Saya tdk ingat, tidur jam berapa. Apa tidur apa tidak, juga tdk ingat. Nyamuk 
begitu banyak. Jelang Subuh, bangun. Ini yg saya ingat. Perasaan mengantuk 
terus datang, seharian. 

Satu anak Aceh dari Meulaboh datang ke posko. Semalam dia datang juga, pukul 2 
dinihari, tapi saya sudah tidur. Dia ditemani Revi dan satu anak HMI asal 
Dharmasraya. Anak Meulaboh ini cerita bhw Wagub NAD sudah janji membantu dlm 
rekonstruksi rmh2 di Sumbar. Dia mau urus ke Banda Aceh. 

Tuanku Sulaeman juga datang. Dia byk cerita soal Munas Pekanbaru. Macam2. Munas 
Pekanbaru memang sudah jadi cerita menarik di media massa dan di warung2. Org 
Minang, kalau tdk bicara politik, mungkin sakit giginya. Lapau, surau dan 
dangau, selalu jadi ajang untuk maota soal dunia sampai akherat. 

Sy putuskan utk tdk menemui Bupati Muslim Kasim pagi ini. Jam 10 lwt, datang ke 
dusun kampung paneh, Lubuk Alung. Menyerahkan 60 paket bantuan yg terdiri dari 
beras, wortel, cabe, ikan teri, susu bubuk bungkus, biskuit bayi, dll. Langsung 
diserahkan ke kepala dusun di posko resmi. Sore ini, ketika duduk di Bandara 
BIM, uda Syadri Chaniago kirim sms, bhw dia berbeda dusun. Dia di dusun 
Indarung, Desa Aie Tajun. Dia beberkan data gempa di dusunnya. Tim sy langsung 
berangkat. Saya sendirian, dgn tiket Sriwijaya Air, pukul 16.45. 

Dari Aie Tajun, tadi pagi, tim sy menuju Sikabu, Lubuk Alung. Keadaan parah. 90 
persen rumah batu rubuh atau retak. Tdk saya temukan posko induk. Akhirnya 
menuju surau Tuanku Sidi. Dia sedang ke kantor KUA, mengantarkan surat nikah 
seorg warga. Kpd tetangganya, kami titip pesan dan paket bantuan. Lalu 
memutuskan membagikan bantuan dari lokasi paling ujung, menuju lokasi kearah 
pinggir jalan raya. Mbl berhenti di tepi sebuah sungai, membuka 20 paket di 
sana, lalu berbalik arah ke tempat semula, sambil berhenti di setiap rumah. 
Satu mbl segera kosong, yg satu lagi masih tersisa setengah, menjelang pukul 12 
siang. 

Satu mbl yg kosong menuju Sicincin. Ada info dari Bobby Lukman Piliang bhw tdpt 
30 tenda disana. Tapi hp Bobby mati, ketika mbl itu sampai di sana. Mudah2an 
msh ada tenda itu. 

Mendapat bbrp telepon, sms. Mengirim bantuan, meminta bantuan, mengirim saran, 
meminta saran. Hidup penuh dgn bantuan dan saran, serta saling kirim mengirim 
pesan. Satu dosen Unsyiah mengirim dana 400rb lwt rekening Sahrul. Satu teman 
mengirim 100 EURO lwt rekening BCA sy. Pesan yg terakhir: beli selimut di 
Bukittinggi, antar ke Ulu Banda, Malalak. Siaaap, dilaksanakan. Eh, Uda Indra 
Catri juga sedang mau bergerak ke daerah dingin itu, lbh dingin dari Puncak, 
Bogor. Indah, dingin, tapi masih terasing dan baru disentuh oleh jalan tembus 
Sicicin-Malalak. 

Tdk sampai di ktr Bupati, info itu datang. Istriku kehilangan janinnya, 1,5 
bulan. Innalillahi Wa'innaillahi Rojiun. Dari kmrn sy memikirkannya. Istriku 
masuk rmh sakit, diopname. Dua mlm lalu dia telat tidur, ikut membungkus2 kue 
buat anak2. 

Sy turun sebentar di posko Forahmi, minta minum : "Kami korban, minta aqua!" 
Anak2 Forahmi tersenyum. Posko mrk bagus, di rmh Uni Cia. Rumah adat penuh 
ukiran indah. Pintu, kusen, jendela, juga kena ukir. Kalau ada pohon besar, 
mungkin juga kena ukir. Forahmi baru dpt kiriman 4 truk bantuan lwt pelabuhan 
Teluk Bayur. 

Sy menuju Bandara. Makan dulu di Lubuk Alung, tepi rel kereta api. Ada 
helikopter lewat di atas Sikabu, membawa logistik. Entah dimana dijatuhkan. 
Heli besar, tenaga besar. 

Dan, syukurlah, doa teman2 membuat sy mendapatkan tiket terakhir itu. Org 
sesudah sy yg beda 1 menit kehabisan tiket. Mahal, 960.000 rupiah. 

Duduk di kedai makan, salaman dgn bbrp relawan luar dgn tampilan ustad. Anak2 
sy suruh segera berangkat: 1. Ke Ulu Bangau, Ketaping, Kec Batang Anai. 2. Ke 
dusun Indarung, Aie Tajun, Kec. Lubuk Alung. Kalau masih ada, ke rmh wali 
jorong dekat tempat tinggal Tuanku Sulaeman. 

Bsk, anggota tim akan ke Bukit, lalu Ulu Banda. Tim lain ke 2 x 11 Enam 
Lingkung, ditemani uni Siti Izzati Azis. Sy, menemani istri operasi di rumah 
sakit. Mudah2an... 

BIM, 11 Okt 2009. 

Nb: ada bbrp tlp soal Munas, Nurdin Halid, Yuddy yg dipinang partai lain, 
Celli, dll. Sy jwb sekadarnya. Soal Nurdin Halid, sy no comment. Maaf, teman2 
media. 
"Beranilah beda, beranilah benar, beranilah pulang! Maka, demokrasi akan sehat, 
oligarki akan punah, hubungan batin akan sumringah..."
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke