Dunsanak di Palanta nan ambo hormati.

Assalamulaikum w.w.
Tg. 8 Oktober 2009 yl. ambo sarato Pak Noor Indones (anggota palanta juo)
basarato keluarga beliau barangkek ka nagari Sitalang, kab. Agam untuak
menyampaikan bantuan ka korban gempa.

Sumbangan nan ambo bao barasa dari The Muslim Student Association of Tokyo
Institute of Tecnology nan dititipkan ka situs admin situs
*www.nagari.org*sarato titipan dari Perguruan Bela Diri Prana Sakti
Palembang yang berjumlah
70.000 yen dan 3 juta

Ikolah catatan ringkas nan ambo sampaikan ka sidang palanta; ado carito dan
ado pertanyaan:

*1*. Kami menuju Bukittinggi melalui kota Sawahlunto, masuk dari simpang
Muaro Kalaban, terus ke nagari Talawi (nagari pahlawan nasional M.Yamin),
lalu masuk nagari Suruaso terus masuk kota Batusangkar.
Jalan tersebut mulus tapi sempit, kalau melewatinya di siang hari harus
berhati-hati karena banyak rumah penduduk.

Ikolah kesempatan dek ambo untuak menelusuri pertamo kalinyo, jalan nan
memiliki *nilai sejarah tinggi di Nusantara iko*.
Ambo yakin, dulu Adityawarman di abad ke 14 membawa rombongannya dari
Mojopahit setelah berlayar berminggu-minggu dari pelabuhan Tuban melalui
jalan iko,  setelah meninggalkan patung si Rocok di tepian Sungai Lansek.
Kini si Rocok berada di museum Pusat Jkt.
Tapi Adityawarman mungkin tidak masuk dari Muaro Kalaban tapi dari Muaro
Sijunjuang karano di Talawi ada simpang ke arah Sitangkai yang menuju Muaro
Sijunjuang.
Tapi jalan antaro Muaro Kalaban dengan kota Sawah Lunto juga merupakan jalan
yang memiliki *nilai sejarah yang tinggi untuk bangsa Indonesia*.
Terbayang dalam khayalan ambo di subuh itu, di jalan inilah Abdul Muluk
ditembak oleh KNIL lihat: http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=84

*2*. Dari Batusangkar kami menuju Bukittinggi, lalu ke Maninjau melalui
Kelok 44.
Setiap penomoran kelok ada ajakan/promosi agar orang mengisap rokok 234.
Lalu apakah Pemda mendapat pemasukan pajak iklan dari penomoran kelok tsb. ?
Yang lebih membahayakan ialah banyaknya kedai minuman di sepanjang jalan
sempit nan berkelok-kelok tsb.

Apakah malam hari kedai-kedai ini dibuka pula entahlah !  Kalau iya, tentu
hal ini bisa di sebut pula sebagai warung remang-remang di dalam nagari...!
Yang jelas para penjago kedai tsb. ada juga *gadis-gadis berbusana tanktop*.

Dan ambo bakasipulan nan manggaleh minuman di sinan bukan anak nagari nan
punyo tanah di kelok 44 tsb. tapi pendududuk Sumatera Barat yang ingin
melayani kemajuan program pariwisata pemerintah tanpa memikirkan keselamatan
pengguna jalan umum. Ingat orang Agam Tuo untuk berurusan ke kantor bupati
harus melalui jalan iko. Memang ada jalan lain tapi lebih jauh dan sempit
pula.

*3*. Dari Maninjau kami terus ke Lubuak Basuang lalu menuju nagari Bawan,
Batukambiang. Sitalang. Mulai dari sini sebagian besar rumah retak-retak dan
hancur. Di sepanjang jalan anak-anak meminta sumbangan dan orang-orang tidur
di bawah tenda-tenda plastik. Meskipun rumah mereka masih berdiri, tapi
masyarakat tidak berani tinggal dalam rumah yang retak-retak tsb.

*4*. selanjutnya nanti dengan topik lain.

Salam

Abraham Ilyas 64 th

admin/webmaster www.nagari.org

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke