"Beranilah beda, beranilah benar, beranilah pulang! Demokrasi sehat, oligarki 
punah, hubungan batin sumringah..."

-----Original Message-----
From: korandigital <[email protected]>
Date: Sat, 24 Oct 2009 09:12:37 
To: [email protected]<[email protected]>
Subject: [Koran-Digital] IJP : JK: Saudagar Indonesia


JK: Saudagar Indonesia
Saturday, 24 October 2009
Tepat pukul 10.23 menit, paling tidak di jam tangan saya, Boediono 
membacakan sumpah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) 
2009–2014.


Otomatis, Jusuf Kalla (JK) tidak lagi menjadi Wapres RI.Selama lima 
tahun menjadi Wapres RI dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, JK muncul 
sebagai fenomena. Dia mendobrak tradisi wapres sebagai ban serep atau 
pemain pengganti.Peranan besarnya sempat memunculkan masalah: “SBY-JK: 
duet atau duel?” Pers mencium proses pengambilan kebijakan- kebijakan 
resmi negara yang mendapatkan sentuhan Presiden SBY dan Wapres JK berada 
dalam pilihan berbeda.

Ketika JK memberikan sambutan dalam serah terima memori akhir jabatan 
dengan Boediono, dia sempat juga berucap: “Kalau ban serep itu kan 
berarti siap menggantikan presiden.” Rupanya JK masih ingat bagaimana 
Megawati Soekarnoputri menjadi “ban serep” Abdurrahman Wahid. Itulah JK. 
Dia berpikiran rasional. Kekalahan dan kemenangan baginya sama saja. 
Kalaupun ada raut kelelahan dalam dirinya selama proses pilpres, itu 
bukan wajah penyesalan.

Dia berjalan berkeliling ke pelbagai daerah, menyaksikan para pejabat 
negara tidak ada yang ikut serta,tetapi pada saat bencana alam di 
Sumatera Barat,ia kembali dikerubungi oleh para menteri kabinet.Toh 
sikapnya sama santainya, di muka dan di belakang orang. Jangan harap 
tanpa argumen jelas kita bisa memenangi perdebatan dengannya, apalagi 
kalau menyangkut like or dislike. Dia bukan tipe asal bapak 
senang.Ketika saya kirimkan SMS bahwa Kec V Koto Kampung Dalam, Padang 
Pariaman, termasuk lokasi yang parah terkena gempa, JK mengeceknya lewat 
tokohtokoh lain. Dia memang datang ke Kampung Dalam, tetapi ternyata 
lokasi bencana di Tandikek,Kec Patamuan,tidak bisa dicapai dalam waktu 
singkat.

Dia banyak memiliki informan dan informasi mengingat hubungan dekat yang 
dia bina dengan banyak orang.Tidak peduli orang itu berpangkat atau 
tidak, dia bisa mengingat namanya dengan jelas. Dalam teori 
kepemimpinan, dia termasuk tipe solidarity m a k e r . Namun tipe itu 
bisa dia mentahkan dengan tidak larut di dalam lingkungan terdekatnya, 
yakni dengan menumbuhkan disiplin atas waktu dan agenda.Begitu juga dia 
bisa bergerak di luar jadwal, menyuruh berbelok ke kanan kalau protokol 
resmi mengarah ke kiri. Dengan cara itu, dia bisa melihat “masalah” 
dengan cara terbalik: pembangunan sebuah bandara, fasilitas untuk korban 
bencana ataupun menjadi saksi atas realitas.

*** Di antara mantan wapres dari kalangan sipil,JK mungkin segera jadi 
legenda. Muhammad Hatta menulis sendiri memoarnya, begitu juga 
menerbitkan surat-menyurat dengan banyak tokoh sezaman. Hatta memang 
seorang penulis hebat dan jenius.Adam Malik memiliki beberapa misteri 
tak terjawab sekalipun dia juga seorang jurnalis. Tidak banyak catatan 
Adam Malik yang bisa dicermati, terutama dari sisi hubungan diplomasi 
antarnegara yang coba dia bangun. BJ Habibie juga sama rumitnya, 
memasuki ceruk teknologi kelas tinggi,sehingga sedikit orang yang bisa 
mengikuti.

Sementara JK: bisa berbicara lama,tetapi juga bekerja lebih lama lagi. 
JK bukan tipe penulis ulung seperti Soedjatmoko untuk menjelas-jelaskan 
apa yang ingin dia lakukan. JK mengandalkan desain awal,berdasarkan 
poin-poin singkat, lalu melaksanakan. JK memang keturunan saudagar 
pribumi sebelum kemerdekaan. Usaha keluarganya sudah berlangsung selama 
70 tahun lebih, sementara usia JK sendiri baru 67 tahun. Usaha keluarga 
JK sudah ada sebelum dirinya lahir.

Kaum saudagar mendapat citra buruk dibandingkan dengan para bankir dalam 
zaman kontemporer ini.Padahal,berkaca pada sejarah, saudagar-saudagar 
pribumi inilah yang membentuk lembagalembaga yang kemudian berubah 
menjadi masyarakat sipil dan politik.Ingat saja Sarekat Dagang Islam. 
Haji Samanhudi mustahil menjadi tokoh pergerakan apabila tidak memiliki 
cukup dana untuk mengadakan pertemuan dengan kalangan aktivis 
pergerakan, kaum intelektual, dan saudagar lain di zamannya.

Demokrasi, ketika muncul, juga diusung oleh para saudagar yang ingin 
keluar dari kelas aristokrat (termasuk tentara) dan kaum agama. Namun, 
para pengkritik JK lebih menyukai kalangan bankir. Itu sah-sah saja.Yang 
tidak proporsional adalah membumihanguskan segala hal yang dilakukan JK 
selama di pemerintahan dan politik. JK tentu tidak minta ucapan terima 
kasih sebagaimana juga para veteran lain di pentas politik dan 
pemerintahan.Yang perlu dilakukan hanyalah mengatakan bahwa JK telah 
melakukan sesuatu secara berbeda.

Stabilitas pemerintahan jauh lebih terjamin dibandingkan dengan masa 
2004–2009.Padahal,tantangan yang dihadapi jauh lebih rumit akibat perang 
global menghadapi terorisme–– terutama di dalam negeri––, guncangan 
krisis ekonomi dunia dan lautan bencana yang menempatkan Indonesia di 
atas tungku api. JK sudah memimpin rapat resmi sebanyak 420 
kali,ditambah dengan rapat-rapat nonresmi lain, termasuk bergerak ke 
seluruh penjuru Tanah Air.

*** Kini, JK sudah menjadi orang biasa. Dia kembali menemukan kemacetan 
di jalan-jalan raya. Namun, dari segi pergerakan, dia jelas lebih bebas. 
Dia bisa ke mana saja tanpa harus mengikuti aturan protokoler apa pun. 
Dia mungkin menjadi guru di sekolah atau universitas tertentu.Dia juga 
akan hadir dalam pengajian-pengajian di banyak masjid dan pesantren. 
Yang paling utama,dia pasti menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak 
dan cucu-cucunya. Dia telah dibebaskan dari tugas-tugas rumit yang 
menyita waktu dan segalanya.

Keluarga kini menjadi fokusnya. Apa JK tidak memiliki perhatian lagi 
kepada bangsa dan negara? Tentu punya. Barangkali dia lebih melihat 
potensi dari kalangan muda yang kelak menjadi pemimpin di dunianya 
masing-masing. Saya termasuk orang yang memiliki keyakinan betapa JK 
akan bergerak dari satu kelompok ke kelompok yang lain, berdiskusi apa 
saja. Beberapa kali dia melakukannya: berbicara dalam sebuah lingkaran, 
lalu menjawab pertanyaan siapa saja yang hadir.

Seperti Haji Samanhudi, HOS Tjokroaminoto atau sebut saja Haji Hasyim 
Ning, Haji JK adalah saudagar tua yang berpikiran terbuka. Dia tidak 
dididik di bangku universitas dalam waktu lama dan memiliki tradisi 
akademis yang tinggi, tetapi pengetahuan dan pengalamannya bisa 
menghasilkan kajian-kajian akademik bermutu. JK adalah saudagar 
Indonesia. Hanya orang-orang yang tidak membaca buku tebal sejarah 
Indonesia yang alergi kepada saudagar seperti dia. Orang-orang yang 
barangkali lebih paham data-data statistik lembaga-lembaga 
internasional, tetapi tidak pernah datang ke sebuah pasar tradisional 
dan bertanya tentang harga cabai keriting.

Saudagar keliling, begitu barangkali dia akan disebut nanti, dengan 
pengalaman panjang mengelola negara dan nonnegara.Dia mungkin juga akan 
dilupakan, tetapi sejarah sudah mencatat namanya. Selamat pulang 
kampung, Pak.(*)

Indra Jaya Piliang
Fungsionaris Partai Golkar


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/279151/

“Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang 
sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.” -- Otto Von 
Bismarck
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke