Aduh Reporter Radio Hilversum. Pertanyaannya tendesius, ingin mengikat 
narasumber untuk mengetengahkan opini si reporter yang membuat berita mencampur 
adukkan antara Fakta dengan Opini! 

Lihatlah caranya menjerat narasumber dengan daftar tanya prasiap.  Rina sebagai 
sasaran tanya di bawah lingkungan massa yang stress seperti semua para korban 
dahsyat ini tentu akan ikuti saja arah si penanya yang segar dari luar.

Saya tidak menyalahkan Rina dalam ini, tetapi sangat menyesalkan sikap reporter 
yang tampaknya ingin menyebarkan hidden agenda opininya, menangguk di air keruh 
dalam suasana kacau dahsyat ini. Radio Hilversum is accountable for its 
unprofessional, probably unethical reporter like this!

Saya sarankan sebaiknya petinggi daerah kita yang menghubungi Radio Hilversum 
secepatnya.

Salam,
-- Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], boes <b...@...> wrote:
>
> sanak ambo Indra Catri,
> 
> sungguh sangat disayangkan apa yg disampaikan
> oleh pemilik home stay di pondok cino tsb ketika
> dia diwawancara oleh radio hilversum belanda.
> 
> kabatulan masih ado arsip tertulis dari wawancara tsb dan 
> ambo lewakan sebg info tambahan
> 
> wassalam
> boes- 62th
> 
> --------
> 
> Salah satu wilayah yang paling parah dilanda gempa bumi di Sumatra Barat
> Rabu (30/09), adalah wilayah Kampung Cina di Padang.
> 
> 
> Menurut Rina, salah satu pemilik home-stay di wilayah tersebut, sampai
> sekarang tidak ada bantuan, baik dari pemerintah maupun tim asing.
> Selain itu beredar isu, korban keturunan Tionghoa didiskriminasi dalam
> pemberian bantuan. 
> 
> Selain itu toko atau rumah mereka dijarah. Ikuti penjelasan Rina kepada
> Radio Nederland Wereldomroep:
> 
> Rina: "Kami selamat tapi rumah rusak berat. Harus dibongkar dan dibangun
> kembali. Rumah sudah tidak layak tinggal. Sampai saat ini kami tidak
> menerima bantuan sama sekali. Kami ingin usaha kami ini cepat-cepat bisa
> jalan lagi." 
> 
> "Home-stay ini belum lama, baru dua tahun. Belum menghasilkan.
> Barang-barang sudah diselamatkan, tapi bangunan tidak bisa diselamatkan
> lagi."
> 
> Radio Nederland Weredomroep [RNW]: "Ada isu bahwa ada perbedaan
> pemberian bantuan kepada orang-orang keturunan Tionghoa?"
> 
> Rina: "Kalau saya lihat sepertinya memang begitu. Mereka mengevakuasi
> tidak di Kampung Cinanya, tapi hanya di luar, misalnya di pabrik-pabrik
> saja. Di daerah Kampung Cina ini banyak orang meninggal, tapi mereka
> tidak beri bantuan."
> 
> RNW: "Tapi bantuan internasional, apa tidak membantu?"
> 
> Rina: "Belum ada saya lihat sama sekali. Itu juga jadi tanda tanya buat
> saya. Saya lihat di airport banyak orang asing, tapi belum ada yang
> sampai Kampung Cina ini. Cuma beberapa, cuma di tempat-tempat seperti
> sekolah. Itupun sekolah yang mayoritasnya Muslim."
> 
> RNW: "Apakah penduduk kampung Cina tidak meminta bantuan dari mereka?"
> 
> Rina: "Yang pasti mereka mengharapkan bantuan. Ini kejadian terparah
> yang kita alami. Bukan hanya kehilangan harta benda tapi juga keluarga."
> 
> RNW: "Dapatkah Anda ceritakan di Kampung Cina sekarang atau hari ini?"
> 
> Rina: "Saya denger untuk evakuasi di daerah Pondok Kampung Cina akan
> dihentikan. Mereka akan pindah ke Pariaman. Sudah cukup untuk Kampung
> Cina, katanya. Apalagi daerah Hotel Ambacang dan hotel-hotel yang
> berdekatan dengan Kampung Cina." 
> 
> "Hari ini kami baru dapat bantuan bahan makanan berupa sembako dari
> Angkatan Laut. Ini pun tidak langsung didapat tetapi dari
> himpunan-himpunan masyarakat Cina yang ada. Dari sana didata siapa-siapa
> saja yang berhak dapat, lalu diambil di sana."
> 
> RNW: "Jadi, apakah diskriminasi atas pemberian bantuan benar adanya?"
> 
> Rina: "Ya, sepertinya begitu."
> 
> RNW: "Menurut Rina, mengapa bisa demikian? Padahal kan orang-orang Cina
> di Padang juga sudah menjadi orang Padang, bukan?"
> 
> Rina: "Ya, tapi mungkin karena yang memegang perekonomian di Padang
> selama ini ya orang Cina. Mungkin ada kecemburuan sehingga ada perbedaan
> status sosial. Padahal belum tentu hanya orang Cina yang tinggal di
> Kampung Cina." 
> 
> "Di sini juga banyak orang dari suku lain. Juga tidak semua orang Cina
> yang kaya. Saya punya teman yang memiliki toko. Kabarnya tokonya itu
> dijarah."
> 
> RNW: "Apa penjarahan terjadi hanya pada orang Cina?"
> 
> Rina: "Kayanya tidak. Ini terjadi di semua rumah yang ditinggal
> penghuninya.
> 
> 
> 
> 
> On Fri, 2009-10-09 at 12:24 +0000, indra_ca...@... wrote:
> 
> > 
> > Bapak Boes Roestam Yang Baik
> > 
> > Kalau memang ada berita semacam itu sungguh sangat disayangkan. Adalah
> > tidak benar kalau penanganan gempa di kota Padang bersifat
> > diskriminatif. Sebelumnya kami juga sudah mengkonter berita2 miring
> > dari luar yang semacam itu.
> > 
> > Saya melihat langsung dilapangan dan sekaligus ikut terlibat dalam
> > mendistribusikan bantuan di Posko utama kota Padang. Semuanya
> > diperlakukan sama. Daerah pondok justru mendapatkan prioritas lebih
> > dalam proses evakuasi karena banyaknya korban disana. Kalau ada
> > kekurangan itu bukan disenggaja tapi mungkin lebih disebabkan oleh
> > kendala yang memang kami hadapi.
> > 
> > Salam: Indra Catri. 48+



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke