SI LUMPUH BERSEPEDA

Oleh:Dr.H.K.Suheimi

Jam 5 sore diakhir bulan september 1991, kami sekeluarga masih berada di
kampung di Magek. Di tengah jalan, dari jauh kami melihat sebuah sepeda aneh, 
sepeda roda tiga, pakai sandaran dan pakai atap. Dikira orang membawa barang 
dagangan, tapi setelah dekat, tiba-tiba yang diatas sepeda itu ketawa, menegur 
dan menyapa kami, sepeda di hentikannya. 

Barulah kami tersentak, ternyata yang diatas sepeda itu adalah Hendrawati. Saya 
kenal dia, 12 tahun lalu dia tergeletak, lumpuh tidak bisa bergerak sama sekali.
Orang tuanya sudah tiada, anak-anaknya telah meninggalkannya. Sekarang
usianya sekitar 40 tahun,walaupun sudah lama berpisah dia tetap ingat dan
tak pernah lupa, kami di tegur dan di sapanya, mukanya merah ketawanya
renyah. Sambil menyeka peluh di kening dan lehernya, dia berkata mau pulang 
kampung, ke tempat mertua.


Kami teringat, dulu sebelum penyakit menerjang dan melumpuhkannya.
Hendrawati adalah bunga dan bintang dalam kampungnya. Dia adalah idola dan jadi 
rebutan. Tak sedikit yang mendambaknanya. Badannya yang tingi semampai, 
keramahan dan wajah cantik dengan seulas senyum yang selalu menghiasi bibirnya. 
Menyebabkan namanya berkibar di seantero nagari. 

Tapi kini penyakit telah mengikis habis semua itu. Tak tampak lagi bekas-bekas
yang dulu, semua sirna, sehingga kamipun lupa bahwa si lumpuh itu adalah 
hendrawati. Kalau tidaklah dia yang menyapa, pasti kami tak tahu. "Saya 
Hendrawati..." katanya memeperkenalkan diri.


Untuk bisa samapai kekampung, dia sudah bersepeda dari B.Tinggi sejak jam 1 
siang. Jarak yang 10 km itu ditempuhnya selama 4 jam. Kami ter-heran-heran dan 
tercengang dan kagum melihat Hendrawati yang masih lumpuh tapi sanggup 
bersepeda. 

Kemauan yang keras terpancar di wajahnya, di
sepedanya tergantung sebuah tongkat yang aneh yang dapat menyanggah tubuhnya.

Dalam panas terik siang itu, sedikit demi sedikit sepeda di
dayungnya, badannya basah bersimbah peluh.
Satu yang sangat saya kagumi, semangatnya, semangat ingin hidup,
semangat berjuang, semangatnya bersepeda, padahal kakinya belum bisa
menopang badannya.

Setelah ngomong kesana sini, dia pamit dan sepeda dikayuhnya pelan tapi pasti, 
dia meninggalkan kami. 

Dari kaca spion saya intip dia terus,si Lumpuh bersepeda. Tidak masuk dalam 
akal saya, kok dia mampu mengerjakan
itu.
Diatas mobil dalam perjalanan ke Padang, saya teringat kepadanya, ternyata dia 
jauh lebih hebat dari saya, tertawanya masih berderai, dia gembira sekali waktu 
kami ketemu, wajahnya bersemu kemerahan, semangatnya
sangat tinggi, padahal kakinya lumpuh. Banyak pelajaran yang dapat saya petik 
dari pertemuan yang sekejap itu. Ialah; 

Walaupun kakinya lumpuh, dia
tidak merasa rendah diri, walau kakinya lumpuh, ketawanya masih berderai,
dengan kaki lumpuh dan segala kekurangannya, di hadangnya dunia ini, di
hadapinya hidup ini, dengan kaki lumpuh dia berjuang dia tidak minta di 
kasihani, dan dia berhasil,karena dia optimis. Saya ingat ucapannya: "Walau
kaki Hen lumpuh, namun Hen masih bisa pulang kampung seperti hari ini". katanya 
bangga.

Saya sendiri yang lengkap anggota tubuhnya serta kuat dibanding dia,terasa tak 
dapat mengayuh sepeda sejauh itu, tak dapat ketawa se renyah
itu, saya sadari dia jauh lebih baik dan dia jauh lebih bersemangat, dia 
memanfaatkan sebagian anggota tubuhnya yang masih berfungsi yang diberi
Tuhan, dan dia mensyukuri itu. 
Dia berjuang dan dia ber jihad untuk itu.
Mungkin dia ingat pesan suci Tuhan dalam sebuah ayatnya dalam surat Al Hajj
ayat 76 yang artinya kira-kira sebagai berikut: "Dan berjihadlah kamu
pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu
dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan".

Magek di penghujung september 1991
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke