Kamis, 8 Oktober 2009

BURAS

Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

H. Bambang Eka Wijaya

"BANYAK orang protes gempa 7,6 SR, pada 30 September pukul 17.16 
dikaitkan Surat 17 Ayat 16 Alquran; Tuhan akan membinasakan suatu negeri 
karena keingkaran orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, kenapa 
terjadi di Sumbar, bukan di Jakarta yang serbamewah?" ujar Umar. "Warga 
Sumbar banyak yang miskin, taat beribadah!"

"Jawabnya di cerpen pujangga Sumbar, A.A Navis, /Robohnya Surau Kami/," 
timpal Amir. "Baca dari sini!"

Umar baca--Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke 
depan. "O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah 
umat-Mu yang paling taat beribadah, paling taat menyembah-Mu. Kamilah 
orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, 
mempropagandakan keadilan-Mu. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala. Tak 
sesat sedikit pun kami membacanya. Tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, 
setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka. Maka 
sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, atas nama orang-orang yang 
cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman kami ditinjau kembali dan 
memasukkan kami ke surga seperti janji dalam Kitab-Mu."

"Kalian di dunia tinggal di mana?" tanya Tuhan./ "Kami ini adalah 
umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku."/"O, di negeri yang tanahnya 
subur itu?"/"Ya, benarlah itu, Tuhanku."

"Tanahnya yang mahakaya-raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai 
bahan tambang lainnya bukan?"/"Benar. Tuhan kami. Itulah negeri 
kami."/"Di negeri di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh 
tanpa ditanam?"/"Benar. Itulah negeri kami!"/"Di negeri yang selalu 
kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil 
tanahmu orang lain yang mengambilnya, bukan?"/"Benar, Tuhanku. Tapi bagi 
kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting bagi kami 
ialah menyembah dan memuji Engkau."/"Engkau rela tetap melarat 
bukan?"/"Benar. Kami rela sekali, Tuhanku."

"Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, 
bukan?"/"Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar 
mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala."/"Tapi seperti kamu juga, 
apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?"/"Ada, Tuhanku."

"Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu tetap melarat, hingga anak 
cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain 
mengambilnya untuk anak cucu mereka. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, 
tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak 
mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau 
semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal 
kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah 
saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. 
Kamu semua mesti masuk neraka."/Semua jadi pucat pasi. ***

http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009100806154715


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke