Berebut makanan  bila bantuan datang itu memang benar,akan tetapi apabila sdh 
terambil oleh seseorang mereka membiarkan saja berusaha minta lagi, maaf klu 
bisa saya katakan , orang Minang apabila tidak terpaksa tidak akan melakukan  
hal yg mereka rasa kurang pantas. GEMPA memang pelajaran yg pahit  yg harus di 
jalani , cobaan yg harus kita jalani dgn ikhlas , jangan katakan ini suatu 
hukuman , tapi pelajaran sanggupkah kita menghadapinya , tetap bersyukur kepada 
ALLAH Swt dan berprasangka baik , siapa tau kelak  SUMATERA BARAT  akan menjadi 
kota yg benar2 bersih dari segala kejahatan .JANGAN LUPA SELALU BERDOA DALAM 
SETIAP LANGKAH KITA. karena hanya ALLAH Swt yang akan selalu melindungi kita.
Wassalam
Dewi Mutiara.

--- On Thu, 10/8/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] BEREBUT BANTUAN
To: [email protected]
Date: Thursday, October 8, 2009, 2:58 PM


Dua hari terakhir ini saya tonton televisi memang sedikit gencar ditayang 
dilokasi bencana masyarakat yang tertimpa musibah setiap ada bantuan yang masuk 
terutama bahan makanan mereka berlari dan berebutan saling tarik menarik tapi 
masih dalam batas yang wajar mereka ridak saling berkelahi dapat merebut punya 
temannya lepas dari genggaman dibawa lari oleh yang merebut tapi kawannya ini 
tidak mengejar habis2an kawannya yang merebut apalagi baku hantam tapi hanya 
membiarkan saja kawannya yang merebut tadi membawa sekotak mie instan misalnya 
lalu dengan sigap lagi berebutan sembako yang sedang dibagikan oleh sukarelawan 
yang lansung turun kelokasi bencana membawa mobil

Fenomena tersebut sesuatu kondisi yang "normal" dalam keadaan tanggap darurat 
setelah gempa terjadi yang meluluh lantakan segala sendi kehidupan yang tidak 
normal itu mungkin pemberitaan media yang berlebihan dan cendrung mendramatisir 
sitausi

Ya apa boleh buat bagi media "bad news is good news" mungkin sudah menjadi 
pakem dalam pemberitaan lupakan dulu Media

Saya hanya berpikir positif saja dan mencoba membalikan keadaan seandainya saya 
yang jadi mereka tersebut saya akan melakukan hal yang sama juga di lokasi 
bencana

Ini adalah maslah PERUT jangan main main

Dari fenomena rebut rebutan sembako ini kita sedikit mengambil hikmah jika 
masalah PERTUT apapun dilakukan orang jadi disini para petinggi negara ini 
harus paham disinilah kesejahteraan masyarakat dimulai yaitu di PERUT bukan 
membangun gedung2 mewah sarana prasarana yang mubazir dan hanya sebagi simbol 
tapi PERUT rakyatnya kosong

Terakhir yang saya tonton di TV sebuah helikopter mendrop makanan karena medan 
yang sulit pastinya mereka yang tertimpa musibah ini PERUT nya mulai lapar dan 
menggigil karena asupan bahan makanan sangat sedikit kalau tidak dikatakan 
minus paska gempa

Tapi saya perhatikanrebut merebut nereka berlari membawa karton2 yang berisi 
makanan dan minuman itu wajar wajar saja tidak ada mereka saling baku hantam 
apalagi saling membunuh yang "seru" nya lagi seseorang dapat merebut punya yang 
lain tapi ternyata mereka mengumpulkan disuatu tempat saya pikir mereka 
membentuk kelompok kelompok dalam mengumpulkan sembako ini

Dan saya yakin ketika helikopter terbag lagi mereka yang tidak kebagian sembako 
tentunya akan mendatangi mereka2 yang menumpuk barang secara berkelompok dan 
membaginya paling tidak mereka masak bersama dan mereka makan bersama

Dan saya yakin jika ini uang yang dibagikan baru terjadi rebu rebutan yang 
saling baku hantam bisa berdarah darah dan tidak ada yang mau membagi ketika 
seseoeang dapat banyak kepada orang yang tidak dapat

Kesimpulan dan pelajaran

Bantuan Lansung Tunai (BLT) program pemerintah itu sebaiknya ditiadakan saja 
lebih baik dana tersebut untuk peningkatan gizi dan asupan energi buat 
masyarakat dari pada mereka dikasih uang Seperti BLT yang berdesakan kacau 
ribut terkadang antrinya orang orang tua pingsan nyaris meregang nyawa

Wass Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke