Ass.wr.wb.

Ahmad Ridha:

Hal-hal dasar jelas ada dalam al-Qur'an:

- Yahudi tidak mengakui kenabian Nabi 'Isa 'alayhis salaam sehingga
mereka berupaya membunuhnya.

- Yahudi tidak mengakui kenabian Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wa
Sallam sehingga mereka bersekutu dengan kafir Quraisy

- Perang dengan Yahudi tidak hanya terjadi di Palestina, tetapi juga
terjadi di Madinah di masa Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam.

Seseorang yang mengaku muslim tidak cukup dengan mengaku mengenal
Allah. Dia juga berkewajiban mengikuti syari'at yang dibawa oleh
Rasul-Nya.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'uun.

BakhtiarM:

Memahami ajaran Islam melalui Al'Quran, harus mengerti latar belakang ayat2 
tersebut diturunkan. Kalau kita kurang memahami, latar belakang ayat2 itu 
diturunkan, hanya memahami secara harfiah, akan terjadi missing link dalam 
memahami AlQur'an. Anda harus bisa membedakan ajaran yg ada dalam Taurat dan 
Injil, dengan tindak laku kaum Yahudi dan ummat Christiani dalam sepanjang 
sejarah.

Perang kaum Yahudi dan Muslimin di Madinah, tidak menyangkut doktrin agama, 
tapi orang2 Yahudi waktu itu berkhianat terhadap perjanjian yg dibuat antara 
kaum Yahudi dgn Muslim waktu itu. Ini sudah menyangkut eksistensi kaum muslimim 
waktu itu, bisa menang dan kalah. Muhammad SAW, membenarkan tindakan kaum 
muslimin thd kaum Yahudi waktu itu, dengan mengganggukan kepala beliau.

Setelah peristiwa itu, selama lebih dari 12 abad, ummat Islam dan Yahudi hidup 
damai. Setelah deklarasi Belfast, pendirian negara Yahudi di Palestina barulah 
terjadi konflik antara negara2 Arab dengan Yahudi yg dibantu oleh Inggris.

Perang Salib di abad 12-13, lebih dipicu oleh pergulatan super power dalam 
menguasai dunia. Sama saja seperti yg dilakukan Bush yg disokong oleh 
evangelist, fanatik kristen, dalam menguasai dunia, dengan memojokkan ummat 
Islam sebagai terorist.
 
Ummat Yahudi, Ummat Christiani, dan Ummat Islam dengan menghormati doktrin 
masing2 bisa hidup berdampingan secara damai. Yang menyebabkan ummat beragama 
tidak damai adalah konflik kepentingan dalam menguasai sumber2  alam, dan 
menguasai manusia yg hidup dibumi.

Dalam masalah relokasi SMA 1, saya melihat lebih syarat dengan konflik 
kepentingan. Kenyamaan pergi sekolah, karena SMA 1 berada ditengah kota, 
kemudian siapa yg menguasai asset SMA 1 setelah relokasi. Kalau Asset tanah yg 
ditinggalkan SMA 1, tetap dimiliki oleh SMA, apakah akan dijadikan pusat 
bussiness, atau perkantoran, dimana keuntungannya bisa dipakai untuk kemajuan 
SMA satu, selesailah persoalannya.

Tapi kalau asset SMA tidak akan dimiliki oleh SMA satu yg terletak di jl 
protokol Sudirman, dan pindah tangan kepada orang2 tertentu, disinilah timbul 
masaalah.

Wass.wr.wb.
BakhtiarM




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke