AssWrWb, SAYA RASA  pihak  Sarkolak Sumbar proaktif utk segera
mengeluarkan barang2 bantuan tsb, di satu pihak penderiat bencana yg di
pedesaan kekurangan bantuan(tenda, makanan) dll, di pihak lain msh tertahan
di bandara. Ya begitulah kita,..
Semoga yh kuasa mempermudah penyalura nya, InsyaAllah.
Wass. Muzirman Tanjung
-------------------------------------------------------------------------------

GEMPA BUMI SUMBAR
Logistik Bantuan Tertahan di Bandara Polonia

Kamis, 8 Oktober 2009 | 04:42 WIB

MEDAN, KOMPAS - Logistik bantuan gempa di Sumatera Barat dari Jerman
tertahan di Bandar Udara Polonia, Medan, sejak Senin (5/10). Pemilik barang
terlambat mendapatkan rekomendasi dan jaminan dari badan penanggulangan
bencana daerah. Rekomendasi baru keluar pada Rabu (7/10), tetapi hanya
sebagian yang bisa diangkut ke Padang.

”Sementara yang baru bisa diangkut ke Padang seberat 500 kilogram oleh
Sriwijaya Air. Barang itu akan berangsur- angsur dikirim dengan penerbangan
reg u l e r, ” tutur Kepala Dinas Pelayanan Bandara Polonia Djamal, Rabu
kemarin di Medan.

Barang milik sebuah lembaga swadaya masyarakat di Yogyakarta ini tersisa 1,5
ton di gudang NATS Bandara Polonia. Barang dengan berat total 1,8 ton
tersebut berupa obat-obatan, tenda, genset, dan aneka makanan kering ini
sebelumnya tiba di Polonia dengan maskapai Malaysia Airlines.

Barang ini dikirim dari Koln, Jerman, pada 2 Oktober, melalui jasa
pengiriman kargo. Adapun pengirim barang, sesuai dengan dokumen, atas nama
ASB Bundesverband. Sementara itu, penerima barang ini di Medan tertulis atas
nama Alex Robinson.

Selama di gudang penyimpanan, barang mendapat pengawasan dari petugas Bea
dan Cukai Kantor Pelayanan Polonia. Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah
adanya penyalahgunaan fasilitas pelayanan pengelola bandara.

Penanggung Jawab Tugas Hanggar Gudang NATS, Marisi Marpaung, mengatakan,
adanya jaminan dan rekomendasi pengeluaran barang ini diatur dalam Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 160 Tahun 2007. Tujuannya, tutur dia, untuk
mengantisipasi masuknya barang ilegal atau berbahaya ke wilayah RI. Selain
barang tersebut, sementara ini belum ada barang bantuan gempa lain yang
tertahan di Polonia.

Sementara itu, sejak 2 Oktober, sejumlah pesawat asing penyalur bantuan
singgah terlebih dahulu di Bandara Polonia sebelum meneruskan perjalanan
menuju dan dari Padang. Hingga Rabu kemarin terdapat enam pesawat asing yang
singgah di Bandara Polonia, sebelum menyalurkan bantuan dan singgah dari
lokasi bencana di Sumatera Barat. Pesawat tersebut umumnya membawa tenaga
medis, ambulans, dan obat-obatan. (NDY)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke