Assalamu'alaikum W W Da Andrinov Da Win sarato dunsanak palanta RN...
Paparan Da And ttg hasil ota-ota palanta kito di POS RELAWAN RANAH MINANG PEDULI LUBUANG ALUANG hari Sabtu Malam lalu, ditukuak komentar kanda Tazwin di bawah, ambo raso adalah inti dari semua masalah nan ado di RANAH salamo musibah gampo. Ambo pasingkek paparan Da And tersebut maka "MASALAH" 2 ko akan seperti (VERSI AMBO PRIBADI) : Ada masalah informasi yang tidak terpusat Ada masalah kurangnya koordinasi dalam setiap pendistribusian bantuan Ada kelemahan dalam melakukan metode penanganan pasca bencana Ada masalah hak rakyat yang terabaikan Ada masalah pemantauan dan pengawasan yang tidak jelas siapa penanggungjawab... Ada masalah.............. Ada masalah .............. ..................... .................... Kemudian ............ *ADA MASALAH BESAR TENTANG MASUKNYA ORANG LUAR YANG SUDAH MULAI ”KURANG AJAR” INGIN MENUKAR KIBLAT ORANG MINANG .....* Jika disambung lagi ke bawah, akan ada puluhan bahkan RATUSAN masalah yang akan dengan mudah bisa kita tulis Beberapa pertanyaan pun akan keluar dari sakaruang masalah di atas Kenapa masalah itu muncul ???? Kenapa masalah itu sepertinya susah untuk di atasi?? Kemudian kenapa kita sampai saat ini baru bisa BERWACANA dan BERDEBAT saja??? Rasanya juga tidak terlalu susah untuk menjawab... SAAT INI TIDAK ADA LAGI ORANG MINANG YANG BISA DIJADIKAN PANUTAN DAN FIGUR PEMERSATU ... SAAT INI TIDAK ADA LAGI PEMIKIR MINANG YANG NETRAL DAN TIDAK PUNYA KEPENTINGAN... SAAT INI TIDAK ADA LAGI "URANG BAGAK" YANG BERANI TAMPIL KE DEPAN UNTUK MEMBELA NAGARINYA.. Jika ke tiga pernyataan di atas ingin kita bantah............. MUNCULKAN LAH NAMA-NAMA ORANG YANG MAMPU, PUNYA KAPASITAS, "BAGAK" DAN MAU TAMPIL JADI PEREKAT PEMERSATU ITU....itu di PALANTA ini Komite Rehabilitasi & Recovery Ranah Anak Nagari Minangkabau (KR3AN) ==> KR3AN nan merupakan wujud dari issue BRR SWASTA nan di munculkan kanda Aslim dalam beberapa kali posting terdahulu membutuhkan orang-orang yang BAGAK, MAU TAMPIL, PUNYA NYALI dsb.. dsb... demi mengembalikan harga diri MINANGKABAU yang sampai saat ini sudah di injak2 "orang luar". *(mohon maaf jika kata REKONSTRUKSI dalam KR3AN ambo tuka dengan RECOVERY karena kata REKOSNTRUKSI itu bagi ambo pengertiannyo hanya untuk jangka pendek pasca gempa sajo. Sementara RECOVERY adalah untuk jangka panjang)* Munculkan lah nama-nama itu, jika kita memang tidak ingin hanya berpangku tangan. Jika kita tidak lagi hanya bisa basorak di ruang tanpa suara ini, jika kita tidak ingin hanya mampu berwacana saja....., jika... jika.... dan jikaaa.....!!!! Dari hasil ota-ota di LUBUAK ALUANG kapatang, minimal muncul 3 nama 1. Buya Syafi'i Ma'arif 2. Bang Fahmi Idris 3. Uda Fasli Jalal Munculkan lah nama sebanyak mungkin karena KR3AN membutuhkan banyak ahli, membutuhkan banyak urang bagak, membutuhkan banyak pemikir. Tapi KR3AN rasanya tidak butuh orang yang hanya pintar basorak..... Silahkan... Wassalam Arief Rky Mulia (baru bisa berani pulang, belum berani benar) Pada 1 November 2009 18:33, <[email protected]> menulis: > Da Andrinof dan dunsanak salingka palanta, > > Ambo batarimo kasih jo informasi nan disampaikan Da An hasil pertemuan tsb. > Ambo sangaik satuju dengan pokok2 pikiran nan disepakati mengenai sinergi > antaro program pemerintah dan inisiatif "civil society" dalam basamo2 > manuntaskan maso tanggap darurat dan manjalankan rehabilitasi sarato > rekonstruksi di sagalo bidang kemasyarakatan pasca gampo Sumbar. > > Tantang sinergi jo pengawasan publik thd kinerja pemerintah ko, ado > beberapa hal nan tapikia dek ambo Da An: > 1. Sagalo nan dilakukan oleh anak nagari nan tantunyo dibawah koordinasi > KR3AN Minangkabau, handaknyo harus mandapekkan "recognition" sacaro formal > dari Pemda Propinsi dan Pemda Kabupaten/Kota di Sumbar. Dengan demikian, > Pemda-Pemda tsb harus bisa menempatkan inisiatif civil society sbg mitra > utama pemerintah. Apokah paradigma iko alah disepakati jo Pemerintah Daerah? > Mudah2an alah yo Da An. > > 2. Mambaco penjelasan Da An tantang katidakjalehan konsep dan strategi > Pemda dalam mamulai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, ambo raso paralu > kito2 mendesak baliak supayo program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak > dijalankan sacaro "business as usual". Untuak itu paralu organisasi khusus > nan caro karajonyo indak bersifat birokratik. Jadi ndak bisa dipimpin dek > Gubernur/Wagub atau para pejabat lainnyo, tapi harus oleh seseorang nan > khusus ditunjuak 24 jam hanyo mamikiakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca > gampo. > > Sakian sajo dari ambo, diiringi ungkapan penghargaan nan satinggi-tingginyo > kapado dunsanak2 nan alah langsuang tajun ka lapangan mambantu dunsanak kito > nan kanai musibah. Insya Allah, kalau ambo nanti alah baliak ka tanah air, > bisa pulo ikuik saketek berbuat sarupo dunsanak2 nan alah dulu di lapangan. > > Wassalam, > > Tazwin Hanif St. Maruhun (42 th, L) > > Sent from my BlackBerry® wireless device > ------------------------------ > *From: * Andrinof A Chaniago <[email protected]> > *Date: *Sun, 1 Nov 2009 02:50:59 -0800 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *...@ntau-net] Re: BANTUAN BER CLUSTER > > Malanjuikan sajo nan alah dilontarkan di Posko Jenggala, Lubuak aluang, > tadi malam, yo. > 1. Kita semua, sesuai posisi, kelebihan dan keterbatasan, masing-masing, > sepakat menyaring (filtering) masalah yg ingin ikut kita tangani dengan, > melihat bagian mana yang tugas wajib dan sudah disiapkan anggarannya oleh > Pemerintah; > 2. Melihat dan mencari kelompok-kelompok yang terabaikan karena kebijakan > dan cara berpikir aparat pemerintah, sebagai cluster kelompok sasaran > kegiatan kita semua. Contoh seperti yang telah ditemukan dan segera akan > dikerjakan oleh Tim dr. Rezky DKK, Serikat Pekerja PEP Pertamina, Tim Tremor > Politeknik Unand, Sanak Aslim Nurhasan, dll (maaf kalau nama tdk sempat > disebutkan di sini) saat ini; > 3. Untuk Cluster yang menjadi tugas wajib Pemerintah dan sudah disiapkan > anggarannya oleh Pemerintah, tetap penting bagi stakeholders lain untuk > terlibat dan melibatkan pihak-pihak yg berkompeten melakukan FUNGSI > PEMANTUAN DAN PENGAWASAN agar program dan dana pemerintah yg berasal dari > Pajak rakyat dan hasil penjualan keyayaan alam, tetap sasaran, tidak > diselewengkan, efisien, dsb; Di lapangan sudah ada indikasi penggunaan dana > dan penyaluran bahan kebutuhan yg menjadi hak korban gempa tidak dilakukan > dengan check and recheck, tanpa didasarkan data hasil kajian, dan indikasi > penyelewengan secara berjenjang oleh pejabat dan aparat birokrasi. Contoh > perbuatannya: barang bantuan diambil sebagian oleh oknum aparat, diberikan > kepada keluarga dekat yg bukan merupakan orang yang berhak, dipotong atau > disisakan dengan alasan yg tidak masuk akal, dsb; (Ingat, dana yg sudah > diumumkan bernilai sekitar Rp triliunan. Ini pasti akan snagat menggoda > mereka yang bermental korup untuk mensiasati agar sebagian dana tersebut > dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi); > 4. Pengawasan dan pemantauan yang perlu kita lakukan mengarah pada dua > objek atau sasaran: Pertama, pengawasan kebijakan yg isinya melihat tujuan, > sasaran, metode dan strategi penggunaan anggaran berdasarkan mata rantai > kebijakan dari pemerintah Pusat sampai turun ke pelaksana lapangan oleh > aparat yg ditunjuk. Contoh untuk ini adalah melacak alokasi-alokasi anggaran > dan realisasinya di lapangan. Kedua, pengawasan dan pemantauan mikro > terhadap proyek yg akan dikerjakan. Contoh proyek Pembangunan Sekolah > Darurat (sementara) dan Pembangunan Gedung sekolah pengganti yg telah rubuh > secara permanen; > 5. Prinsip dan metode kerja yg kita anggap tepat: Menenmpatkan rakyat > sebagai subyek aktif dan mencukupi kekurangan yg mereka lihat dan rasakan > sendiri, bukan yg dilihat dan dirasakan pihak luar; > 6. Untuk internal masing-masing stakeholder pegiat, prinsip dan tujuan > kerja yang perlu diterapkan adalah membangun dan memperkuat jejaring dan > bekerja sesuai kelebihan dan keahlian masing-masing untuk saling mengisi dan > memperkuat dengan tujuan akhir adalah mencukupi kekurangan dan kebutuhan yg > dirasakan oleh kelompok masyarakat sasaran; > 7. Sebagai penegasan saja, berdasarkan kegiatan singkat pengumpulan data > terakhir yang saya dilakukan ke Posko Provinsi di Gubernuran kemarin, saya > berani menyulkan, oleh BNPB atau Pemprov atau pihak yang berwenang di level > masih seperti sebulan yang lalu, tidak jelas konsepnya dan tidak ada > konsolidasi data dan informasi penting. Tidak ada konsolidasi data bangunan > fisik antarbidang/sektor/dinas yang rusak, dan juga tdk ada konsolidasi data > jenis, bentuk, distribusi dan asal bantuan yang masuk dari lembaga-lembaga > atau organisasi besar sebagai modal pihak lain yang ingin membuat program > secara tepat, efisien, tidak bertumpuk pada satu kelompok sasaran, dan > sebagainya. Contoh: di Posko Gubernuran tersedia Data jumlah bangunan > sekolah yang rusak menurut tingkat kerusakan dan Kabupaten/Kota. Tetapi, utk > mendapatkan Data Jumlah Puskesmas yg rusak kita harus menghubungi Kepala > Dinas Kesehatan Provinsi setelah bertanya secara snow ball ke beberapa > orang, sampai akhirnya kita harus pergi ke kantor Dinas Kesehatan untuk > mendapatkan data tersebut. Untuk mengetahui jumlah dan jenis bantuan yang > masuk dari lembaga-lembaga besar, data dan informasi tentang itu tidak > tersedia. Padahal, jelas penting. > > Yah, segitu aja dulu. Maaf, kalau masih banyak yang kurang. > Salam, > > Andrinof A Chaniago (47, L) > > > > 2009/10/29 ARIEF <[email protected]> > >> Da An... >> >> Tabulasi nan di buek sanak Deddy ko rasonyo bisa jadi pijakan awal awakn >> dalam melakukan identifikasi permasalahan nan ado. Apakah model iko pulo nan >> dilakukan pemerintah, ambo pikia dak paralu awak hiraukan. Minimal iko bisa >> wak jadikan modelling dalam rangka identifikasi dan klasifikasi jenis >> bencana nan kemudian bisa dirumuskan pola distribusi nantinya. Sapakaik ambo >> jo model bantuak iko agar awak bahas sacaro basamo di Padang nanti. >> >> Untuk lebih baik maka penyaluran ini diharapkan dapat lebih terkoordinasi >>>>> yang tentu diperlukan pendataan yang seksama oleh berbagai elemen. >>>>> Koordinasi ini memnag sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah, namun tidka ada >>>>> salahnya berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk membuat suatu wadah/ >>>>> forum koordinasi dalam penaganan pasca gempa ini. Bisa saja semua elemen >>>>> ‘swasta’ di milist ini saat ini seperti rn, smm, mpkas, mappas, dll >>>>> bersepakat membuat forum kebersamaan itu guna bahu membahu dengan elemen >>>>> yang telah ada. Forum ‘Swasta’ ini pernah pula diusulkan oleh Uda ASLIM >>>>> beberapa waktu lalu, yang menurut hemat kami sangat baik untuk >>>>> direalisasikan menjadi suatu model lain dalam penangan pasca gempa yang >>>>> ditangani oleh ‘Masyarakat’ >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> Semoga, sekedar pembuka kata >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> Wassalam >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> DYEK >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>> >>>> >>>> >>>> >>> >>> >>> >> >> >> >> -- Arief Rangkayo Mulia.... 39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA HP : 0813 1600 7756 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
