Assalamu'alaikum W W.

Kanda JEPE nan terhormat, sarato dunsanak sa palanta.

Antaro tagalak sengeang jo terharu ambo mambaco posting email kanda ko.
Galak sengeang karano mambaco judul "pitih mainan". Terharu karano perhatian
dan kepedulian urang dari jauah indak sakaciak.

Kanda JP!!
Adiak kelas Kanda nan banamo WIN (langkok no TAZWIN HANIF) ko adalah kakak
sekaligus mentor juo di ambo di Unit Pecinta Budaya Minangkabau (UPBM)
UNPAD.

Tgl 1 Oktober 09 malam, baliau ko manelpon ambo dari Jerman dan batanyo ttg
kejadian gampo di kampuang awak. Saat itu, baliau masih cameh mancari tahu
kondisi rumah urang tuo baliau nan di asratex nantun. Dek ambo pun susah
pulo berhubungan jo dunsanak dan kawan2 nan lain di PADANG, indak ado nan
bisa ambo bantu terhadap baliau saat itu doh.

Akhirnyo ambo mengusulkan agar baliau masuak sajo ka milist RN, karano biaso
nyo awak di milist RN selalu meng update berita terbaru terhadap kejadian
nan ado. Malam tu juo ambo kontak Rang Dapua (Katua "da" Miko dan Nofend)
untuak mamasuak an ID Tazwin ko ka RN.

Kalo dak salah, 1 jam setelah itu, baliau lsg posting di RN, dan mambari
kaba bahwa pesawat militer Pemerintah Jerman alah memberangkatkan Tim
lengkap dengan segala kebutuhan nan akan terpakai di SUMBAR nanti. Dan nilai
nyo pun kecek kanda Tazwin ko lumayan gadang,  senilai 1 Jt Euro.

Salut dan salut ambo atas kepedulian mentor ambo di UPBM UNPAD ko terhadap
kondisi musibah di kampuang awak. Samakin banyak juo lah handaknyo dunsanak
awak nan lain, tamasuak nan manjadi pejabat di LN sato ma lobby pemerintah
tampek nyo bakarajo untuak ikuik manyinsiang an langan mambantu korban gampo
maupun bencana lain di Indonesia, khususnyo tanah Minang.

Dan semoga samakin banyak pitih "MONOPOLI" lain nan tibo untuak mambantu
bancano ko.

Wassalam W W

Arief BS


Pada 14 Oktober 2009 09:15, <[email protected]> menulis:

> "Menyumbang Dengan Uang Mainan"
>  By : Jepe
>
>
> Kok menyumbang korban gempa dengan uang mainan, mungkin jika para pembaca
> melihat judul tulisan saya yang bertanda kutip tersebut akan bertanya-tanya
> "apa sih yang dimaksud uang mainan"
>
> Lebih jelasnya biar saya buang tanda kutip di judul tulisan itu artinya
> bagaimana duduk perkara menyumbang dengan uang mainan tersebut
>
> Sekita jam 5 sore (Sabtu, 9/10) dalam perjalanan pulang dari Sunua Pariaman
> ketika menjelang masuk dari jalan raya menuju rumah orang tua saya di Air
> Tawar Barat, hape saya berdering dari nomor yang tak dikenal saya coba
> angkat lalu terdengar sapaan
>
> "Assalamalaikum Da Ndi ko  ambo Win ambo lah sampai di Padang dari Bangkok
> lansuang Jakarta transit sabanta di Cingkareng lansuang ka Padang"
>
> Itu sapaan awal dari adik kelas saya yang bertugas sebagai diplomat di
> Berlin Jerman, setelah berbicara cukup panjang tanya sana sini akhirnya kami
> janjian malam hari selepas Isya untuk bertemu dan jalan jalan keliling kota
> Padang melihat reruntuhan dan kerusakan bangunan paska Gempa yang
> berkekuatan 7.6 SR yang mengguncang kota Sumbar pada tanggal 30 September
> 2009
>
> Sampai di rumah begitu letih dan lelah yang saya rasakan dan serangan
> kantuk yang tak tertahankan karena praktis perjalanan dari Pekanbaru hari
> Jum'at ke Ulu Banda Malalak Barat kami sampai jam 12 malam dalam perjalanan
> yang menguras energi menempuh jalan yang sulit beberapa ruas jalan
>  tertimbun tanah lonsor, becek dan berlumpur. Kami rata-rata tidur jam 2.30
> karena "keasyikan" ngobrol dengan warga Ulu Banda yang berkumpul diteras  SD
> 06 dan selepas subuh kami bergerak lagi menuju sasaran masing2 setelah
> belanja sembako di Bukit Tinggi dan Padang Panjang untk disalurkan dengan
> jalan "mengeteng" di pinggir kiri kanan jalan warga korban gempa
>
> Karena semangat ingin berjumpa dengan adik kelas ini maklum entah kapan
> lagi bisa berjumpa karena dia jauh di Berlin sana merantau saya.
>
> Selepas Magrib menjelang Isya bersama sopir saya melaju ke asratex dirumah
> kediaman orang tua adik kelas saya ini tapi sebelumnya saya mampir dulu
> menjemput kawan seangkatannya yang berprofesi sebagai dosen di Untar Jakarta
> kebetulan ditugaskan ke Sumbar bersama Tim Untar untuk keperluan pengambilan
> data data  paska gempa
>
> Sesampai di rumah adik kelas saya kami disambut dengan hangat dan  kami
> ngobrol di ruang tamu, lalu setelah puas ngobrol seputar kondisi ranah
> minang paska gempa,  kami lansung bergerak ke pusat kota sambil melihat
> bangunan yang runtuh dikoyak gempa. Perjalanan berkeliling kota Padang ini
> akhirnya berlabuh di Restoran Kubang Hayuda Pasar Raya
>
> Kami memesan martabak kubang dan teh telor begitu lahapnya kami menyantap
> hidangan ini
>
> "Ndee da Ndi lah limo tahun ambo ndak minum teh talua ko yo kamek rasonyo"
> begitu celetukan adik kelas saya ini sambil menyedot dengan pipet teh
> telornya
>
> Tuntas sudah kami santap malam di restoran kubang dan kami bergerak kembali
> ke asratek ke rumah orang tua adik kelas saya ini. Sejenak kami  duduk
> kembali diruang tamu sambil mengobrol santai seputar gempa yang terjadi di
> ranah minang,  ketika kami mau pamit dan bersalaman, . Win begitu sapaan
> akrab adik kelas saya ini berkata
>
> "Tunggu sabanta da Ndi ado nan ka Win titip ka da Ndi"
>
> Lalu Win masuk ke kamarnya dan  beberapa saat keluar menemui saya  sambil
> menyerahkan dua lembar uang kertas sambil berkata
>
> "Da Ndi iko ado saketek sumbangan dari ambo buek  sanak kito nan kanai
> korban gampo terserah Da Ndi sajo kama ka disalurkan karano Da Ndi nan tahu
> kondisi dilapangan"
>
> Win menyerahkan dua lembar uang kertas berwarna hijau pupus keputihan mata
> uang Eropa senilai 200 EURO lalu saya bercanda
>
> "Win kalau mau  nyumbang kok pakai uang mainan, uang monopoli begini"
>
> Win hanya bisa tersenyum mendengar ciloteh canda saya ini, kami pamit dari
> rumahnya sambil bersalaman erat. Mobil meninggalkan rumah orang tua Win
> meluncur ke Air Tawar dikediaman orang tua dan adik bungsu saya. Malam itu
> sampai dirumah saya merasakan badan cukup letih terutama serangan kantuk
> yang tak tertahankan karena praktis saya tidur di Hulu Banda hanya sekitar 3
> jam saja. Badan saya rebahkan diatas kasur pikiran saya menerawang, tertegun
> dan baru sadar akan arti "uang mainan" senilai 200 EURO ini
>
> Sunggu Allah maha tahu maha mendengar dan maha segalanya selalu ada jalan
> dan kemudahan yang Ia berikan selagi kita berbuat baik, tulus dan ikhlas
> menolong sesama, teringat saya akan permintaan warga Malalak Barat
>
> "Pak Jepe, kok baliak kasiko lai tolong balikan kami salimuik yo banyak
> balita dan anak2 lalok kadinginan ditenda2 darurat dan dalam ruangan kelas
> SD ini"
>
> Saya hanya menjawab "Insya Allah Pak nanti kalau ada kawan2 saya menyumbang
> akan saya belikan selimut"
>
> Inilah kemudahan yang diberikan Allah tersebut, Inilah jawaban dari Sang
> Khalik atas permintaan warga Malalak untuk dibelikan selimut ya dua lembar
> "uang mainan" senilai 200 EURO lebih dari cukup untuk membeli beberapa
> lembar selimut.
>
>
> Alhamdulillahhirabilalamin, uang pembeli selimut itu sebagian dengan nilai
> Rp 1,2 juta  sudah saya salurkan ke IJP Center dan menurut berita IJP bahwa
> timnya telah sampai di Hulu Banda kemaren sore dan telah menyerahkan selimut
> yang di beli dari sebagian  sumbangan adik kelas saya sedangkan sisanya
> nanti jika ada kesempatan ke ranah lagi akan saya salurkan kepada warga yang
> lain yang sekira masih minim bantuan mungkin dalam bentuk barang seperti
> kain sarung atau selimut lagi serta ada ide juga dari teman saya untuk anak
> anak di pengungsian saya akan belikan buku gambar, pensil berwarna dan
> crayon serta buku buku cerita anak anak paling tidak mereka sedikit bisa
> melupakan trauma kejiwaan atas gempa yang terjadi dan meluluh lantakan rumah
> dan kampung mereka
>
> Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikan jalan, kemudahan dan jawaban
> permintaan warga Hulu Banda melalui seorang teman tentunya mereka malam tadi
> telah tidur dengan nyenyak tidak kedinginan diterpa cuaca daerah Malalak
> yang berada di ketinggian berselimut bantuan dari saudara-saudaranya yang
> peduli ikut berbagi rasa dan materi.Semoga Engkau selalu melimpah rahmat,
> hidayah dan pahala bagi orang orang yang mau berkorban baik tenaga, waktu
> dan materi semata-mata hanya mengharap Ridho dari Mu
>
> Pekanbaru, 14 Oktober 2009
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> >
>


-- 
Arief Rangkayo Mulia....
39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam
Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA
HP : 0813 1600 7756

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke