Syukurlah, si anak-anak Bu Adam ini dapat menikmati selera ayah mereka, neneknya dan nenek moyangnya yang sundut bersundut senang jengkol. Seandainya Bu Adam tidak seegosentris itu yang hanya memikirkan selera hidung sendiri dan manyuruh tobat suami dari kejengkolannya, Bu Adam pasti jadi juru pendamai di rumah tangga dan kesayangan suami akan bertambah makan enak dengan jengkol di rumah mereka akan meriah. Semuanya nanti dapat bersama-sama membawa aroma jengkol ke Nirwana ...
Lihatlah betapa bahagianya dunia dengan jengkol. Bahkan Arloji Seiko pun sengaja membuat Jengkol untuk Arlojinya. Lihatlah ramainya: http://images.google.com/images?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&hl=en&q=jengkol&btnG=Search+Images&gbv=2&aq=f&oq= Salam, --MakNgah Nan pantang disua makan Jariang jo Patai "Kok indak lamak Jariang jo Patai, Elok baranti jadi Si Minang!" :) --- In [email protected], "Rasyid, Taufiq (taufiqr)" <tauf...@...> wrote: > > Yang menggelitik dari biliak subalah… > > Pro-kontra kalio jariang…. > > Wass > > TR > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On > Behalf Of yuzerial - > Sent: Saturday, November 07, 2009 9:38 PM > To: [email protected] > Subject: [hasta-padang] Fw: Jengkol > > “Memang, apa enaknya makan jengkol?” kilah Bu Aam menimpali. Sang teman > menjawab panjang lebar. > > Dari situlah, Bu Aam paham kenapa orang menganggap nikmat makan jengkol, > klaim nilai gizi, penambah selera makan dan sebagainya. Dengan berat hati, ia > pun ingin memaklumi hobi suaminya itu. Berat memang, karena pemakluman > seperti itu punya konsekwensi. Apalagi kalau bukan menyediakan jengkol di > menu keluarga. Weleh-weleh, gimana dengan anak-anak. Bisa-bisa mereka ikutan > bapaknya. Repot! Satu orang saja , bau kamar mandi nggak karuan. Apalagi > dengan anak-anak. > ............... > > Dari balik kamar, suara anak-anak Bu Aam terdengar riang. “Kak, enak ya. > Hi...hi...hi,” suara si kecil sambil cekikikan. Sang kakak terlihat > senyum-senyum. Melihat kecurigaan itu Bu Aam menghampiri. “Enak apanya, Dik? > Kalian makan permen, ya ?” Keduanya menggeleng. “Kalian makan apa ?” tanya Bu > Aam lebih tegas lagi.”Je...je...jengkol!! Dari nenek tadi pagi!” ucap sang > kakak polos. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
