Assalamu'alaikum W W

Sidi Bobby Lukman Piliang sarato dunsanak palanta nan terhormat

Partamo, ambo turut berduka atas musibah gampo nan menimpa sidi Bobby dan
keluarga di Padang. Semoga Sidi dan keluarga diberikan ketabahan dan
kesabaran dalam menghadapi musibah nangko.

Kaduo, tulisan "mangalasau" sidi ko taraso lamak di baco.
Lah lamo rasono kito dak bagaluik di palanta ko, pun lah lamo pulo rasono
kito indak bakuampeh di lapau nan "sabana" lapau. (padahal di bulan puaso
kito masih bakuampeh di KUBANG KALIMALANG nan di tutuik jo do'a mantari
sunaik)

Sasuai ambo jo tulsan sidi ko. Kito ko bukan penguasa, bukan pemilik
kekuasaan, pun bukan bagian dari presiden terpilih. Apopun pilihan sang
Presiden terlpilih, itu hak baliau dan selera baliau dalam mamiliah urang.
Nan di awak "urang lua" ko, bia lah ma amin sajo dan mancaliak dari jauah se
lah.

Ma amin jo mancaliak dari jauah ko pun, bagi ambo bukan  merupakan sikap
ketidak sukaan terhadap GF atau para mentri nan ado unsur Minang nyo. Ini
lebih pada kearifan kita dalam mengapresiasi apa yang terjadi.

Selama ini kita "terlalu suka" bersuka ria ketika "urang awak" ditunjuk jadi
pejabat. Sering kita tak melihat bahkan "membutakan" mata terhadap ada atau
tidaknya keuntungan pada kita sebagai komunitas urang Minang, ttg
pengangkatan pejabat tersebut. Saking berlebihan nya rasa suka, kita tak mau
ada orang lain mengkritisi sang pejabat pujaan kita tsb. Kalau perlu orang
yang mengkritisi itu dihujat dan di keroyok ramai-ramai. Entahlaaah!!!!!

Ada rasa khawatir, jika perasaan bergadang hati dengan pengangkatan pejabat
tersebut terlalu kita perlihatkan, takutnya ketika sang pejabat itu
tergelincir atau tidak mampu memegang amanah yang di embannya, bisa terumuk
pula kita nantinya. Kalau sudah begini, kita sering tidak mau tahu, atau
malah berbalik mencemooh. Padahal pejabat tersebut dulunya sangat kita puji
dan anjung tinggi.

Banyak contoh dalam skala kecil yang saya amati, terutama kita yang di
daerah. Ketika ada penguasa baru di salah satu daerah, entah ada atau tidak
unsur MINANG nya, berbondong-bondong kita malakok dan mengangkat dia jadi
ninik mamak, atau apalah namanya. Alasannya sederhana, agar kita bisa
dilindungi, atau berbagai macam alasan lain. Tapi, ketika sang pejabat
tersebut ternyata berbuat hal yang tidak benar dan tergelincir, bahkan
sampai masuk kandang situmbin, kita seolah tak mau tahu.

*Satu hal lagi selain "gadang hati" ini. *

Jika kita telisik agak kebelakang sedikit, ada persoalan yang saya sendiri
heran dengan kebiasaan ini. Dalam urusan usung mengusung calon pejabat, kita
sering melibatkan ORGANISASI SOSIAL (dalam hal ini ORGANISASI MINANG) baik
dalam skala kecil maupun besar. Padahal setahu saya ORGANISASI SOSIAL itu
dibentuk untuk kebutuhan "memperhatikan dan mengayomi" anggotanya, bukan
untuk dijadikan justifkasi dukungan politik.

Rasanya melibatkan ORGANISASI SOSIAL terutama ORGANISASI MINANG dalam
memberikan dukungan politk ini harus dihentikan. Yang pasti, setiap kegiatan
organisasi dilakukan, pertanggungjawabnnya adalah ke anggota organisasi
tersebut, bukan pada calon pejabat yang di dukung. Ini sama saja artinya
"sang" pembawa aspirasi dukung mendukung ini mengebiri hak anggotanya
sendiri.

*Tentang dua alinea terakhir dalam tulisan "mangalasau" sidi d bawah*.

Jika Pak GF memang sebentar lagi akan dilantik jadi MENTRI, tentu kesempatan
untuk memimpin SUMBAR terbuka lebar untuk siapapun bukan?? Apalagi generasi
mudanya.
Kini, ketika Sidi sedang di RANAH, sudah tampak kah siapa yang layak untuk
menggantikan posisi SUMBAR 1 itu??

Apalagi melihat RANAH MINANG yang saat ini LULUH LANTAK diterpa bencana,
tentu harus kita cari orang yang LIGAT, TEGAS, dan MAMPU membangkitkan RANAH
TERCINTA ini dari kesedihan dan keterpurukan bukan??
Sebut lah satu-satu mulai dari sekarang.
Dan tentu kita tidak lupakan bahwa kita harus cepat keluar dari
ketertinggalan akibat bencana ini.

Itu saja sedikit urun rembug menyambung tulisan "mangalasau" Sidi Bobby
Lukman Piliang sebelumnya.
Tulisan Sidi Bobby ini semakin membukakan mata saya terhadap euforia yang
berlebihan.
Sekali lagi, terimakasih pencerahannya Sidi. Do'a saya, semoga selama Sidi
berada di RANAH, semakin banyak pencerahan lain yang bisa Sidi bagi ke kami.
Dan selamat menjalankan tugas membantu dunsanak kita dikampuang yang
tertimpa musibah.

Dan maaf jika ada yang kurang berkenan dalam bertutur tulis.

Wassalam W W

ABS. Rangkayo Mulia



Pada 21 Oktober 2009 11:36, Sidi Boby Lukman <[email protected]>menulis:

> Gamawan dan (kok) Kita yang Gelisah
> (sebuah tulisan mangalasau)
>
> Semua orang berkomentar ketika Gamawan dipanggil SBY ke CIkeas untuk
> diwawancarai dan dijadikan sebagai salah satu mentreri di kabinetnya. Ada
> komentar yang mendukung habis habisan, sekedar mendukung saja dan berucap
> selamat, ada yang optimis Gamawan akan berhasil namun ada juga sebaliknya
> yang bersuara keras menentang. Apalah kita ini, Presiden bukan, penguasa
> bukan. Gamawan jadi Menteri apa urusan kita, apa untungnya bagi kita kalau
> Gamawan jadi Menteri, ada dunsanak kita yang akan diajaknya masuk ke
> Departemen yang akan dipimpinnya itu atau sebaliknya ada dunsanak kita yang
> akan tercampak kalau Gamawan duduk disana.
>
> Ini bukan soal sikap tidak peduli atau apalah namanya dalam bahasa Minang.
> Tapi mari bersikap biasa biasa saja, Gamawan jadi Menteri itu khan karena
> ada yang memilihnya dan sudah garis hidupnya pula bahwa pada Bulan Oktober
> ini dia dilantik jadi Menteri (Insya Allah).
>
> Saya mau berbagi cerita sedikit di palanta ini, dulu sekali ketika masih
> bersekolah dengan celana merah sampai biru, setap bulan Maret setelah
> Suharto kembali jadi Presiden RI, banyak orang di Padang (waktu itu)
> bergeduru di depan TV untuk menonton Suharto yang mengumumkan nama nama
> pembantunya. Dan kita waktu itu mulai dengan catatan siapa nama orang
> Minang, peranakan Minang, minantu orang minang atau berbaun minang yang jadi
> Menteri. Begitu bangganya kita akan hal itu. Bersorak keliling rumah tanda
> senang ada juga orang minang yang jadi Menteri. Bagolak benar rasa hati jika
> orang minang atau berbaun minang itu jadi menteri setiap tahun bertambah.
> Sampai pada suatu waktu Tuan Gus Dur tidak memasukkan satupun nama orang
> minang duduk di kabinet. KIta mengerutu, menyumpah bahkan mencela Gus Dur.
> Gus Dur kita cap lupa akan sejarah dan tidak memahami faktor faktor
> keseimbangan etnis.
>
> Obat luka dalam akibat "ditinggalkan" Gus Dur itu datang pada waktu
> Megaawati menggantikan Gus Dur. Pun kita dengan tanpa malunya ada yang
> menyebut bahwa Megawati itu ibunya berasal dari Minang yang merantau ke
> Bengkulu. Segala macam tali temali kita tautkan agar tersambung dan
> melegitimasi khayalan kita bahwa benarlah adanya Megawati itu beribukan
> wanita Minang yang merantau ke Bengkulu. Ada ada saja.
>
> Tradisi orang Minang jadi Menteri terus terpelihara hingga kini. Setelah
> pada Kabinet IB jilid I nama orang Minang masuk dalam jajaran, kali ini pun
> kita beroleh berkah (kata sebagian orang) karena orang minang ada di dalam
> kabinet.
>
> Sekarang mau apa kita orang luar ini. Saya menyebut kita orang luar karena
> bukan kita punya kuasa untuk mengiyakan atau juga meng-indak-kan keinginan
> SBY. Siapalah kita. Gamawan jadi Menteri Dalam Negeri, Patrialis, Nila A
> Moeloek, Uniang Linda, Tifatul Sembiring tentu ada untungnya bagi kita,
> paling tidak untungnya ada anak kemenakan kita, uda kita, adik kita yang
> jadi orang dan bisa keluar masuk istana. Kebanggan kata orang berbahasa
> indonesia. Soal dia berhasil atau tidak berdoa sajalah. Soal adanya
> tanggapan dari pengamat dia pantas atau belum pantas itu hak pengamat juga.
> Tentu mereka bicara ada dasarnya, atau ada referensinya. Yang menyebut
> Gamawan belum pantas tentu dari kacamatanya, dan sebaliknya juga begitu bagi
> yang menyebut Gamawan sudah pas untuk posisi itu, termasuk SBY sendiri.
>
> Saya tidak hendak mendukung pilihan SBY atau juga menolaknya karena saya
> tidak memilih SBY, jadi sebagai orang kalah (karena saya memilih JK) saya
> tentu tau diri dan tidak mau campur dalam urusan ini. Lagipula siapa saya,
> saya mengenal SBY, tapi SBY itu benar yang tidak kenal saya. Ha ha ha...
>
> Hikmah dari jadi jadi menterinya Gamawan adalah seperti kata Benni, terbuka
> kesempatan bagi kaum muda minang untuk ikut berpacu menuju kursi Sumbar 1.
> Dukung sajalah Gamawan itu jadi menteri baik untuk dia dan tentu baik untuk
> sebagian kita yang mendukungnya.
>
> Saya cuma berharap, kita orang minang ini marilah berkaca pada masa lalu
> dan merencanakan sesuatu yang lebih baik dimasa depan dengan potensi dan
> realitas sumber daya yang ada. Minang ini sudah cukup lama terpuruk. KIta
> harus bangkit. kita harus berbenah agar tidak makin tergilas.
>
> Salam
> BLP - 33 thn Jakarta/Padang
> Korban Gempa
>
> ------------------------------
>  Berselancar lebih cepat.
> <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
> Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2
> halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di
> sini! (Gratis) >
> <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>




-- 
Arief Rangkayo Mulia....
39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam
Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA
HP : 0813 1600 7756

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke