INIlah yg menjadi permasalahan mendesak, bgmn membangkitkan perekonomian
pasca gempa, suatu pihak tlh mengeluarkan
masa darurat gempa sdh habis (maksudnya?),..wah kasihan Kota Padang dan
sekitarnya,.tentu ada kemudah-mudahan yg di berikan bank ke investor, dan
pengusaha yg kena gempa, mudah2 an, InsyaAllah
 Wass. Muzirman Tanjung

Sekitar 200 Ribu Pekerja Terancam PHK Akibat Gempa Padang

Minggu, 18 Oktober 2009 | 09:33 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Padang* - Akibat gempa 7,9 skala Richter di Sumatera
Barat yang merobohkan dan merusak pusat perdagangan, rumah sakit, serta
hotel-hotel di Padang, gelombang pemutusan hubungan kerja mulai terjadi.

Kamar Dagang dan Industri Sumatera Barat memperkirakan sekitar 200 ribu
pekerja di Sumatera Barat akan kehilangan pekerjaan.

Ketua Kadin Sumatera Barat Asnawi Bahar mengatakan sudah terjadi pemutusan
hubungan kerja terhadap karyawan hotel, mall, dan perusahaan yang hancur dan
rusak berat.

“Hotel Bumi Minang, hotel berbintang empat yang rusak berat dan akan
dirobohkan itu telah mem-PHK sekitar 200 karyawan dengan pesangon, saya
dengar, satu bulan. Hotel Ambacang telah mem-PHK 130 karyawan dengan
pesangon satu bulan, Hotel Rocky Plaza mem-PHK 120 karyawan dengan pesangon
tiga bulan, sedangkan pusat perbelanjaan Ramayana di Plaza Andalas telah
memindahkan 76 karyawan tetapnya ke daerah lain dan memberhentikan karyawan
kontrak,” kata Asnawi Bahar, Minggu (18/10).

Banyaknya PHK, menurut Asnawi, karena usaha kecil dan menengah di ruko-ruko
serta petak-petak toko di Pasar Raya dan Sentral Pasar Raya Padang juga
banyak yang hancur. Padahal pusat perdagangan ini memiliki ribuan pekerja.
Hal yang sama juga terjadi di sejumlah pabrik, usaha-usaha di rumah-toko dan
pasar tradisional serta UKM (usaha kecil menengah) dan petani yang memasok
produknya.

“Dampak gempa ini sangat besar terhadap perekonomian ke depan, terutama
terhadap pengusaha yang gedung dan usahanya hancur, gelombang PHK akan mulai
terasa tiga bulan ke depan, karena itu kami sangat berharap pemerintah
menjadikan gempa 7,9 SR sebagai bencana nasional agar ada bantuan khusus
untuk pemulihan dunia usaha di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang,”
kata Asnawi Bahar.

Untuk memulihkan perekonomian Sumatera Barat, menurut Asnawi, pemerintah
harus secepatnya membahas masalah ini sebelum pengusaha di Sumatera Barat
pindah ke daerah lain karena bangkrut dan kehilangan aset.

“Pengusaha yang mau eksodus harus ditenangkan, Perbankan harus memberi
keringan pajak atau restribusiterhadap pengusaha, agar mereka bisa bangkit.
Selain itu juga diharapkan bantuan dari Bank Dunia atau NGO internasional
untuk memberikan bantuan hibah kepada pengusaha kecil sebab sekarang banyak
yang usahanya hancur,’ kata Asnawi Bahar.

FEBRIANTI

n Tanjung.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke