"Saya Suka JK"
By : Jepe

Sore menjelang Magrib sambil santai_santai duduk dengan temen2 di lobi hotel 
tempat saya menginap di Kota Pinang ini saya menyaksikan berita yang 
ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta kita

Berita itu tentang sosok wakil presiden kita yang beberapa jam lagi akan 
pensiun mengakhiri masa baktinya selama 5 tahun sejak terpilih menjadi pasangan 
Presiden terpilih SBY tahun 2004,  ya siapa lagi kalau bukan M Yusuf Kalla atau 
populer di panggil dengan initial namanya JeKa (JK)

Dalam berita tersebut sosok JK yang tampil sederhana dan penuh senyum menggelar 
perpisahan dengan para wartawan serta para pembantunya (protokoler), ajudan dan 
segenap karyawan dilingkup istana wakil presiden, santai, suasana begitu 
mencair tidak ada kelihatan wajah tegang pada JK yang akan menjalani hari hari 
ke depan seperti masyarakat banyak. Ketika JK memberi sambutan seperti biasa 
selalu ada hal-hal menarik dan mengundang tawa bagi yang menyimaknya seperti 
ketika Ia bercerita saat menjabat Wakil Presiden jelang masuk pintu gerbang 
kantor dinasnya sehari sampai duduk di ruangannya minimal mendapat hormat ala 
militer sebanyak 12 kali lalu JK berkata "ya saya tidak usah memberi hormat 
pada Presiden karena ruangan kerjanya berbeda dengan saya" para hadirin 
tersenyum dan tertawa mendengar humor segar dari JK

Berakhir berita di televisi tersebut memang ada keharuan bagi saya jika sosok 
Wakil Presiden ini akan melepas jabatannya, saya memang menyukai gaya, lagak 
dan ragamnya sebagai orang paling penting di Negara ini memimpin bangsa selama 
5 Tahun terakhir

Masih ingat sama saya ketika Pilpres yang berlansung dua putaran tahun 2004 
saya memilih SBY yang berpasangan dengan JK, nah pada Pilpres 2009 ketika 
pasangan ini berpisah masing-masing maju menjadi Presiden saya memilih JK yang 
berpasangan dengan Wiranto, kalah memang malah sangat telak tapi saya puas dan 
bangga karena ini adalah pilihan hati saya tak seorangpun yang "menekan" saya 
bahkan orang terdekat yang saya cintai yaitu Istri saya yang jelas Ia tidak 
memilih JK walau Ia sempat memprotes saya dengan nada "ngenyek" 

"Uda deh bang pilih yang pasti-pasti aja kenapa" begitu kata istri saya yang 
ingin mempengaruhi saya menjatuhkan pilihan pada Capres yang lain

Saya tetap pada pendirian saya memilih sosok JK walau saya merasa yakin juga 
SBY bakalan tak terbendung untuk menjadi Presiden yang berpasangan dengan 
Boediono

Jika saya tidak merasa kecewa sedikitpun atas pilhan saya yang mempunyai hak 
satu suara sama dengan seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai hak pilih maka 
yang membuat saya memang kecewa berat adalah terhadap elit2 yang menjadi 
pejabat di daerah semisal Wali Kota yang juga jabatan politis dan pejabat ini 
elit Golkar serta tentunya kendaraannya menjadi Wali Kota diusung Partai Golkar 
juga tapi secara terbuka Ia berkata " pilih yang terbaiklah sambil mengacungkan 
 dua jari kepada wartawan saat ditanya"

Sungguh bagi saya sebuah sikap yang jauh dari etika berpolitik yang realistis 
dan logis bagi saya sesempit apapun di dunia politik yang katanya berubah-ubah 
penuh ketidak pastian dan banyak intrik-intrik serta manuver manuver yang 
kadang2 penuh pengkianatan tetap akan ada tersisa ruangan berpolitik yang 
beretika, bermoral, bermatabat, realistis dan logis,  seperti jika memang elit 
Golkar tentunya logikanya harus memilih JK (Ketua Umum Partai Golkar) walau 
secara pribadi elit tersebut dijamin kebebasannya memilih siapa saja oleh 
undang undang

Itu mungkin kekecewaan saya saat pilpres berlansung tapi tidak ketika pilihan 
saya JK dan ternyata kalah.

Disuatu sisi terlepas kelebihan dan kekurangan JK (semua manusia toh juga 
begitu) saya memang merindukan sosok pemimpin seperti JK yang bisa bertindak 
cepat, lugas dan responsif dalam hal-hal tertentu dalam mengambil keputusan 
disaat-saat darurat. Saya sadar apapun ceritanya segala sesuatu yang dilakukan 
JK sebagai Wakil Presiden tentu tetap keputusan yang Ia ambil harus mengaju 
pada Undang-Undang dan segala peraturan yang mengikat dan dapat dipertanggung 
jawabankan secara hukum dalam menjalankan roda pemerintahan 

Sebagai contoh keputusan yang harus segera bergerak cepat semisal menyangkut 
kepentingan masyarakat bawah, saat nelayan menjerit ketika BBM susah didapat 
mungkin karena pasokan atau sesuatu hal dan kalaupun ada harganya mahal maka 
perlu pemimpin seperti JK yang responsif dan bergerak cepat tentunya dengan 
meinstruksikan menteri terkait agar segera mengirim BBM kesana, atasi dulu 
dengan segera,  nanti telah selesai masalah baru berbicara bagaimana segala 
prosedur yang baku mengirim BBM dan membuat dokmennya untuk pertaggung jawaban 
sesuai aturan yang berlaku, begitu juga hal-hal lain yang perlu penanganan 
segera seperti masalah bencana, kerusuhan dan konflik sosial.

Masih ingat hikayat Dewa Agon saya,  ketika Bumi Terbakar sementara para Dewa 
diatas langit yang mengendalikan Bumi dan Manusia masih saja sibuk rapat, 
diskusi yang tidak ada keputusan serta menghabiskan waktu dan energi, sementara 
bumi semakin panas terpanggang , anak manusia mulai jadi korban, ketika Dewa 
Agon dan anak buahnya turun ke Bumi untuk mengatasi bencana terlambat sudah 
bumi sudah terpanggang dan manusia sudah mati dilalap api.

Sosok yang "lebih cepat lebih baik" itu memang ada pada seorang JK untuk 
menangani hal-hal tertentu apalagi menyangkut hidup rakyat kecil. 

Kegaguman lainnya saya pada sosok JK ini adalah penampilan sehari-harinya  
sederhana dengan kemeja batik atau kemeja biasa lalu sepatu kulit buatan dalam 
negri dan saya suka memperhatikan penampilan Ia di TV ketika di "close up" jam 
tangannya dengan tali kulit tipis dan sederhana tidak ada cincin2 batu permata 
yang wah di jarinya tidak seperti pejabat-pejabat daerah yang penampilannya 
serba wah pakaian dan barang branded mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki 
serta jari2 dengan  cincin batu permata mahal tidak saja satu tapi tiga !!! 
Maaf, bahkan seorang Camat berpenampilan seperti itu bukannya apa-apa saya suka 
bertemu camat kok,  ya camatkan  banyak di negara ini dan sangat  mudah ditemui 
oleh saya yang orang biasa ini.

JK sosok yang humoris dan bisa menerima kritik bahkan kritik yang sangat 
pribadi pada dirinya seperti jika Ia berpidato ada "busa" disudut bibirnya atau 
Ia diolok2 oleh acara-acara di tivi seperti Republik Mimpi tapi JK tak kalah 
hebat juga "melucu" menangkis olok2an di Republik awang-awang itu dengan 
humornya yang satir dan menyindir dan membuat para pelaku yang memerankan 
dirinya mati kutu dan orang yang memerankan dirinya hanya bisa tersipu malu

Begitu juga disela-sela kunjungannya kedaerah berpidato dalam tugas kenegaraan 
selalu saja ada humor yang menarik, sebuah humor yang halus dan tinggi bukan 
asal "ngebodor" kata2 bersayap dan satir tanpa keluar dari permasalahan yang Ia 
sampaikan dan jangan ditanya juga jika kapasitasnya bukan tugas negara tentu 
banyak humor2 segar yang humanism keluar dari mulutnya. 

JK adalah sosok yang gentlemen ketika Ia kalah dalam pilpres maka Ia 
mengucapkan selamat bagi SBY walau itu belum resmi serta hubunan mereka masih 
harmonis walau sempat "berpanas-panasan" dimasa kampanye bagi saya inilah 
sebuah "the best moment" berpolitik yang memang sangat langka dihadirkan oleh 
para elit kepada masyarakat saat ini

 KetikaJKmengucapkan selamat buat SBY dan sebagai Wakil Presiden JK tetap 
mendampingi SBY dalam tugas kenegaraan sampai berakhir jabatannya

JK akan pulang kampung, begitu kata penutup diakhir kampanye Pilpres ketika 
ditanya jika tidak terpilih, ya Ia akan menepati janjinya pulang kampung dalamn 
arti Ia akan lebih banyak lagi waktu berdampingan dengan masyarakat banyak, 
pasti di sisa umurnya saya yakin Ia akan berbuat banyak bagi bangsa ini 
tentunya dengan jalan dan cara yang. berbeda saat Ia sebagai Wakil Presiden

Selamat meninggalkan jabatan Wakil Presiden Pak JK seperti sebuah kalimat yang 
populer dari Almarhum Mbah Surip saya salah satu yang menyukai dan mengagumi 
anda dengan segala kelebihan (banyak) dan segala kekurtangan (sedikit) akan 
berkata

"I LOVE YOU FULL, PAK JK"

Kota Pinang, 19 Oktober 2009

NB

Foto surat suara Saya mencontreng JK adalah arsip sejarah hidup saya tersimpan 
dalam bentuk album digital 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... jupardi_jp
    • ... Lies Suryadi
      • ... mulyadiyuli
        • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
      • ... Syafrinal Syarien
        • ... jupardi_jp
          • ... Indra J Piliang
        • ... boes
    • ... sekretariat

Kirim email ke