yah seperti cerita di republik mimpi yo da....sweet...
iko ciek lai carito ....
 
Ada sekelompok kodok sadang barjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di 
antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain 
mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, 
mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat 
keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya 
tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata 
kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. 

Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. 
Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha 
dan mati saja.

Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan 
sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas.

Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya "Apa kau 
tidak mendengar teriakan kami?" Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir 
kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan 
semangat kepada kodok tersebut.

==================
Pesan Moral :
Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas?
Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru 
dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani 
hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang 
sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan 
diucapkan.

Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur 
hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu 
dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.

Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rekan dan 
teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit 
dari keputus-asaannya, kejatuhannya dan kemalangannya.

Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit 
bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh 
 
 
 
Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru 
dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani 
hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang 
sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan 
diucapkan.

Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur 
hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu 
dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.

Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rekan dan 
teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit 
dari keputus-asaannya, kejatuhannya dan kemalangannya.

Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit 
bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh
 
from connectique
 
renny,ancol

--- On Wed, 10/7/09, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] "PARA DEWA MENGATASI BENCANA". By : Jepe
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 7, 2009, 3:30 PM


"PARA DEWA MENGATASI BENCANA"

By : Jepe

Ini sebuah kisah tentang para dewa dewa diatas langit, mereka adalah manusia 
manusia terpilih dari bumi dan tinggal dilangit dengan segala kemewahan dan 
kehidupan yang berlimpah materi. Para dewa ini dipimpin oleh Dewa yang bernama 
Agon,  diatas langit mereka mengendalikan bumi dan kehidupan anak manusia

Ketika terjadi bencana,  bumi terpanggang dan anak manusia mulai menderita 
serta kocar kacir menyelamatkan diri Para dewa diatas langit berkumpul rapat 
dan diskusi membahas bagaimana menanggulangi bencana ini. Masing masing dewa 
mengeluarkan pendapat dan jalan keluar pada pimpinan mereka Agon. Pendapat 
mereka berbalut kepentingan diri masing masing, menjilat pada Agon agar dirinya 
tetap jadi dewa dan tidak jatuh ke bumi menjadi manusia lagi, ada juga saran ke 
agon tapi dibaliknya ada kepentingan kelompok dewa tertentu. Ada juga dewa yang 
turun lansung ke bumi untuk melihat bencana yang terjadi tapi setelah melihat 
kondisi yang terjadi lansung naik lagi ke langit melaporkan ke Agon asal bapak 
senang

Dewa Agon bingung dan tidak ada ketegasan dalam diri karena tekanan anak anak 
buahnya dengan berbagai kepentingan, Agon serba susah dan serba salah serta 
kikuk dalam mengambil keputusan dengan segera. Agon sibuk menengahi 
pertengkaran antara para anak buah yang berdebat dan berdiskusi bagaimana cara 
penanggulangan bencana di bumi 

Sementara bumi semakin panas terpanggang dan korban manusia mulai berjatuhan 
yang masih selamat hanya bisa menjerit dan berteriak sambil menengadahkan wajah 
kelangit minta pertolongan para Dewa yang mengendalikan bumi dan kehidupan 
mereka

Agon dan para anak buahnya masih saja ribut dan bertengkar dalam berdebat 
bagaimana menanggulangi bencana, berlarut larut tanpa ada keputusan yang 
kongrit diperparah sikap Agon sebagai pemimpin dewa tidak tegas dan lemah 
didepan anak buahnya yang punya berbagai kepentingan

Agon akhirnya panik dan marah akibat diskusi yang berlarut larut dengan para 
dewa anak buahnya. Akhirnya Agon memerintahkan agar semua dewa turun ke bumi 
bersamanya untukmenyelamatkan bumi yang terpanggang dan anak manusia yang 
sedang meregang nyawa

Sampai di bumi terlambat sudah bumi sudah hangus terbakar disana sini anak 
manusia terpanggang,  terkapar dan mati. Para dewa hanya bisa saling tatap dan 
saling menyalahkan, Agon hanya tertunduk diam seribu bahasa. Satu persatu anak 
buahnya naik ke atas langit meninggalkan Agon sendirian di bumi yang telah 
habis terpanggang beserta anak manusia yang bergelimpangan hangus menjadi mayat

Agon frustasi ditinggal sendirian di bumi oleh para anak buahnya akhirnya Agon 
menghamburkan diri pada kobaran api yang masih tersisa  ikut terpanggang 
bersama bumi dan mati bersama anak manusia

Semoga kisah ini bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmah dalam menanggulangi 
bencana gempa di ranah minang. Selamat bertugas bagi saudara saudara ku 
terutama yang terjun kelapangan dengan sukarela ikhlas tulus tanpa ada maksud 
dan kepentingan yang tersembunyi hanya yang kuasa yang tahu segala amal 
perbuatan dan niat baik yang kita lakukan, bIarlah Ia yang akan memberi 
ganjaran pahala,

"Semoga Allah Yang Maha Kuasa menjawab apa yang anda (kita) lakukan, dan selalu 
berada di Jalannya, Amin....." (Dikutip dari postingan Bung Zulidamel)

Salam teriring doa bagi yang bertugas di daerah bencana, 
Pku 7 Oktober 2009


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke