Sanak yth.
Memang banyak perekaan sejarah berdasarkan antropo-fisik, antropo-linguistik, 
antropo-budaya seperti yang telah banyak diulas. Namun perlu juga mencocokkan 
waktu kejadian seperti yang telah diuraikan sanak Fitr, supaya tidak terjadi 
rekayasa sejarah yang terlalu mencolok.
Hal lain juga perlu dipelajari 'kelayakan' kebenaran beberapa informasi seperti 
uraian di bawah : apakah memang benar ada peperangan antara Minangkabau dan 
"Singhasari', dan atas dasar kepentingan apa? Karena ada ketidakjujuran 
akademis mengenai makna ritual penyerahan Amoghapasa, seperti yang telah 
ditulis selama ini. Sehingga kita juga perlu mempelajari hal-hal seperti 
keunggulan apa yang dimiliki oleh Singhasari pada masa itu dibandingkan 
kemajuan yang telah dicapai oleh Sumatera pada masa itu. Kemudian positioning 
beberapa kekuatan yang telah ada di Sumatera, seperti Sriwijaya, Melayupura, 
Minangkabau, hingga Pasai. Sehingga perlu diperiksa makna Pamalayu pada 
berbagai lokasi pada masa itu.
Dalam kaitannya dengan Gajah Mada, perlu dipertanyakan tentang riwayat para 
penegak Majapahit, seperti Gajah Mada dan Raden Wijaya, kenapa latar 
belakangnya tersamarkan oleh sejarah, padahal peran mereka adalah terpenting 
dalam sejarah Majapahit?
Saya pernah sampaikan beberapa tahun yang lalu, bila Uli Kozok sendiri saya 
curigai ragu dalam menentukan perbandingan kemajuan Jawa-Sumatera pada kurun 
waktu tersebut. Atau sebenarnya siapakah yang mengintervensi?
Mengenai intervensi Majapahit sendiri memang saya pernah membaca pernah 
dilakukan sepeninggal Adityawarman, jadi itu mungkin peristiwa di Padang 
Sibusuk. Namun pertanyaannya adalah kenapa melalui jalur jalan pedalaman, dan 
bukan serangan laut yang merupakan tipikal Majapahit? Dengan kata lain, 
serangan ke Pagaruyung dapat dilakukan oleh 'quasi' Majapahit yang ada di 
Sumatera dengan menggunakan jalur yang dikenali. Skenario kedua adalah 
'keberanian' ini telah mendapat dukungan internal, sehingga tidak perlu 
menghadapi 'seluruh masyarakat Minangkabau'. Kira-kira demikian paco-paco yang 
perlu didalami oleh sejarawan.
Sementara demikian tukuak-tambah.
 
Wassalam,
-datuk endang
 

--- On Sat, 10/17/09, Fitr Tanjuang <[email protected]> wrote:


AslmWrWb

Nan paralu bana disabuikkan adolah sumber referensinyo.

Ciek tanyo ambo, Gajah Mada ko kan jadi PM Majapahit samaso Hayam
Wuruk nan memerintah dari tahun 1350 s/d 1389, kalau indak salah.
Kok iyo lah sato inyo di parang Padang Sibusuak tahun 1276, lah bara
umuanyo wakatu jadi Mahapatih? 80 tahuan? Rasonyo indak mungkin doh...

Dibaco di wiki, Gajah Mada lahianyo tahun 1313.

Wassalam
fitr tanjuang
lk/35-/Albany NY

2009/10/17 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>:
>
> Assalamualaikum w.w. bung Zulfadli,
>
> Untuk memudahkan kita memahaminya, apa bisa dibuatkan diagram struktur 
> organisasi kerajaan Pagaruyung ini berdasar bahan-bahan yang sudah dapat Anda 
> himpun ?
>
> Nanti rasanya perlu juga dibuatkan batas-batas wilayahnya.
>
> Terima kasih.
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
>
>
>
> --- On Sat, 10/17/09, Zulfadli <[email protected]> wrote:
>
>> From: Zulfadli <[email protected]>
>> Subject: [...@ntau-net] Gajah Tongga Koto Piliang dan Gajah Tunggal Lubuk 
>> Jambi
>> To: [email protected]
>> Date: Saturday, October 17, 2009, 9:06 AM
>> Gajah Tongga Koto Piliang
>> Langgam Nan Tujuah Koto
>> Piliang ini
>> merupakan Pembantu Utama dari Rajo nan Tigo Selo dibawah
>> koordinasi
>> Basa Ampek Balai. Gajah Tongga Koto Piliang ini adalah
>> Panglima wilayah
>> selatan dalam alam Minangkabau. Di bawah pimpinan Gajah
>> Tongga Koto
>> Piliang inilah pasukan hulubalang Minangkabau dapat
>> mengalahkan dan
>> menghancurkan serangan dari pasukan Singosari yang dikenal
>> dengan
>> ekspedisi Pamalayu I pada tahun 1276 Masehi. Pertempuran
>> besar-besaran
>> ini terjadi di suatu lembah sempit yang pada waktu itu
>> dikenal dengan
>> Lembah Kupitan dan Sungai Batang Kariang. Karena banyaknya
>> mayat-mayat
>> bergelimpangan dan tidak sempat dikuburkan sehingga
>> menimbulkan bau
>> yang sangat busuk sehingga tempat itu dan sekitarnya
>> dikenal kemudian
>> dengan nama Padang Sibusuak. Perlu juga dicatat para
>> peristiwa
>> pertempuran besar-besaran tersebut muncullah hulubalang
>> muda yang
>> dengan gemilang dan tangkasnya membantu Gajah Tongga Koto
>> Piliang dalam
>> mengalahkan pasukan Singosari. Hulubalang muda itu adalah
>> Gajah Mada
>> yang dikenal kemudian dengan Maha Patih Kerajaan
>> Majapahit.



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke