"Beranilah beda, beranilah benar, beranilah pulang! Maka, demokrasi akan sehat, 
oligarki akan punah, hubungan batin akan sumringah..."

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Fri, 23 Oct 2009 03:59:34 
To: FPK<[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] FATSUN SELAK MENYELAK (TANTE NILA & OM 
DJOKO)

Uda Jauzi, tulisan dan pengetahuan yg luar biasa. Dua jempol utk anda. Ranji 
keluarga yg anda tulis ini baik sekali. 

Bbrp rmh sakit dikelola dgn baik oleh keluarga Moeloek ini. Sampai kini, sy 
termasuk paling puas dgn pelayanan medik yg diberikan. 

Salam hangat, 

Ijp
"Beranilah beda, beranilah benar, beranilah pulang! Maka, demokrasi akan sehat, 
oligarki akan punah, hubungan batin akan sumringah..."

-----Original Message-----
From: Achmad Jauzi <[email protected]>
Date: Thu, 22 Oct 2009 07:28:43 
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] FATSUN SELAK MENYELAK (TANTE NILA & OM DJOKO)

Terus terang saya sangat terkejut Tante Nila (sok akrab mode on, padahal gak 
kenal) tidak jadi diangkat menjadi menteri. Saya yakin Tante Nila beda dengan 
pengurus parpol yang memang sangat berambisi. Bagi calmen atau calon menteri 
(sekarang sudah menjadi menteri) yang berasal dari parpol, saya yakin mereka 
sangat berambisi menjadi menteri. Hal ini bisa dilihat dari majunya para ketum 
parpol jadi menteri (ternyata cita-cita para ketum parpol kita cuma 
segitu-gitunya), ekspresi muka yang berseri-seri dan cengar cengir sambil 
melambai ke arah wartawan dengan berbusana pasien di RSPAD, jelas sekali mereka 
sangat bahagia ambisi jadi menteri akhirnya kesampean juga.

Saya coba cari-cari info mengenai Tante Nila Moeloek ini khususnya dari 
keluarga ibu yang orang Minang. Sebelumnya saya sudah lama mendengar tentang 
kehebatan keluarga beliau, khususnya dari teman-teman fakultas sebelah saat 
kuliah di salemba. Ternyata keluarga Tante Nila lebih hebat dari yang saya tahu 
selama ini, mereka sangat terpandang di kalangan orang Minang (sama terpandang 
dengan keluarga suaminya). Ayah Tante Nila adalah Prof. Nizar seorang ahli THT 
yang kemudian membuka RS THT di Jl. Kesehatan. Saudara kandungnya (saya tidak 
tahu adik atau kakak) adalah Ir. Adirizal Nizar, salah satu mantan Direktur di 
Astra. Suami Tante Nila (Om Farid Moeloek) adalah anak  Abdoel Moeloek (dokter 
yang dijadikan nama RSUD di Bandar Lampung). Salah satu adik suaminya adalah 
Nurman Moeloek (Guru Besar FKUI), suami dari kakak iparnya adalah Udjang Yusi 
(Guru Besar FKUI), iparnya lagi adalah Ir. Raysuli Moeloek (Presdir PT. IKPT). 
Salah satu besan Tante Nila dan Om
 Farid adalah salah satu mantan Deputi Gubernur BI (sumber informasi saya tidak 
dapat menjelaskan nama dan kapan periode  jabatannya)...Meskipun mungkin tidak 
sekaya pengusaha konglomerat seperti Om Ical, Om JK, Om Fadel, atau Om MS 
Hidayat...saya kira Tante Nila sudah kaya dari sononya dan tentu saja sangat 
berpendidikan...

Saya yakin kalau figur seperti Tante Nila, di usia yang sudah cukup tua, tidak 
punya ambisi jadi menteri yang sangat tinggi seperti para pengurus partai itu. 
Saya yakin (meski tidak bisa memastikan dengan bukti), Tante Nila ini tidak 
memajukan diri jadi menteri dan kedatangannya ke cikeas untuk Fit & Proper 
semata-mata karena dipanggil SBY, bukan minta dipanggil.

Saya dapat membayangkan perasaan beliau setelah ternyata tidak jadi diangkat 
dan kemudian "dihembuskan" isu bahwa Tante tidak lulus tes kesehatan, lebih 
spesifik tes kejiwaan. Sulit untuk masuk logika saya, seorang seperti Tante 
Nila tidak lulus tes kesehatan apalagi tes kejiwaan. Apalagi dikaitkan dengan 
masalah kejiwaan menghadapi stress akibat beban kerja. Yang bener aja, apa 
mungkin seorang seperti Tante Nila kondisi kesehatannya buruk (setidaknya 
dibandingkan dengan calon menteri lain yang seumur?)...Apalagi masalah kejiwaan 
yang dihubungkan dengan "beban kerja" menteri yang berat...

Lebih aneh lagi ternyata yang akhirnya jadi Menkes adalah Tante Endang yang 
"baru" menjabat eselon II...Saya juga tidak kenal Tante Endang, namun menurut 
saya seorang eselon II tidak layak menjadi menteri...Jika memang Tante Endang 
sudah dikader jadi menkes, mestinya dinaikkan jadi eselon I setahun lalu 
(minimal enam bulan  lalu) untuk melihat kemampuannya...Nyelak jabatan dua 
tingkat menurut saya adalah karbitan...Bisa saja dia naik dua tingkat tapi 
harus melalui tangga sebelumnya meski dalam waktu singkat...Jadi, seorang 
"STAR" tetap harus melalui semua tangga namun waktunya singkat...Sementara 
seorang "ORDINARY" melewati  setiap anak tangga dengan perlahan-lahan, sehingga 
karirnya tidak sampai di puncak.

Ternyata mengangkat orangnya dengan menyelak hirarki jabatan bukan yang pertama 
dilakukan SBY. Seingat saya, sebelum menjadi KSAU, Om Djoko Suyanto adalah 
Asops (bintang dua), sementara yang menjadi WaKSAU adalah Om Herman Prayitno 
(bintang tiga)...Kemudian Om Djoko menyelak jadi KSAU (bintang tiga, kemudian 
bintang empat)...Setelah Om Djoko naik jadi Pang TNI, baru Om Herman naik jadi 
KSAU (bintang  empat)...Padahal di TNI tidak ada tradisi seperti itu...Untuk 
nambah melati atau bintang ada urutannya...Misalnya untuk jadi Danyon seorang 
Mayor yang baru lulus Sesko harus melalui jabatan Kasi Ops, ikut kursus Danyon 
dll...baru bisa promosi...Seorang bintang dua harus melalui jabatan bintang 
tiga (meski singkat) baru naik bintang empat...Tapi ini bisa nyelak "tradisi" 
tersebut...

Mungkin beberapa orang akan mengatakan...Itu terserah presiden...Itu hak 
prerogatif presiden...Saya ngerti hal itu...Tapi sebaiknya hak istimewa 
tersebut tidak digunakan untuk mempermalukan seseorang...

Saya salut dengan Tante Nila yang ternyata tetap hadir dalam sertijab 
Menkes...Meski datang sebagai isteri mantan menkes....

Terus berkarya Tante Nila...Saya tidak kenal anda, juga bukan karena nepotisme 
urang awak...Saya doakan Tante mendapatkan hikmah atas kejadian ini dan ALLAH 
memberikan yang lebih baik daripada "cuma" jadi menteri...Amien...





      

[Non-text portions of this message have been removed]



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke