Memanjakan Lidah Bukittinggi 

 

Friday, 16 October 2009 

 

IKON BUKITTINGGI, Jam Gadang dan Jembatan Limpapeh merupakan ikon
kebanggaan masyarakat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Berkeliling Kota
Bukittinggi mengunjungi pelbagai lokasi kuliner bisa dengan bendi atau
delman berkuda. 


BUKITTINGGI adalah surga makanan.Pusat jajanan,restoran besar,hingga
kedai-kedai kecil selalu ramai oleh penikmat kuliner.Apalagi,perkara
makan bagi orang Minangkabau itu prioritas. Orang "awak" ini tidak saja
melahirkan makanan-makanan yang enak rasanya, tetapi juga menghargainya.


Jika rasanya oke menurut lidah mereka, laris manislah. Jika hambar,
rugilah toke. Apresiasi mereka terhadap makanan sangat tinggi.Mereka
benar-benar menikmati sehidangan makanan. "Kalau mau kenyang,kita makan
di rumah saja. Kita makan di luar untuk menikmatinya," tutur Trides,
seorang budayawan di Bukittinggi. 

Trides menuturkan, di Sumatera Barat,rumah makan biasa timbul-
tenggelam. Tempat makan yang menjaga kualitas rasa akan bertahan.
Perjalanan kuliner di Bukittinggi akan dimulai dari nikmatnya Sate
Saiyo, nama generiknya Sate Biaro-di Jabotabek disebut sate padang. 

Sate Saiyo, adanya di Simpang Biaro,4 km dari Bukittinggi menuju
Payakumbuh- Pekan Baru. Sate Saiyo berupa warung kecil di pinggir jalan.
Mejanya hanya empat. Namun begitu dibuka sore hari, buru-burulah ke
sana.Sebentar saja habis. Bergerak sekitar 15 km ke timur,menuju Kota
Payakumbuh, terdapat pula sate terkenal.

Namanya Sate Danguang Danguang. Dinamakan demikian, sesuai dengan nama
daerahnya, Danguang Danguang.Sate Danguang Danguang yang berupa restoran
ini, unggul di dagingnya. Kuahnya agak merah, tapi tidak sekental kuah
Sate Agam. Berbicara soal sate padang,tak lengkap rasanya bila tak
mencoba Sate Mak Syukur, di Padang Panjang, atau Sate Mak Anjang di
Bukittinggi. 

"Dulu terkenal Sate Mak Aciak.Adanya di Pasar Atas Bukittinggi. Mak
Aciak meninggal,diteruskan oleh keluarganya. Sate tersebut ditinggalkan
oleh pelanggannya, karena tidak serupa dengan sate orangtuanya,"terang
Trides. Tradisi kepandaian memasak, ini menjadi soal penting di sana. 

Jika keturunan Mak Aciak mengabaikan tradisi tersebut, tidak demikian
dengan Rumah Makan Selamat, Rumah Makan Simpang Raya,Martabak
"Kaka",misalnya. Rumah Makan Selamat adanya di Kampuang Chino, di ruas
Jalan AYani,Bukittinggi.Rumah makan ini usianya sudah lebih dari
setengah abad. 

Kita boleh acungkan jempol, karena rasanya terjaga. Mau merasakan
makanan klasik Minangkabau,rumah makan Selamatlah tempatnya.Tukang
masaknya, turun-temurun. Ketika tukang masak utama absen memasak,
asisten senior yang menggantinya. 

Dengan demikian,rumah makan yang sudah ada sejak tahun '60- an tersebut
terjaga tradisi rasanya. Apa yang khas di Rumah Makan Selamat? Hampir
semua menunya excellent. Artinya, inilah masakan Minang sebenar Minang.
Rendang, cincang kambing, dendeng batokok, nasi goreng, benarbenar
terkesan di mulut. 

Untuk nasi goreng khas Minang, Selamatlah tempatnya. Nasi goreng
Selamat, digoreng dengan telur dan dibubuhi potongan daging garing. Dan,
ditambahi telur mata sapi, potongan sayur, tomat dan mentimun.Meski
porsinya cukup besar, nasi goreng Selamat tidak membuat mulut jenuh. 

Keberhasilan sebuah masakan, dapat ditandai ketika sesi makan sedang
berjalan. Tandanya adalah jenuh atau tidaknya di mulut. Bila mulut
jenuh, makanan tersebut membuat orang bosan. Mencari kesamaan nasi
goreng Selamat di Jakarta, adanya di Rumah Saiyo, Jatinegara, dekat
Stasiun Kereta Api. 

Ada pula soto. Di Jakarta dinamai Soto Padang. Bila pernah merasakan
Soto Sutan Mangkuto di Pintu Air,Jakarta Pusat,seperti itulah rasa soto
di Selamat. Di ujung Jalan A Yani, tidak jauh dari rumah makan Selamat,
tertera Martabak "Kaka".Ini jenis martabak telur,namun bukan Martabak
Kubang, atau Martabak Mesir sebagaimana dikenal di Jakarta. 

Martabak "Kaka" yang sudah berusia 70 tahun ini, tidak memakai daun
bawang, tetapi daun kucai - yang rasanya mirip dengan daun bawang.
Makanan lain yang harus dinikmati di sini adalah kerupuk sanjai.
Asal-usul kerupuk sanjai berasal di Nagari Sanjai yang terletak sekitar
3 km dari Kota Bukittinggi. 

Sedangkan singkong, didatangkan dari Nagari Gadut,juga di seputaran kota
Bukittinggi, arah jalan ke Medan. Singkong dari tempat lain, tidak
dipakai orang Sanjai,karena alasan rasa. Pasar Ateh menjadi ikon wisata
Bukittinggi.

Di pasar tradisional inilah dapat ditemukan pakaian muslim yang unik
buatan tangan, makanan siap saji terbaik di Indonesia dan makanan kecil
seperti kerupuk sanjai, bika, ampiang dadiah, lemang, kerupuk kulit,dan
sebagainya. 

Dekat Pasar Batingkek (pertokoan), ada ampiang dadiah dan es tebak. Apa
itu ampiang dadiah? Orang Minang menggolongkan makanan ini sebagai
makanan ringan.Padahal dilihat dari bahannya, makanan ini cukup berat
kandungan lemaknya.ampiang dadiah terbuat dari dadiah (dadih), susu
kerbau yang dikentalkan di bambu muda sampai asam. 

Mau tahu rumah makan Simpang Raya, Roda Baru berasal? Bukittinggi-lah
kota kelahirannya. Simpang Raya menjadi nama generik untuk rumah makan
Minangkabau. Nama rumah makan ini banyak ditemui, namun sebenarnya
pemiliknya adalah sebanyak rumah makan tersebut.(*) 

Oleh RIZAL BUSTAMI 
Culinary Traveler       

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/277312/38/

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke