01/11/2009 - 17:39

<http://www.inilah.com/berita/politik/2009/11/01/175393/rekonstruksi-sumbar-dimulai-tanpa-dana/#><http://www.inilah.com/berita/politik/2009/11/01/175393/rekonstruksi-sumbar-dimulai-tanpa-dana/#>
AssWrWB, Bp,Ninik Mamak & SANAK s, kalau info ini tepat, makanya pihak yg
terkait di kampuang harus segera mendesak
nya, semua LSM dan masyarakat segera membuat petisi utk segera menurun kan
dana rekontruksi tsb, diam disini lah setengah "crime", bgmn kita cepat
mengerak kan roda perekonomian, dgn banyak nya sanak2 kita yg kejilangan
pekerjaan.
Wass. Muzirman Tanjung.

--------------------------------------------------------------------------

Rekonstruksi Sumbar Dimulai Tanpa Dana?

*INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah sudah memulai proses pembangungan kembali
(rekonstruksi) wilayah Sumatra Barat yang rusak akibat guncangan gempa 7,9
skala richter 30 September lalu. Namun, dana untuk itu belum dikucurkan
pemerintah.*

"Hari ini proses rekonstruksi dimulai, tapi tidak langsung dengan kegiatan
pembangunan karena verifikasi belum selesai," kata Kepala Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif ketika dihubungi di Jakarta,
Minggu (1/11).

Namun, dana untuk pembangunan kembali wilayah tersebut, kata dia, juga belum
dikucurkan pemerintah. "Kami sudah mengajukan usul kebutuhan pendanaan tapi
belum cair, masih menunggu persetujuan DPR," ujarnya.

Oleh karena itu, Syamsul melanjutkan, proses rekonstruksi akan dimulai
dengan penyelesaian verifikasi data bangunan yang rusak. Dilanjutkan
pengorganisasian kegiatan rekonstruksi dan penyiapan pendampingan kegiatan
pembangunan kembali.

Ia menjelaskan pula bahwa meski awal tahapan rekonstruksi secara otomatis
mengakhiri masa tanggap darurat bencana di Sumatra Barat. Namun pemerintah
tetap menyalurkan bantuan yang masih dibutuhkan korban bencana.

"Bantuan yang masih diperlukan seperti beras dan yang lain tidak akan
langsung dihentikan. Bantuan dari masyarakat dan lembaga kemanusiaan juga
masih terus mengalir untuk mereka," jelasnya.

Gempa yang mengguncang wilayah Sumatra Barat akhir September lalu tercatat
telah menyebabkan lebih dari 1.100 orang meninggal dunia.[*/nuz]

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke