Astagfirullah al ngaziiiim... Ini benar2 harus cepat di Tindak lanjuti oleh Pemuka Agama kita agar hal ini tidak ber-larut2 Minimal harus menjadi perhatian Masyarakat minang Pemberi Sumbangan agar priritas cepat turun tangan. Agar jangan sampai aqidah anak2 generasi penerus terjebak kedalam lingkaran Syetan2 yang mencoba memanfaatkan situasi. Dan Kita minta kepada Pemerintah Sum Bar tidak membuka peluang kepada dunia luar yang sengaja menangguk di Air keruh dan Dengan Komunikasi yang canggih saat ini. Kepada Keluarga Minang yang memang mengetahui kejadian ini tidak cukup hanya menceritakannya saja. dengan ini saja kalau perlu kejadian kejadian ini dapat di rekam sehingga lebih dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Kita sangat berterima kasih dengan pemberi informasi seperti ini.
________________________________ Dari: Harman <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 29 Oktober, 2009 17:24:35 Judul: [...@ntau-net] Re: Lagi tentang PEMURTADAN /KRISTENISASI sekedar menambahkan informasi upaya pemurtadan di ranah minang pasca G30S "Siapa tuhan mu?" begitu ucap sang relawan saat mendidik anak-anak di pengungsian, ditirukan oleh warga setempat saat menerangkan modus-modus pendangkalan akidah. "Alloh SWT" jawab anak-anak itu. "Bukan Alloh SWT (pengucapan dengan O atau akses Arab), tetapi Allah (pengucapan dengan huruf A)" kata sang relawan. wassalam, harman st.idris 36-Koto http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/4351/upaya-pemurtadan-atas-korban-gempa-sumbar-bukan-isapan-jempol Upaya Pemurtadan Atas Korban Gempa Sumbar Bukan Isapan Jempol Diposting pada Senin, 26-10-2009 | 10:41:10 WIB Lagi-lagi upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan terjadi kepada korban dalam musibah gempa. Seperti kejadian-kejadian gempa dan musibah sebelumnya, pemurtadan kali ini terjadi di daerah Korong Koto Tinggi, Kenagarian Gunung Padang Alai, Kecamatan Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Menurut keterangan warga setempat, kejadian itu tidak berlangsung serta merta namun berjalan pelan dan pasti. Upaya pemurtadan ini dilakukan oleh sebuah LSM bernama Samaritan yang mendapat bantuan dari luar negeri (AS-red). Modus pemurtadan dengan mengajarkan anak-anak setempat pengenalan pada tuhan agama tertentu. "Siapa tuhan mu?" begitu ucap sang relawan saat mendidik anak-anak di pengungsian, ditirukan oleh warga setempat saat menerangkan modus-modus pendangkalan akidah. "Alloh SWT" jawab anak-anak itu.. "Bukan Alloh SWT (pengucapan dengan O atau akses Arab), tetapi Allah (pengucapan dengan huruf A)" kata sang relawan. "Kalian tahu Isa? Siapakah beliau?" tanya sang relawan lagi. "Isa adalah seorang Nabi dan Rasul yang harus diimani." demikian kurang lebih jawaban anak-anak. "Bukan, Isa adalah seorang anak Allah yang suci" jawab sang relawan. Demikian pengajaran yang disampaikan kepada anak-anak di kamp pengungsian sebagai terapi mental. Padahal, anak-anak yang diajarkan itu adalah para pemeluk Islam. Modus lain yang dipakai adalah janji tawaran bantuan yang diberikan oleh LSM kepada warga setempat. Oleh LSM itu, warga sekampung dijanjikan akan selalu dipasok dengan bantuan logistik selama tiga tahun penuh dengan kehadiran 5 helikopter setiap hari non stop, minimal 2 helikopter. Daerah Koto Tinggi terletak di kawasan pegunungan dan perbukitan yang cukup berat diakses dari darat mengingat lalu lintas jalan terputus total. Bangunan-bangunan yang ada hampir semua rubuh dan rusak parah. Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan warga setempat di tengah badai musibah gempa. Namun, proposal bantuan menggiurkan itu oleh warga ditolak dengan alasan keimanan. Oleh warga, dikatakan bahwa jika memang bantuan itu diberikan secara cuma-cuma tanpa ada embel-embel harus berpindah agama keluar dari Islam mereka akan menerima dengan tangan terbuka. Sayangnya, kata warga, persyaratan yang diajukan oleh LSM itu sangat berat. Warga diminta berganti agama secara benar-benar dan harus selalu menghadiri acara-acara siraman rohani agama barunya itu dan sudah tidak boleh lagi pergi ke masjid dan menghadiri acara-acara keislaman. Serentak, sekitar 100 warga sepakat menandatangani nota bersama untuk mengusir dengan terpaksa LSM itu karena dianggap memaksakan kehendaknya untuk berganti keyakinan dan melanggar hukum. Pengaruh yang diperoleh warga kampung setempat, mereka harus rela berpuasa terlebih dahulu menunggu kiriman bantuan yang ditempuh dari jalur darat, mengingat kecilnya kemampuan para relawan dalam negeri dalam fasilitas.. Hingga saat ini, kiriman bantuan yang mereka peroleh baru berasal dari lembaga Majelis Mujahidin dan Mer-C. Demikian keterangan dari M. Shiddieq, ketua tim relawan Korp Majelis Mujahidin Sumatera Barat. Atas kejadian ini, Shiddieq menghimbau agar pemerintah dan lembaga-lembaga bantuan Islambisa segera mengirimkan bantuan ke daerah .... atau daerah lain yang juga terpencil dan sulit diakses bantuan. "Saya yakin masih ada daerah lain yang seperti ini." ujarnya. Daerah-daerah lain yang mau menerima proposal LSM Samaritan dan yang semisalnya, memang secara tampak luar memperoleh bantuan yang lebih layak dan lancar dibanding dengan daerah yang menolak. Kehidupan mereka tampak lebih makmur. "Kami berharap, para relawan muslim dan relawan lain yag ikhlas membantu, bisa segera datang ke desa Korong Koto Tinggi untuk membantu daerah ini." demikian harap Shidieq kepada Muslimdaily. [muslimdaily.net] ________________________________ From: ASLIM NURHASAN <[email protected]> To: Milis M-RantauNet G <[email protected]> Sent: Thu, October 29, 2009 7:53:44 AM Subject: [...@ntau-net] Re: Fw: [forahmi] Fw: Ass. Kpd ykh. ->PEMURTADAN /KRISTENISASI Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
