Tks postingannya Uda...
Tapi ada satu missing link yang tidak ketemu disini. Bagaimana penjelasan 
tentang menhir-mehir megalitik yang ada di daerah Mahat - Kab. 50 Kota. 

tks

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Thu, 10/15/09, dody osmon <[email protected]> wrote:

From: dody osmon <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Periode Sejarah Minangkabau
To: [email protected]
Date: Thursday, October 15, 2009, 11:05 PM


Assalamu'alaikum,



Mohon ijin untuak mangopi dan manjadikan reference pak zulfadli



Salam,

DodyFrom: Zulfadli <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, October 15, 2009 11:04:49 PM
Subject: [...@ntau-net] Periode Sejarah Minangkabau


1) 100
SM – 400 M, Periode kedatangan bangsa bangsa imigran utamanya dari
Pesisir Persia Selatan (Gujarat), India Selatan (Langkapuri), India
Barat Laut (Cambay-Malabar), Siam (Thailand) dan Champa
(Kamboja). Hal ini dipicu dengan ditemukannya emas di Sumatera Tengah
dan posisi strategis pantai barat Sumatera dalam Jalur Emas dan Jalur
Sutera. 
2) 400
M – 1000 M, Periode kejayaan kerajaan-kerajaan India Selatan yang
memicu migrasi gelombang kedua. Imigran kali ini datang dari India
Timur seperti Tamil dan sekitarnya. Pantai barat Sumatera dikuasai
kerajaan-kerajaan besar yang berpusat di India Timur. 
3) 1000
M – 1200 M, Periode Minangkabau Timur, konsensus dengan Kerajaan Melayu
Tua Dharmasraya di hulu Batang Hari Jambi. Integrasi kebudayaan Melayu
Jambi kedalam Minangkabau Kuno. Disini diprediksi sebagai awal dari
Melayunisasi terhadap bahasa yang dipakai kaum Minangkabau awal yang
sebenarnya adalah para imigran. Inilah cikal bakal Bahasa Minang
klasik. Bahasa Melayu bangkit sebagai Lingua Franca perdagangan di
Kepulauan Nusantara. 
4) 1200
M – 1400 M, Periode Invasi Kebudayaan Jawa ditandai dengan Ekspedisi
Pamalayu oleh Kerajaan Singasari. Serbuan-serbuan dilanjutkan oleh
Majapahit kemudian. Sebagai akhir dari periode ini adalah berdirinya
Kerajaan Pagaruyung dengan Adityawarman sebagai raja terbesar. Pada
masa ini Kerajaan Pagaruyung Minangkabau menguasai Sumatera Tengah,
Pantai Barat Sumatera Tengah dan Kawasan Hulu sungai-sungai besar yang
mengalir ke Selat Malaka. Adityawarman berbapak bangsawan Singasari dan
beribu bangsawan Dharmasraya. Periode Pagaruyung adalah periode
multikulturalisme dengan 3 komponen utama yaitu Penduduk Minangkabau
Awal (Imigran dari India Selatan, Persia, Siam dan Champa), Penduduk
Dharmasraya dan Penguasa keturunan Jawa. Inilah cikal bakal masyarakat
Minangkabau Modern. Pada masa ini Bahasa Minang masih belum resmi
digunakan, terbukti dengan prasasti yang ditulis dalam 2 bahasa, yaitu
Bahasa Sansekerta mewakili Dharmasraya dan Keturunan Jawa Singasari dan
Bahasa India Selatan / Tamil mewakili bahasa yang digunakan para
penduduk imigran. 
5) 1400
M – 1600 M, Periode Kegelapan sejarah. Diawali dengan huru-hara antara
pendukung Pemerintahan Nagari dan pihak Kerajaan Pagaruyung yang
diakhiri dengan terbunuhnya sebagian besar pewaris Kerajaan Pagaruyung
berdarah Jawa dalam pertempuran Saruaso. Periode ini juga merupakan
awal dimulainya consensus finalisasi adat (undang-undang) Minangkabau
dalam artian dianggap sudah sempurna dan tidak boleh diubah lagi.
Periode ini juga diyakini sebagai awal mula konsensus penggunaan bahasa
lisan dengan pelarangan pemakaian tulisan dan penghancuran
prasasti-prasasti dan dokumen-dokumen lainnya. Tidak diketahui alasan
dari konsensus ini.6) 1600
M – 1800 M, Pantai Barat Minangkabau dianeksasi oleh Kerajaan Aceh
Darussalam. Berkembang pengajaran Syiah secara meluas. Pada periode ini
berkembang Bandar Pariaman sebagai kota pelabuhan pengekspor emas dari
pedalaman Minangkabau. Seorang petualang Portugis dari Malaka juga
sempat memasuki pedalaman Minangkabau dan menceritakan betapa kayanya
penduduk pedalaman yang hidup bergelimang emas. Laporan ini juga
mengabarkan bahwa teknik pertanian di pedalaman Minangkabau sudah
sangat maju untuk ukuran zaman itu. Ini adalah satu-satunya laporan
dari pedalaman Minangkabau untuk periode ini. Total dalam periode 1400
M – 1800 M, pedalaman Minangkabau berada dalam kegelapan sejarah.7) 1800
M – 1900 M, Periode Revolusi Agama dan awal persentuhan dengan
kolonialisme Belanda. Diawali dengan kepulangan 3 orang haji dari Tanah
Hejaz yang sedang bergolak menentang pemerintahan Turki Usmani. Salah
seorang dari ketiga haji ini yang sempat belajar militer karena menjadi
anggota Kavaleri Jatnisar Turki ini membawa pulang faham Wahabbi ke
Minangkabau dengan tujuan melakukan pembersihan terhadap ajaran Syiah
yang saat itu menjadi agama mayoritas penduduk. Revolusi berdarah ini
berujung dengan ikut campurnya Belanda dalam Perang Paderi yang
berakhir tahun 1825. Kaum Adat yang berpusat di Batipuh dan Tanah Datar
terpaksa melibatkan Belanda karena 2 dari 3 wilayah inti Minangkabau
yaitu Luhak Agam dan Luhak Limapuluh telah jatuh kedalam pemerintahan
Kerajaan Islam Minangkabau yang berpusat di Bonjol. Huru-hara pasca Perang 
Paderi ini berakhir sekitar tahun 1900 ditandai dengan Perang Kamang atau 
Pemberontakan Belasting.
8 ) 1900
M – 1950 M, Periode Reformasi Agama ditandai dengan kembalinya Haji
Rasul murid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dari Mekkah.
Berkembangnya mazhab Syafii di Minangkabau dan munculnya kaum
intelektual didikan Belanda. Seterusnya terbentuknya
organisasi-organisasi pergerakan berbasis agama seperti Muhammadiyah
dan partai-partai politik. Periode ini adalah periode yang sangat
dinamis diantaranya diwarnai oleh peristiwa-peristiwa seputar revolusi
dan perang kemerdekaan, termasuk didalamnya Agresi Militer Belanda dan
periode PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia)9) 1950
M – 1966 M, Periode Kekacauan Politik, diawali dengan ketegangan pusat
dan daerah yang berpusat di Sumatera Tengah. Mencapai puncaknya pada
peristiwa perang saudara PRRI yang meluluhlantakkan Ranah Minang secara
fisik dan penduduknya secara mental. Antiklimaks periode ini adalah
peristiwa G30S/PKI.10) 1966
M – 1998 M, Orde Baru. Periode ini diingat sebagai periode pemaksaan
kehendak penguasa terutama tentang penyeragaman sistem pemerintahan
terendah di Indonesia dengan menerapkan sistem pemerintahan desa. Pada
periode inilah Nagari sebagai sendi terpenting kebudayaan Minangkabau
dihancurkan dan dikonversi menjadi kotak-kotak administrasi tanpa arti.11) 1998
M – Sekarang, Reformasi. Revitalisasi dan Reinterpretasi kebudayaan
menjadi topik yang hangat dibicarakan. Nagari kembali dihidupkan namun
kali ini dengan Trias Politica sebagai nyawanya. Keterwakilan Anak
Nagari dalam Parlemen Nagari merupakan eksperimen baru yang sedang
diujicobakan. Diluar itu gerakan pemuda dan kaum intelektual kampus
yang membawa paham Ikhwanul Muslimin lewat PKS mulai memberi warna baru
dalam masyarakat yang secara tradisional adalah warga Muhammadiyah.
Penerapan perda-perda syariat dijadikan aksi massal sebagai
penterjemahan reformasi ala Minangkabau. Sementara itu pemuda-pemudanya
semakin lupa dan asing dengan akar 
sejarahnya. http://laguminanglamo.wordpress.com/ 
http://tambominangkabau.wordpress.com

http://mozaikminang.wordpress.com
http://zulfadli.wordpress.com/























      







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke