Ini sekedar berbagi

Jika anda membantu saudara saudara yang sedang menderita akibat musibah seperti 
gempa tsunami yang dhasyat dan memperokan segala sendi sendi kehidupan maka 
anda tidak harus "MENDERITA" juga kesana

Tidak seorangpun menginginkan hidup tanpa kekurangan makanan digigit nyamuk 
kedingin lemah tak berdaya frustasi kekurangan air tidur berdesakan dalam tenda 
seadanya. Dan kondisi2 kehidupan yang betul jauh dari standar kehidupan yang 
layak dan serba minus

Kita yang selamat dan hidup dengan normal merasakan penderitaan yang dialami 
oleh saudara2 kita tapi ketika kita membantu dengan ikhlas dan tulus kelokasi 
bencana kita tidak harus "Menderita" juga 

1 Tahun saya di Simeulue bekerja dengan sebuah NGO Jerman membantu masyarakat 
yang menderita disana akibat musibah gempa dan tsunami

Pelajaran dan hikmah

Ketika bencana itu terjadi dan itu harus dijalani dan bencana itu telah terjadi 
dengan segala dampaknya yang membuat hidup anak manusia yang terkena musibah 
ini MENDERITA

Saat itu kami ditugaskan ke sebuah pulau yang terpencil dan berpenduduk yang 
menderita akibat gempa dan tsunami membangun 13 Unit Rumah sederhana yang 
menjadi jatah NGO tempat saya bekerja selama 1 tahun lebih mereka menderita 
tidur ditenda tenda darurat yang tidak layak pakai lagi setta menyerahkan 
bantuanobatan obatan

Pulau Teupah Barat begitu nama Desa yang terpisah dari pulau induknya Kabupaten 
Simeulue yang juga habis tersapu gempa dan tsunami rumah pendudu.

Sebelum kami berangkat kesana seorang bule yang menjadi pimpinan rombongan kami 
dan bule jerman ini memang menjalani hidupnya berkeliling dunia membantu negara 
negara yang tertimpa musibah bencana alam yang dahsyat meluluh lantakan sendi 
sendi kehidupan masyarakat di NGO ini

Bule tersebut memberikan pembekalan pada kami dengan wejangan "moral" nya begini

Kita kesana bukan membayangkan dan ingin atau merasakan penderitaan masyarakat 
yang tertimpa bencana kita kesana tidak boleh menderita karena kita membantu 
orang menderita akibat bencana. Jika kita kesana menderita maka itu akan timbul 
derita yang lain kita menjadi sebuah masalah

Jika ada 50 orang menderita disana maka akan menjadi 65 orang (rombongan kami) 
yang menderita mungkin karena kita sakit tidur tidak layak digigit nyamuk dan 
malaria gizi dan asupan makanan kita tidak memadai

Jika anda ingin membayangkan dan merasakan penderitaan orang maka lakukanlah 
dalam keadaan normal anda pulang kampung lalu anda cari sebuah desa terpencil 
yang masyarakatnya susah miskin dan hidup pas pasan. Mungkin anda punya ilmu 
jadilah guru buat anak anak mereka agar tidak buta huruf atau anda punya ilmu 
bertani bantulah mereka dengan ilmu anda sehingga mereka bertani dengan benar 
dan kesejahteraan meningkat hidup dengan mereka dalam situasi yang serba sulit 
dan pas pasan hidup dan rasakan deriita mereka sehari hari dan pergilah kesana 
diam diam

Kita telah siap segalanya bukan untuk pergi mmembayangkan dan merasakan derita 
tapi membantu orang menderita' Kita kesana telah dibekali baju dan celana 
parasut terbaik topi helem sepatu kaos kaki kantong tidur yang nyaman dan tenda 
yang bagus buat perlindungan dari kedingan dan kepanasan serta makanan, minuman 
 dan obat2an memadai lebih dari cukup agar kita tidak menderita membantu 
masyarakat yang menderita akibat bencana agar kita selalu sehat dan fit saat 
membantu yang menderita

Laksanakan tugas dengan ikhlas senang hati dan tulus tanpa harus membayangkan 
dan merasakan penderitaan karena kita membantu orang menderita akibat bencana 
agar tidak menderita lagi

Anda orang orang yang istimewa dan terpilih semoga tuhan memberkati kita semua

 HERE WE GO

 Ya derita akibat gempa di ranah minang tercinta yang membat saudara kita 
menderita untuk pemulihan penuh tantangan yang berliku jalan yang panjang sulit 
dan mendaki "The Long and Winding Road"

Kita kesana bukan untuk menambah beban derita tapi membantu derita saudara kita 
dengan tulus ikhlas sesuai dengan kemampuan kita sesuai apa kesanggupan dan apa 
yang bisa kita sumbangkan tanpa harus membayangkan derita tapi menghilangkan 
bayangan derita yang dialami saudara saudara kita

Selamat bertugas buat dunsanak dunsanak di daerah bencana dengan tulus ikhlas 
tanoa pamrih tanpa sebuah kepentingan Anda tanpa harus membayangkan dan ingin 
juga  menderita

 Anda adalah orang orang istimewa dan terpilih yang mau  berkorban segala 
galanya waktu pekerjaan meninggalkan keluarga 

Anda tidak akan menjadi orang istimewa dan terpilih ketika anda punya 
kepentingan pribadi dalam melaksanakan tugas kemanusian secara sukarela

Semoga dunsanak dunsanak dilapangan selalu sehat tidak menderita dan selalu 
dilindungi oleh Allah Swt

Insya Allah saya akan menyusul kesana tapi bukan untuk membayangkan dan 
merasakan penderitaan tapi membantu orang orang menderita semoga dengan 
kebersamaan,  kita bisa memulihkan derita yang dialami oleh saudara kita sesuku

Wass_Jepe
Alhamdulillah sebagian sembako dan barang2 kebutuhan sehari hari yang sangat 
penting telah kami beli di pasar grosir Pku


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Zulidamel" <[email protected]>
Date: Tue, 6 Oct 2009 17:59:56 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Hari ke 4


Bung IJP...
Setiap jalan ada lika likunya
Setiap perjuangan ada tantangan
Setiap musibah ada hikmah nya
Tentunya semua itu akan berbeda jika anda telah duduk di senayan.

Anggaplah semua ini sebuah hikmah dari yang maha kuasa yang harus anda 
jalani!
Semoga Allah Yang Maha Kuasa menjawab apa yang anda lakukan, dan selalu 
berada di Jalannya, Amin.....

Zulidamel st.Malin Maradjo lk.46 Jkt

----- Original Message ----- 
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
To: "RantauNet" <[email protected]>; "Forahmi" 
<[email protected]>; "FPK" <[email protected]>; 
"Kahmi" <[email protected]>; "Koran Digital" 
<[email protected]>; "KSM UI" <[email protected]>
Sent: Sunday, October 04, 2009 8:22 PM
Subject: [...@ntau-net] Hari ke 4


> Bayangkan anda sudah tidur 4 mlm diluar rmh. Tanpa dinding rmh. Tanpa 
> pernah belajar pramuka. Tanpa tenda. Hanya beralas tikar atau tanpa tikar. 
> Baju di badan anda hanya sehelai. Nyamuk menari2. Tanpa listrik, tanpa 
> lilin.
>
> Apakah anda kuat? Kalau anda lelaki dewasa, bayangkan anda hanya seorg 
> nenek tua, seorg kakek kurus, atau bayi2 yg blm bisa mengatakan apapun, 
> selain menangis.
>
> Beras habis. Makanan habis. Anda mau apa? Anda datang ke tetangga, 
> nasibnya sama. Mrk wajah anda sendiri. Mrk sama dgn anda.
>
> Apakah pertanyaannya kini adalah apa yg anda mau makan? Tdk. Tdk lagi. 
> Anda hanya akan berkata: SIAPA yang mau saya makan?
>
> Begitulah, gambaran hari keempat ini. Desas desus mulai hinggap di 
> telinga. Saya sudah bangun pagi, tp sy tdk tega membangunkan yg lain. 
> Padahal, sy sudah dpt sms semalam, bhw JK akan mendarat pukul 7am lwt. 
> Semalam sy mengirimkan sms ke JK, agar beliau mampir di Kampung Dalam, 
> Padang Pariaman. Bukan krn ibu sy org Kampung Dalam, tapi memang kawasan 
> ini termasuk parah, selain tempat2 lain. Dan JK memang sampai di Kampung 
> Dalam. Sejarah tercatat sudah, sejak zaman merdeka, seorg Wapres RI sampai 
> di Kamp Dalam.
>
> Sy berencana menemui putrinya, di Balaikota Pariaman, sekitar jam 10am. Tp 
> sy juga harus bertemu Sahrul yg pulang dari Jkt. Kampungnya terkena 
> longsor. Dua org saudara dekatnya masih tertimbun tanah, kayu dan batu.
>
> Mbl kami berpapasan di Sintoga. Hampir saja mbl patwal menabrak mbl yg sy 
> tumpangi. Ipar sy yg membawa mbl tdk sadar bhw di dpn kami adalah 
> rombongan JK. Dan patwal ini belagu, mengambil jalan ke kanan, utk 
> menghentikan seluruh mbl di kanan. Standar yg salah sama sekali, krn yg 
> harus disingkirkan atau dipinggirkan adalah yg sejalur, bukan di sebelah 
> atau seberangnya. Kesimpulan sy sama: mrk merasa lbh penting dari 
> siapapun.
>
> Sy menyusul rombongan itu, ketika Ade putri JK menelepon Edy yg ikut sy. 
> Mrk berhenti di sebuah rumah roboh di Lubuk Alung. Sy bersalaman dgn JK. 
> Tetapi tdk sempat bersalaman dgn para menteri, gubernur, dan seluruh 
> anggota rombongan. Sampai sore, sy ikut rombongan di kota Padang.
>
> Yg penting adalah sy ikut rapat JK dgn para menteri, gubernur, rektor, 
> dll, di rmh dinas gubernur. JK menulis di karton. Ada 3 tahap: tanggap 
> darurat, rehabilitasi dan konstruksi. Seluruhnya dlm 6 bulan. Juga 
> perintah ke gubernur agar mencatat rmh2 dlm kategori rusak ringan, sedang 
> dan berat. JK juga meminta seluruh area dibersihkan dlm waktu cepat. Dll. 
> Dll.
>
> sy sempat bicara dgn Ade yg mau buka posko kesehatan Sahabat Muda, dg Ibu 
> Mufidah, dgn istri Fahmi Idris, dll. Mrk bilang: kamu bisa cari suara, 
> tapi nggak tahu kan, knp suaramu hilang pas dihitung? Sy tertawa saja.
>
> Sepanjang hari dpt tlp dari byk lokasi. Org Bawan di Agam, org dari arah 
> Koto Panjang Sikucur, Pariaman Selatan, Pariaman Tengah, dari Jkt, Batam, 
> Jambi, Medan, Aceh, Sulawesi, Madura, dll. Juga dari Belanda, Jeddah, dll.
> Malam jumpa dgn Tuanku Rahmat di Lubuk Alung, Ketua AMPG Padang Pariaman, 
> Anggota DPRD Pdg Pariaman asal Patamuan. Bujang SE, anggota DPRD ituN 
> bilang bhw dari warga yg tertimbun di Tandikat itu, sebagian memang pernah 
> bertemu sy pas masa2 kampanye. Sy memang sering ke daerah itu, siang 
> malam, dulu. Ada 1000 lbh suara sy di sana. Tim IJP 09 Center di sana, spt 
> Naro dan Kundue, sy dengar sudah aktif dlm menyalurkan bantuan gempa di 
> sana. "Latihan" jd relawan IJP 09 Center dulu membuat mrk bergerak cepat.
>
> Berita2 mengenaskan mulai terdengar. Beras di rmh saya habis. Untung mlm 
> ini mbl pribadi sy datang dari JKT, dgn 5 penumpang dan membawa logistik 
> yg dibeli istri sy. 3 karung selimut bayi, makanan bayi, susu bayi, 
> softek, sarden, kain sarung, obat2an, kopi, indomie, telor yg dibeli di 
> Solok, juga 3 karung beras, dll. Sy senang sekali, istri begitu tenang, 
> walau ditinggal dgn 2 anak dan dlm keadaan hamil muda. Dia memberi byk 
> info yg dilihat di tv.
>
> Sy memutuskan mengaktifkan lg IJP 09 Center. Org2nya kini semua kena 
> bencana. Mrk punya pengalaman di lapangan selama 7 bulan lbh, menguasai 
> lokasi, mengenali org2 penting dan tokoh masy dan pemuda, kemampuan 
> organisasi, pemetaan masalah, dll. Bagi siapapun yg mau datang ke posko 
> IJP 09 Center, silakan hubungi nmr2 berikut: 0878.814.39904 (Sahrul); 
> 0819.320.61387 (Revi); 0878.814.39893 (Rachmat); 0818.075.94201 (Romi) dan 
> 0878.814.39894 (IJP).
>
> Pagi ini IJP 09 Center bergerak, terdiri dari 5 Tim: Logistik, Distribusi, 
> Database, Dokumentasi dan Sekretariat; dan Dana. Kantor kami di Lubuk 
> Buaya, Padang. Mohon doanya.
>
> Bagi masyarakat yg mau menyalurkan dana, silakan dikirim ke BNI Cabang 
> Imam Bonjol Padang, a.n. SAHRUL, nmr rekening 005.11.34.581. Atau ke nmr 
> rekening sy pribadi: BCA Cab Pasar Festival, Kuningan, nomor rekening 
> 664.009.25.20 a.n. INDRA JAYA.
>
> Hari ini IJP 09 Center menyebarkan bantuan ke titik2 yg mungkin blm 
> disentuh. Bantuan awal pendanaan sudah diberikan oleh bbrp teman di JKT.
>
> Dan sy juga berterima kasih dlm kesempatan ini kpd Ibu Mufidah yg secara 
> khusus memberikan bantuan pribadi kepada org tua sy yg kehilangan rumah di 
> kampung.
>
> Kpd NB, YC, MAK, TKF, sy juga berterima kasih. Berapapun besarnya bantuan 
> anda, sangat bermanfaat bagi warga yg kini sudah semakin menjerit dan 
> turun dari bukit2 dan gunung, mencari bantuan ke jalan2.
>
> Lubuk Buaya, 4 Oktober 2009.
>
> IJP
> 0812.101.3525
> Berani beda, berani benar, berani pulang!
> 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke