K a d o
Oleh K Suheimi

Hari ini saya dapat email dari anak saya dr ihsan SpOG yang isinya menyayat 
kalbu
Setiap kali saya dapat. Email atau sms dari Ihsan selalu saya baca ber 
ulang-ulang. Saya suka dan senang dapat tulisan dari anak. Dan saya bermimpi 
serta berharap ada salah seorang anak saya yang mau melanjutkan pekerjaan saya 
sebagai penulis.

 Kiriman emainya yang ini menyebabkan air mata saya sabak.
Diakhir kalimat saya tahan tangis dalam sendu. Soalnya dia bicara tentang 
kehidupan
Anatara ayah dan anak.

Untuk berbagi rasa saya lantunkan emailnya ini untuk kita renungkan.

 Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya 
yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk 
membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang 
tahun pada sang Ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya 
kosong, meledaklah kemarahannya.

“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi 
sebuah barang dalam kotak ini!”
Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata 
terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam 
kotak itu.”
“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini 
kosong?” bentak ayahnya.
“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam 
kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu 
memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado 
itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami 
kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman 
dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa 
pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak 
ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.
 
Itu mengapa Yg Maha Kuasa hadirkan hidup kita tidak sendiri melainkan penuh 
dengan cinta.

Sering kali kita tidak menyadari dan tidak menghargai orang2 itu. Mari mulai 
hargai orang 2 yang ada di dekat anda.

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti 
kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi 
Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah 
di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan 
kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
(Qs 49;7)

Pekanbaru 27 Okt 2009
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke