Oh, dengan mangatangahkan pemakaian kato sensasi istilah "buka aurat" tu disangko tadi kok "ratu" [Aceh, kok masih ado nan disabuik ratu] manyimbahkan kodek manyingkokan barang nan tasapik dantaro pawo tu ... :) --Nyit Sungut
--- In [email protected], muchwardi muchtar <muchwa...@...> wrote: > > Suatu bukti bahwa Syariat Islam (termasuk membuka aurat di depan umum) tidak > sepenuhnya dijalankan oleh warga Aceh. Dari sudut > politisnya, sebuah strategi untuk menunjukkan bahwa NAD itu ternyata > biasa-baisa saja, koq, Tuh buktinya, cewek yang bernama Qory > Sandioriva ini berani-beraninya ngeliatain celah-celah ketiak, bagian atas > payudara dst-dst untuk jadi konsumsi "pelengkap" pariwisata (?). > Yeah...! > mm*** --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
