Reni Sisri Yanti wrote: > om dut, mak ngah, apo di sumpur kudus tuh hp ado sinyalnyo ndak? Kalau indak > yo bedo ma, krn kini kampuang2 wak yg la badariang pun kadang jarang bagunoan > tlp tu, krn la byk hp masou kampuang yg ndak do biaya beban bulanannyo do, > trus mak ngah, maaf sabalunnyo dr pado cuma melihat , menunggu , kalau bisa > mambantu mentri2 minang tu kan ancak yo mak ? Ya spt tim sukses mentri2 tu, > saroman ide2, saran2, tantu yg bs mandakek ka beliau2 tu, sukses mereka tu > sukses wak basamo pulo, gagal mrk malu wak basamo pulokan? Tantu yg bana2 > bisa , yakin bisa, bisa mambuek 4 mentri tu sukses, jgn cuma mendukung, > melihat sajo, yg bisa bantu, bantu lah, jaan sampai 100 hr mentri2 awak tu > tacampak, > renny,ancol > baru bisa pny ktp n byr pajak,mengunakan alat2 komunikasi, menjadi wanita > baek2, menaati hukum he he he > ajo duta wrote: >> Semoga janji tidak tinggal janji. kau yang berjanji kau yang >> memungkiri, seperti kata sebuah lagu >> On 10/24/09, sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote: >>> >>> Mari kita lihat kapan Sumpur Kudus akan berdering... >>> Salam, >>> --MakNgah >>> Sjamsir Sjarif >>> >>> Syafii Maarif: Sumpur Kudus Baru Merdeka Tahun 2005 >>> >>> Diposting oleh IBOEKOE on Jul 16th, 2009 di topik Kronik. Anda dapat >>> mengikuti diskusi pada berita ini melalui RSS 2.0. Anda bisa juga >>> meninggalkan komentar dan trackback >>> >>> Dalam paparannya di depan peserta bedah buku Islam, Keindonesiaan dan >>> Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah karya Syafii Maarif di Gedung PP >>> Muhammadiyah Cikditiro Yogyakarta (16/7), Dosen UGM Fajrul Falaakh mengutip >>> salah satu fragmen refleksi pemikiran Syafii Maarif ihwal paradoks keagamaan >>> dan realitas sosial. Fragmen itu ialah ketika listrik baru masuk Sumpur >>> Kudus, Sawahlunto/Sijunjung, Sumatera Barat, pada tahun 2005. >>> >>> Bagi Syafii, kenyataan itu getir sekaligus ironis. Listrik adalah simbol >>> dari kemerdekaan, baik dilihat dari sisi sosial, ekonomi, maupun kultural. >>> Dan listrik itu baru masuk ke tanah kelahirannya pada tahun 2005. Artinya, >>> baru pada tahun itulah Sumpur Kudus merdeka. >>> >>> "Bayangkan, tanah tumpah darah yang telah melahirkan tokoh Muhammadiyah >>> sekelas Syafii baru bisa menikmati listri pada tahun 2005. Apanya yang salah >>> di sini: Muhammadiyah, Islam, pemerintah, atau siapa. Sangat paradoks. >>> Syafii tak perlu mengutip data dari mana-mana untuk melihat bagaimana >>> paradoks keagamaan dan realitas sosial itu terjadi," kata pakar hukum tata >>> negara UGM dan pemikir NU ini disambut tepuk tangan peserta bedah buku. (GM) >>> >>> Sumber: http://indonesiabuku.com/?p=1025 >>> >>> >>> --- In [email protected], "Indra J Piliang" <pi_li...@...> wrote: >>>> >>>> Tifatul, anak urang Koto ini, paling bersemangat dan paling banyak >>>> berjanji. Kemaren menjanjikan komputerisasi, lalu meningkat ke 100 desa >>>> pintar dlm 100 hari. Kini meningkat lagi. Mudah2anlah. >>>> >>>> Tiga Bulan Lagi, 25.000 Desa Berdering >>>> >>>> Sabtu, 24 Oktober 2009 | 17.51 WIB >>>> >>>>  >>>> KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN >>>> >>>> >>>> JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga bulan ke depan, 25.000 desa terpencil di >>>> Indonesia akan terhubung dengan saluran telepon. Demikian janji Menteri >>>> Komunikasi dan Informasi yang baru, Tifatul Sembiring. >>>> >>>> "Ya, target kita dalam seratus hari ini adalah 25.000 desa berdering," >>>> kata Tifatul kepada wartawan usai memberikan sambutan pada acara Pesta >>>> Blogger 2009 di Jakarta, Sabtu (24/10). >>>> >>>> Tifatul menambahkan, Indonesia masih berusaha mengejar kekurangan layanan >>>> dasar ini sesuai standar Universal Service Obligation atau USO. Saat ini, >>>> Indonesia baru memenuhi 46 persen permintaan sambungan telepon fixed dari >>>> PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk tingkat kecamatan dan 16 persen >>>> tingkat desa. Adapun untuk sambungan mobile dari Telkomsel, Indonesia baru >>>> memenuhi 69 persen layanan tingkat kecamatan dan 54 persen di level desa. >>>> >>>> "Sesuai standar minimum (USO) itu, kita harus memenuhi 4.217 kecamatan >>>> atau 32.874 desa. Jadi dalam seratus hari ini Presiden memberikan target >>>> harus terwujud 25.000 desa berdering," lanjut menteri asal Bukittinggi >>>> tersebut. >>>> >>>> Penyambungan sarana telekomunikasi ini nantinya akan diprioritaskan pada >>>> daerah-daerah terpencil yang masih sulit dijangkau oleh sarana >>>> transportasi. >>>> >>>> Laksono Hari Wiwoho >>>> >>> >>> >>> >>> > >>> >> -- >> Wassalaamu'alaikum >> ajoduta/61/usa >> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
