Iko tulisan adiak ambo (Asma Sembiring) tentang pertemuan Ayek H. Rianah jo 
adiak bungsu laki-lakinyo Angku Muih. Ayek jo Angku Muih tingga di kampuang nan 
samo Guguak Tinggi Tabek Sarojo, namun karena kondisi kesehatan dan usia tuo 
agak jarang bana bisa basuo. Biasonyo kalau lai sehat Angku Muih akan datang 
bahari rayo ka rumah, sementara Ayek indak bisa tagak dari tampek tidua dek 
uzurnyo. Hari rayo kapatang mereka basuo dan adiak ambo manulihkan pertemuan 
mereka. Pengen bana ambo mambagi moment ko jo urang lapau.

Rasa Kasih Sayang
Asma Sembiring

Aku ingin saat itu berhenti sejenak.
Dalam hening yang memagut.
Mendengar desahan lembut udara yang masuk-keluar dari orang-orang di kamar itu.
Dalam tatapan kasih sayang mendalam.
Rasa cinta, penghargaan dan persaudaraan begitu kuat.
Sementara aku berdiri memandang lekat tatapan mereka dari dekat, mengamati 
penuntasan kerinduan mereka. Dunia mereka seperti berhenti berputar.
Setitik cemburu menerpa ulu hatiku menyaksikannya.

“Bagaimana kabar Angah* ”, mulut Angku** Muih bergeletar.
“Haaa”, yang ditanya balas bertanya.
“Kabar Ayek*** ”, ujarku bersuara sedikit kencang. Telinga Ayek membutuhkan 
nada yang lebih tinggi untuk bisa menangkap suara.
“Baik”, jawab Ayek.
“Masih ingat saya ?”, Angku bertanya lagi
“Ingat. Waang**** Muihkan ?.Masa tak ingat”, lalu, “Hehehehe”, keduanya 
tertawa, memperlihatkan beberapa gigi yang rompal.

Gemetar lengan Angku bergerak. Geletar gerakan itu terasa lama sampai akhirnya 
tangan Angku hinggap di lengan setipis mistar Ayek. Pemulihan stroke yang belum 
sempurna membuat gerakan Angku belum terkontrol.

“Kakakku ini yang dulu, membawa aku jalan-jalan ke Palembang dan Jakarta”, 
Angku berkata. Tangannya mengusap-usap lembut lengan Ayek. Setitik bening ia 
seka di sudut matanya. Mereka saling bertatap, lamaa. Mesra menurutku. Entah 
Ayek mendengar atau tidak kalimat Angku.

“Apa yang terasa di badan ?”, Angku bertanya kembali.
“Pegal”, jawab Ayek. Dua setengah tahun berbaring di atas ranjang  akibat usia 
tua, dengan keseluruhan aktifitas berpusat di ruangan 3 x 3 meter-kamar Ayek, 
tentu saja memenatkannya. Ia tak bisa memindahkan posisinya ke kanan dan kekiri 
sesukanya. Kalau hendak berpindah posisi, Ayek memanggil orang-orang di 
sekitarnya untuk membantu. “Tolong balikkan badan saya ke kanan atau ke kiri”, 
pintanya. Beberapa menit sekali, ia minta digurukkan punggungnya. “Gataal”, 
ujar Ayek. Ayek seperti bayi, yang butuh bantuan untuk bergerak.
Usia tua, tukak lambung dan jatuh dua kali di kamar mandi membuat Ayek yang 
berusia 94 tahun terpaksa menyerah pada kondisinya, berbaring telentang di atas 
kasur.

Sementara Angku Muih, lelaki usia di atas 80-tahun itu, pernah dua kali jatuh 
karena stroke, dan sedang berusaha mengembalikan kemampuan gerakannya, meski 
belum sempurna adanya.

“Sabar ya”, hibur Angku perlahan melanjutkan pembicaraan.
“Sholatnya gimana ?”
“Yaa sambil tiduran”, jawab Ayek.
“Banyak-banyak baca istigfar dan bertasbih. Do’a sama Allah agar rasa sakitnya 
tidak begitu terasa.”
“Iya”, jawab Ayek.

Dari balik mataku yang mengabut, aku lihat kakak-beradik itu menyorongkan 
tangan, berpamitan. Angku hendak bersilaturrahmi ke rumah adiknya yang lain. 
Momen itu diabadikan oleh tante, yang mendehem-dehem tanpa suara menahan sesak 
di lehernya. Matanya juga mulai mengaca.

Hari itu, Sabtu 19 September 2009, Hari Idul Fitri. Momen kasih sayang yang 
tertangkap ingatanku, diantara tebaran kasih sayang yang menyamak, mengelilingi 
udara kampung kami. Lebih bermakna dalam, karena untuk Ayek dan Angku Muih, 
pertemuan itu hanya bisa terjadi 1 kali setahun dan dalam kondisi kesehatan 
keduanya yang memungkinkan.

Lembang, 18 Okt 2009 


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke