Oleh Suryadi ==Gambar DELETE==
Jika mendengar kata kaba, sebagai salah satu produk sastra lisan Minangkabau, maka orang akan cepat menghubungkannya dengan fiksi. Kaba dianggap sebagai cerita dari mulut ke mulut, jika si pencerita terdahulu bohong, maka ia tidak bertanggung jawab (Kaba urang kami kabakan, Duto urang kami tak sato). Orang mungkin lupa bahwa ternyata ada kaba yang diangkat dari sebuah peristiwa yang benar-benar pernah terjadi di masa lampau. Salah satu di antaranya adalah "Kaba Siti Baheram". Kaba ini hanya diceritakan dalam pertunjukan sastra lisan rabab Pariaman yang wilayah apresiasinya secara tradisional adalah di rantau Pariaman. Dan latar "Kaba Siti Baheram", seperti akan dijelaskan di bawah, memang di wilayah Pariaman, Sumatra Barat. Silakan selanjutnya dan lengkap di > http://niadilova.blogdetik.com/2009/11/09/%E2%80%9Csiti-baheram%E2%80%9D-dar i-perstiwa-nyata-ke-kaba/#more-333 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
