ASRI

Malam ini saya membaca tulisan dr Faisal Baaras spesialis Penyakit jantung. 
Ceritranya membuat saya merenung  dan kisah itu sangat berkesan tentang 
seseorang yg dirawat di Bangsal penyakit jantung
Saya ingin berbagi dengan pembaca lain tentang kisah yg sangat menarik ini, 
makanya kisah ini saya layangkan ke milis sambil mengingat sejawat saya dr 
Faisal Baraas.

Lelaki itu memang dirawat disini. Tak banyak yang tahu, apa yang menyebabkannya 
sampai harus berada disini. Yang di ketahui mereka hanyalah-lelaki itu kena 
serangan jantung. Dan itu "megerikan" kata mereka "masa depanpun hilang". 
Tetapi mengapa sesungguhnya lebih penting-- sesuatu yang menjadi sebab utama 
seshingga lelaki itu terpaksa harus berada disini?.
"Saya harus mengatakannya terus terang dokter. Ini semua gara-gara isteri saya" 
 Isteri Anda?
Lelaki itu mengangguk pelan "Ya, dialah yang menyebabkan saya sampai begini, 
saya stress berat selama ini karena dia"apakah isteri anda tahu?
"Tidak" suaranya pelan tertahan Dalam suatu percakapan yang panjang kemudian 
akhirnya terungkaplah bahwa tak seluruhnya stress yang dialaminya di sebabkan  
istri. 

Istrinya yang mana? Lelaki itu memang mempunyai dua istri muda yang sampai hari 
ini tak pernah transparan Itulah sebabnya segala sesuatu yang tak ernah 
transparan, akan selalu menyebabkan stress.

Pada mulanya hidup mereka memang bahagia. Perkawinan 30 tahun yang lalu diawali 
masa pacaran yang hangat dan menghanyutkan. Mereka saling mencintai. Saling 
menyayangi. Anak pertamapun lahir mengentalkan percintaan ini. Anak kedua anak 
ketiga. Lalu adakah cinta masih kental, ketika semua mulai rutin dan menjadi 
biasa, karena waktu? Peretengkaran-pertengkaran kecil, perbedaan-perbedaan yang 
selama ini ak tampak, batasan-batasan yang selama ini terpelihara, kini kian 
cair perlahan tak terasa "Saya tak tahu kenapa" katanya suatu hari

Tiba-tiba saja pertengkaranitu meletup,tak mengenal waktu, tak mengenal tempat. 
Ada saja hal-hal kecil yang menyebabkannya yang tak masuk akal. DAn tak mudah 
mengatasinya.
"Saya gampang jengkel belakangan ini" akunya "Entah kenapa, saya ingin sekali 
menghindari pertengkaran-pertengkaran itu sebenarnya, tapi tak pernah bisa saya 
lakukan. Ada saja tingkah lakunya yang membuat saya jengkel. Lalu saya 
memendamkannya diam-diam. 

Saya hanya memendamnya. Istri saya telah berubah, dokter. Ia jadi cerewet 
sekali sekarang. DAn saya tak suka itu. Siapapun tak suka istrinya cerewet" 
ujarnya dengan nada tinggi.

Mengapa anda tak mengatakannya? "Mengatakanbahwa saya tidak suka cerewet? itu 
sama artinya dengan menyulut pertengkaran baru. Dan dia selalu siap untuk itu"
"Lalu anda kawin lagi secara diam-diam?
"Ya" KAta lelaki sambil menghapus sebutir keringat yang mengulir di puncak 
hidungnya. "Tiba-tiba saja saya kepingin kawin lagi. Saya rindu berada 
disamping seorang wanita yang lembut, dengan tutur kata yang halus, yang 
telatan mendengar saya, yang tulus dan mengerti saya. Apakah ini merupakan 
kerinduan yang wajar yang akan menyiksa setiap laki-laki, pada saat perkawinan 
mereka yang diantar kebo giro itu sudah berlangsung 30 tahun Saya tidak tahu, 
yang jelas, bahwa keinginan itu makin hari makin menyiksa saya. Menggelisahkan 
saya. Lalu sayapun kawin secara diam-diam, agar tidak ribut. Perkawinanyang 
tidak transparan- menurut anda dokter.

"Apakah anda bahagia?"Lelaki itu tak segera menjawab.
"Kalau saya bahagia" suaranya kemudian perlahan hampir tak terdengar."Tak 
munglin rasanya saya samapai berada di sini"
Ia pun mengeluh dalam. Apakah ia menyesal? Apakah ia menyesal mempunyai alur 
hidup yang seperti itu tak pernah terungkap apakah ia menyesal mempunyai istri 
kedua.

Kita tak mungkinmengetahuinya. Yang kita tahu adalah betapa tak mudahnya 
mengembangkan komunikasi dalam satu perkawinan yang telah berlangsung demikian 
lama. Komunikasi sering pupus dan tak pernah bisa disambung lagi. Kita tak 
pernah tahu mengapa komunikasi antara suami istri dalam satu ikatan perkawinan 
yang sudah puluhan tahun, sukar berjalan dengan baik. Komunikasi macet total, 
sehingga banyak pertengkaran-pertengkaran meletup hanya karena hal-hal kecil. 
Komonikasi telah mati, strespun kian memerah bagaikan magma di bumi.

Itulah yang dialami lelaki itu selama ini. hidup mereka tak pernah serasi lagi
Kini dia terbaring di Bangsal Penyakit Jantung. Dalam status tertulis namanya 
Asri.

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an 

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi 
mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. 2:10)

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap 
Allah Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka, dan para saksi akan 
berkata:"Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka". 
Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. (QS. 11:18)

Pekanbaru 16 Nov 2009








      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke