Imran Als Pemikiran yang sanak kemukakan ini adalah sangat baika. Namun demikian pelaksanaannya adalah disaat rekonstruksi atau kedua setelah tahap tanggap darurat yg sedang berlangsung.
Saat ini banyak korban yang kelaparan, tdk punya tempat tidur. Salam Darul 56 Semarang Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Imran Al <[email protected]> Date: Thu, 8 Oct 2009 11:25:26 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Bantuan nan Lebih Cerdas Aslm Wr Wb. Kaba buruak, bahambauan, kaba baik baimbauan. Itu falsafah urang minang salamo ko.. Kini, iyo kaba buruak nan tibo. Gampo ma hoyak ranah bundo. Urang minang se-dunia, iyo lah ma amalkan falsafah iko... alah bahambauan mereka datang plus dengan bantuannyo... Dewasa ini, bantuan telah datang dari orang minang sendiri maupun dari berbagai masyarakat yang ada di dunia ini. Apakah sebenarnya yang dibutuhkan orang kampung kita ini? Melihat kerusakan, hampir seluruh jenis bangunan tak bisa dipergunakan lagi, entah itu rumah, tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan lainnya.. Melihat tingginya partisipasi aktif masyarakat, alangkah lebih baik orang minang yang diperantauan, mengarahkan bantuan berupa uang tunai saja. Setelah dana itu terkumpul, dana itu dipergunakan untuk membangun sekolah misalnya. Biaya untuk membuat Ruang kelas belajar itu sebesar Rp 8 juta untuk satu lokal. Dana ini, jangan diberikan ke pemerintah. Sebab, kalau diserahkan ke pemerintah, tentu harus dicatatkan dalam APBD terlebih dahulu. Kemudian, untuk pengeluarannya, harus melalui prosedur keuangan. Kalau tidak, tentu saja bupati/walikota atau gubernur kita, akan dikejar-kejar jaksa karena ditenggarai menggunakan uang secara serampangan. Misal, perantau minang di Jatim bisa mengumpulkan bantuan Rp 2 miliar. Kalau satu lokal itu membutuhkan dana Rp 8 juta, sedikitnya sudah 2.500 kelas tempat anak kemanakan kita akan menuntut ilmu, selesai dibangunnya. Kemudian, perantau minang jakarta menanggung pembangunan puskesmas yang rusak.Kemudian, perantau minang di daerah lainnya, menangggung pembangunan masjid dan mushalla. Insya Allah, dalam 10 bulan ke depan, ranah minang kembali seperti sedia kala. Bisa kita bayangkan, berapa banyak dana yang beredar di masyarakat. Tukang menerima upah dari pembangunan yang dilakukan dengan penanggungjawab orang rantau. Pedagang material bangunan, galehnya menjadi laku. Tentu saja, efeknya akan seperti bola salju. Kalau uang sudah ada dan beredar di ranah bundo ini, maka petani yang selama ini tak bisa menjual hasil panennya, akan kembali bisa tersenyum. Karena, rantai perekonomian telah kembali bergerak bahkan pergerakannya sangat cepat.... sekian pemikiran ambo, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi dunsanak yang ado di rantau... Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
