut dilandanya, terkurung dalam 
jebakan besi-besinya.

Manusia terperangah melihat hasil kerjanya. Menyaksikan korban yang jatuh ulah 
dan perangainya.


Semua ini menggambarkan bahwa nyawa manusia begitu mdah dan murah sekali. 

Firman Allah dalam surah Ar-Rum ayat 41:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan 
manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) 
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 30:41)

Kita merasa sedih, hampa, marah, benci dan jijik. Kita juga merasa takut dan 
bingung. Kita bertanya: Kenapakah ini semua terjadi? Apa kah yang salah 
siapakah yang salah? Di manakah keadilan, keihsanan dan keinsafan? Mengapakah 
manusia begini?.  Tidakkah mereka takut dengan balasan Allah? .  

Apa yang terjadi di sekeliling kita bukan terjadi begitu saja. Ada hikmah, ada 
iktibar, ada pengajarannya. 

Para analisis, pakar sejarah, akademik, psikologi maupun golongan agama melihat 
semua ini terjadi kerana faktor manusia. Kerana manusialah yang membuat 
keputusan. Dan selagi manusia bernama manusia, mempunyai akal, ego, harga diri, 
maruah dan perasaan, maka tindak tanduk dan keputusan yang boleh menjejas dan 
mewarnai dunia kita hari ini. 

Mereka yang berkuasa melakukan sesuatu sesuka hati mereka. misalnya, jika 
sesebuah negara mempunyai pemimpin yang angkuh, bongkak, bengis, tamak dan 
mementingkan kuasanya semata-mata.

Nabi Muhammad saw begitu berhati-hati membentuk dan memupuk jiwa para sahabat 
yang bakal mewarisi legasi (legacy) kepimpinan beliau. Junjungan kita amat 
menekankan nilai-nilai, akhlak, adab dan intelektual setiap pemimpin di bawah 
pimpinannya. Sabda Baginda s.a.w:

Artinya: "Setiap pembesar yang mengendalikan urusan sepuluh orang keatas, 
melainkan dibawa pada hari Kiamat, sedang kedua belah tangannya terbelenggu 
ketengkuk. Akan dibebaskan oleh keadilannya dicelakan oleh kezalimannya".

"‫‬ ‫‬ Hasilnya ialah barisan pemimpin yang kental jiwa dan pribadi, mantap, 
adil dan bersifat penuh insan dan ihsan. Sampai hari ini mereka meninggalkan 
legasi yang sukar dicari ganti. Kita rindu akan pemimpin budiman seperti 
Saidina Abu Bakar As Sidek, pemimpin berani dan panglima besar Saidina Umar Ibn 
Khatab, pemimpin inteletual Saidina Osman bin Affan, pemimpin penegak keadilan 
Saidina Ali bin Abi Talib, panglima gagah Khalid Ibu Walid, pejuang yang tidak 
tahu erti kalah Bilal ibnu....dan ramai lagi yang terakam dalam sejarah 
keemasan Islam lebih 1,400 tahun lalu.

Bayangkan jika watak-watak pemimpin ini berada pada hari ini. Mungkin wajah 
Islam turut berubah. 

Marilah kita sama-sama berusaha mengembalikan kegemilangan Islam dan 
kepimpinannya. Masa untuk mengeluh, sedih dan membiarkan sesuatu itu terjadi 
tanpa kita membuat sesuatu untuk membaikinya, sudah berlalu.

Setiap berpotensi untuk menjadi Abu Bakar, Umar, Osman dan Ali serta menjadi 
contoh kepada masyarakat lain. Adalah tanggungjawab kita untuk menunjukkan 
wajah Islam yang dinamik dan progresif tetapi tetap bersandarkan prinsip dan 
akidah Islam yang unversal.

Marilah kita membentuk satu generasi Islam yang menjadi peyumbang utama, 
penentu dan pemilik saham yang besar ke atas kemakmuran, kemajuan, keadilan dan 
kemantapan manusia sejagat.

Impian dan misi ini bukan satu angan-angan kosong. Ia bisa dicapai jika kita 
mempunyai tekad untuk membaiki diri, keluarga dan masyarakat kita. Kita perlu 
terus memiliki dan menguasai segala ilmu yang bisa membantu mecapai visi itu. 
Kita perlu menupukan perhatian dan fokus kita kepada misa itu dan Insya-Allah 
dalam masa dua atau tiga generasi akan datang, impian tersebut akan tercapai. 

Marilah kita langkahkan kaki itu hari ini. Bak kata pepatah Melayu: Sehari 
selembar benang, lama-lama menjadi kain. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi 
bukit. Bukit sama didaki, lautan sama diselami. Saciok bak ayam, sadanciang bak 
basi. Kabukik samo mandaki ka lurah samo manurun Kamak di awak katuju dek urang 

Pekanbaru 6 okt 2009


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke