Assalammualaikum Wr. Wb. Bapak Jepe, Bapak Riri Bapak Dr.
Bapak Rasyid Taufiq, Dr.Saafroedin BAHAR, Bapak Andiko, serta ummat RN 
diPalanta!

Saya hanya mau menambahkan saja sedikit.
Triplex atau Papan serbuk kayu-lem itu rasanya lebih kurang ekonomis, selain 
itu bahan perekat kayu/ serbuk kayu tsb, sangat tidak sehat untuk broncha dan 
paru2 (lama bertahun baru hilang toxinnya).
Sasak dibungkus/diplester dengan adonan semen pasir kapur, dugaan saya yang 
awam, agaknya lebih ekonomis dan praktis serta tidak bertoxin/beracun.
Sebaiknya adonan plester jangan terlalu banyak unsur semennya, karena semen itu 
suka menciut sewaktu proses pengeringan (retak2 halus).
Lebih baik kapur yang dibanyakkan atau alternatip tanah liat, dicampur dengan 
jerami (bekas sisa2 panen padi, seperti bangunan tanah liat di Afrika Utara, 
temperatur rumah lebih adem dari pada rumah bertembok bata/beton, karena 
menyerap kelembaban, dan pada waktu siang/panas menetralkan kelembaban yang 
didinding tanah liat tadi).

Kamar Mandi dan atau Toilet, mohon curah lantainya lebih besar dari 4%. 
Sebaiknya semen yang dipakai untuk kamar mandi adalah Semen Padang karena Semen 
Padang adalah sejenis Portland Semen, jadi tahan air.
Dinding Tembok kamar mandi mohon setiap pertigaan dari tinggi (artinya 4 jalur, 
yakni teratas se-akan2 balok balok tidur, 1/3 tinggi dari atas, lalu 2/3 tinggi 
dari atas, lalu terbawah . se-akan2 balok tidur di bagian dasar dinding), 
diberi besi diameter <6 mm (panjang 1-1,5 m)sepasang, (dengan jarak 3 cm dari 
bgn sisi luar, dan 3 cm dari bgn sisi dalam.  
Dusudut/siku antara 2 dinding mohon diberi sepasang besi yang bentuknya seperti 
huruf L (panjang 2,00 m)jang se-olah2 menyambungkan kedua bgn dinding tsb 
(jarak analog seperti besi2 yang tersebut didinding tadi. 
Idealnya, disetiap sudut dinding tersebut ada tiang beton yang berukuran 20cm 
persegi, yang bekerangka besi diameter 4x12 mm (setiap sudut besi diameter 12 
mm atau 3 batang diameter 6mm). Untuk detailnya, setiap tukang beton pasti tahu.

Sekian sajalah dulu tambahan dari saya, mudah2an ide saya yang awam ini bisa 
diterima oleh ummat RN yang berminat dan bisa bermanfaat.


Wassalam,
Muljadi.





-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Thu, 8 Oct 2009 14:35:04 +0700
> Von: "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]>
> An: [email protected]
> Betreff: [...@ntau-net] Re: Bangunan Tahan Gempa: Ringan Murah,.....

> 
> Jepe dan dunsanak sadonyo.
> 
> Manaruihkan diskusi bbrp hari nan lalu, kalau manuruik ambo, rumah bukan
> hanya sekedar tempat tinggal yang aman dan nyaman, tapi juga bagian dari
> fashion. 
> 
> Atau malah tabaliak, nan partamo fashion nyo dulu, baru soal aman dan
> nyaman. Contohnyo, bbrp waktu belakangan ko di Jakarta urang sibuk
> membangun
> rumah "Minimalis", padahal kalau untuak Jakarta, awak mati kaangek-an dek
> nyo, tapaso pulo ba AC terus2an. Kalau ujan lah becek pulo halaman ...
> Tapi
> itulah trend. Kalau trend orang ga peduli lagi kalau rumah minimalis
> sebetulnya ga cocok untuk daerah tropis
> 
> Jadi baliak ka diskusi, manuruik ambo, tagantuang jo trendsetters. Kalau
> ado
> trendsetters, entah itu pejabat tinggi, artis, atau celebrities lainnya
> membuat rumah tahan gempa dari bambu atau apalah, orang lain pasti
> mengikuti.
> 
> Tinggal sekarang, bagaimana "menggugah" para calon trendsetters itu?
> 
> Riri
> 
> 
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
> Behalf Of [email protected]
> Sent: Thursday, October 08, 2009 12:35 PM
> To: [email protected]
> Subject: [...@ntau-net] Re: Bangunan Tahan Gempa: Ringan Murah,.....
> 
> Manuruik ambo paralu dikaji juo mengenai batuang nan dianyam lalu
> diplester
> semen sarupo nan disampai sanak andiko ko rato2 rumah kampuang dulu
> tamasuak
> dikampuang ambo mamakai SASAK ko
> 
> Dengan pertimbangan
> 
> 1. Kayu konvesional atau kayu dari hutan tropis yang selama ini kita kenal
> dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan kalau di ranah terkenal dengan
> kayu banio misalnya atau kayu dari keluarga Meranti Balam dan Kapur
> semakin
> langka dan mahal serta isu lingkungan yang berdampak kepada ekosistem
> hutan
> tropis rusak dengan segala akibatnya jika masih mengandalkan kayu alam ini
> 
> 2. Sasak yang dianyam dari bambu mudah didapat. Dan salah satu sumber daya
> alam yang mudah serta cepat diperbaharui (fast growing and renewable
> species)
> 
> 3.Sasak yang diplester semen saya pikir tentu labih responsif terhadap
> gempa
> dibandingkan bata yang yang disusun lalu diplestersecara logika sasak dari
> anyaman bambu saling kait berkait dan menyatu dibandingkan bata dalam
> bentuk
> teurai satu persatu yang disusun. Ketika diguncang gempa cukup besar
> tentunya sasak ini leboh lentur dan fleksibel dan beban tekanan dan
> goyangan
> gempa dibagi rata pada setiap anyaman bambu yang saling berhubungan dan
> menyatu
> 
> 4. Biaya lebih murah karena tidak memerlukan material seperti semen dan
> pasir yang banyak ketika memplester sasak ini dibandingkan batu bata yang
> disusun dan juga jika terjadi gempa bahan ini jika runtuh (terkelupas
> plester) tidak terlal berbahaya dibandingkan tenbok bata yang runtuh 
> 
> Mungkin lebih banyak lagi keunggulan sasak yang rata2 menjadi dinding
> rumah2
> tua kakek kakek kita dulu dikampung 
> 
> Sasak ini sebuah kearifan lokal orang tua kita dulu yang dilapisi atau
> diplester tipis semen ini perlu dipertimbangkan sebagai bahan bangunan
> yang
> responsif menahan gempa besar disuatu sisi anyaman bambu atau sasak ini
> rentan terhadap serangan kumbang bubuk dan cepat lapuk maka dengan
> plesteran
> semen keawetan sasak didalmnya selalu terjaga
> 
> Jadi rumah dengan konstruksi kayu bisa dikombinasi dengan partisi atau
> dindingnya dengan sasak yang diplester tipis semen ini lebih responsif
> juga
> saya pikir jika menggunakan papan semen gipsum sebagai partisi atau
> dinding
> pembatas dll
> 
> Sekarang kerja yang cukup berat adalah sosialisi penggunaan sasak ini
> sebagai bahan bangunan kepada masyarakat yang sudah terlanjur berpikir
> bahwa
> rumah beton lebih menunjukan status sosial atau gengsi dimata masarakat
> 
> Masyarakat perlu "didoktrin" tentang kearifan orang2 tua kita dulunya
> dalam
> menggunakan sasak ini mumpung ada bukti didepan mata kepala masyarakat
> sendiri rumah2 berkonstruksi beton atau semen kongkrit jika terjadi gempa
> besar banyak yang runtuh dan luluh lantak
> 
> Sosialisi lebih kepada rumah berfungsi sebagai tempat berlindung dari
> hujan
> dan panas
> Serta tingkat keamanan yang tinggi jauh dari bahaya jika terjadi gempa
> besar
> seperti saat ini
> 
> Lupakan rumah beton yang lebih kepada status sosial atau gengsi toh dari
> segi estetika rumah kayu kombinasi sasak disemen ini bisa dirancang dan
> dipandang  dengan indah semisal sasak bersemen ini di cat dengan warna2
> jaman sekarang model model rumah minimalis ang lagi tren sekarang
> 
> Sebagai contoh pernah liatkan sebuah kamar dindingnya triplek ang dicat
> tembok dipandang dari jauh seperti dinding beton tapi setelah kita dekati
> dan diketok ternyata triplex yang dicat saa pikir hampir sama dengan sasak
> ang diplester lalu dicat
> 
> Wass Jepe
> 
> Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: andiko <[email protected]>
> Date: Thu, 08 Oct 2009 11:53:08 
> To: <[email protected]>
> Cc: <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: Bangunan Tahan Gempa: Ringan Murah,.....
> 
> 
> Di kampuang, rumah urang gaek ambo mamaki konstruksi gabungan kayu jo 
> tembok. Di dalam temboknyo ado anyaman batuang yang kami sabuik sebagai 
> sasak. Setelah rumah di agiah rangko dasar berupa kayu dan sasak, 
> barulah kemudian ditempe jo plaster semen. Satangah rumah alah diubah 
> konstruksinyo mamakai bata. Ternyata yg relatif tahan guncangan justru 
> setengah rumah yg konstruksinyo mamakai kayu jo sasak tadi. Baru kini 
> ambo paham apo ujuik jo mukasuik Pak Gaek (Kakek) ambo mambuek 
> konstruksi mode itu. Padahal ambo dulu mangecekkan kok rumah kito jadul 
> banget, minta diubah mode urang lain manjadi rumah bata.
> 
> Sakitu dulu
> 
> Andiko Sutan Mancayo

-- 
GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT!
Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke