Urang Balituang juo alah maimbau umeknyo utk manyalamaikkan bhs mereka..... manolah saruan utk manyalamaikkan baso Padang/Minang?
Lestarikan Bahasa Belitong <file:///C:\Documents%20and%20Settings\user\Local%20Settings\Temp\Rar$EX 00.765\index.html> Begalor.com - Perdakan ( Peraturan Daerah ) dan masukkan bahasa Belitung ke dalam salah satu pelajaran di sekolah-sekolah dalam bentuk muatan lokal. Seperti halnya di daerah lain, Minang - Jawa dan sunda. Mereka memiliki mata pelajaran dalam bentuk muatan lokal, Dengan begini kekayaan lokal dalam bentuk Bahasa bisa lestari, Bahasa lokal adalah cerminan jati diri dari daerah tersebut, semisal pulau Jawa mempunyai khasanah yang kaya dari penuturan-penuturan bahasa lokalnya banyak penuturnya (sekitar 75.200.000 penutur) ketimbang bahasa Indonesia yang hanya dipakai sekitar 15% penduduk Indonesia Lalu bagaimana dengan pulau Belitong sendiri Pulau Belitung menggunakan bahasa Melayu yang juga Ibu dari bahasa Indonesia maka bahasa melayu Belitung sangat mudah dipahami dibandingkan dengan bahasa Jawa. seperti halnya bahasa Jawa mempunyai ragam tingkatan demikan juga dengan bahasa Belitung juga mengalami hal yang sama tingkatan yang paling sulit dengan istilah Bahasa Belitong tepuk tapi yang lebih unik tiap daerah dipulau Belitung dipesisir mempunyai logat dan karakter tersendiri dalam pengucapan Bahasa lokal hal ini sudah terbukti salah satu guru dari Tanjungpandan dan mengajar di daerah Membalong kesulitan berkomunikasi dengan murid-muridnya lantaran faktor bahasa lokal pesisir yang tidak di mengerti Pulau Belitung kususnya di Tanjungpandan bahasa lokal Belitung sudah mulai mengalami kepunahan hilang dari penuturan Menurut bang Rayini dalam acara di radio BFM membahas bahasa lokal, dan beliau salah satu pemerhati bahasa di Belitung menghilangnya bahasa Belitung ini, lantaran generasi muda Belitung yang telah "menyimpang" mengunakan bahasa . Faktor dukungan keluarga juga berpengaruh. Umumnya generasi keluarga muda juga telah menolerir maraknya pengunaan bahasa yang bukan asli Belitung yaitu bahasa gaul atau bahasa inprovisasi. Penggabungan berbagai bahasa dari bahasa Indonesia sampai bahasa daerah lain dalam hal ini bahasa Betawi Jakarta perlahan-lahan memudarkan bahas lokal Belitung Sebuah stasiun Radio BFM di Tanjungpandan sejak awal memposisikan diri sebagai Radio Bilitonese sudah berkomitmen memajukan bahasa Daerah. Meskipun hanya 70% penggunaan bahasa lokal sebagai media penyampaian untuk berkomunikasi sebab Radio BFM juga meng-akomodir orang-orang yang telah membangun Belitung dari etnik suku lain. "Kami mengunakan bahasa Indonesia dan bahasa Belitung" ujar Ozzie dari radio BFM 104.6 FM. Sedangkan dari pengalaman Radio BFM sendiri dalam mencari penyiar memang terasa agak kerepotan melakukan serakaian audisi atau tes para calon penyiar umumnya peserta audisi ketika itu mengunakan bahasa gaul Jakarta. Namun ada juga mantan penyiar radio lain yang juga ikut audisi dan mereka cukup susah berkomunikasi dengan bahasa Belitung. Kosa kata yang di gunakan mantan penyiar Radio lain pada umumnya sering berulang-ulang seperti contoh kosa kata KAYAKNYA dan YANG PASTINYA. dan ini tidak memperkaya Khasana bahasa yang seharusnya banyak pembedaharaan kata dari bahasa lokal sebagai penyampaian didalam siaran Radio yang dekat dengan Masyarakat. Penggunaan bahasa memang harus pas didengar oleh masayarakat coba bayangkan kosa kata penggabungan bahasa gaul Jakarta dikombinasikan dengan bahasa Belitung contohnya " Gue akan putik katis itu atau Kalau Gue mah tebang aja pohon itu" ini tentu terasa sangat janggal didengar oleh masyarakat. Radio BFM memerlukan waktu yang panjang untuk mentraining Penyiar Radio untuk menghilang kata KAYAKNYA atau penggunaan YANG PASTINYA. karena pengunaan dua kosakata tersebut menjadi sangat seragam di gunakan di stasiun Radio- Radio yang ada di Belitung sehingga tidak kaya lagi. Bahasa anak muda atau Gaul adalah pengaruh budaya Popular saat dan akan terus berlanjut. Masayarakat harus peduli bahasa lokal sebagai jati diri dari daerah sekaligus pelestarian budaya lokal Kepedulian Radio BFM akan pelestarian budaya bahasa lokal ini di bedah dalam acara Begalor.com yang terdiri dari Host. Radio BFM 106.6 Ozzie, Mansyur, Rahini, dan Usni Mariosa ( Ki Agus Wahyudi ) Sumber : http://begalor.com/online/2009/01/lestarikan-bahasa-belitong/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
