Irzal Sesalkan Dialog Alumni-Wako Tak KondusifZulfasli ZB - Padang Today

Ketua Umum DPP Alumni SMAN 1 Padang, Endang Irzal menyesalkan dialog antara 
alumni dengan Walikota Padang yang diselenggarakan di restoran Minangkabau 
kawasan Jakarta Pusat, berjalan sangat tidak kondusif.

"Pertemuan itu dirancang untuk mendesain berbagai alternatif terbaik bagi SMAN 
1 Padang di masa datang. Untuk itu, kita merasa perlu mendengar langsung visi 
Walikota terhadap SMAN 1 khususnya dan peta pendidikan Kota Padang secara 
menyeluruh. Namun niat baik itu terkendala karena ada 1-2 anggota alumni yang 
larut dengan emosi hingga dialog tidak kondusif," kata Endang Irzal, di 
Jakarta, usai dialog, Rabu (17/11) malam.

Kisruh bermula dari salah seorang anggota alumni bernama Marni Malay tanpa izin 
moderator memotong penjelasan Walikota Padang tentang kondisi SMAN 1 pasca 
gempa bumi dan rencana ke depan. 

"Jangan kaitkan-kaitkan pasca bencana gempa bumi dengan pemindahan SMAN 1. Itu 
rencana busuk," teriak Marni, memotong penjelasan Fauzi Bahar.

Moderator yang saat itu dipercayakan kepada Andi Rozano kaget dan langsung 
memperingatkan Marni Malay untuk tidak memotong penjelasan Walikota. 

"Dengan segala hormat, saya moderator meminta saudara Marni diam dulu, berikan 
kesempatan pada Walikota untuk menjelaskan kepada kita semua," tegas Andi 
Rozano.

Permintaan moderator itu pun tidak didengar Marni. Dia malah menuding walikota 
telah berupaya menjual lahan SMAN 1 ke Tommy Winata. "Maksud anda sudah jelas. 
Anda akan jual lahan itu ke Tommy Winata. Anda jangan bohongi saya lagi," tegas 
Marni lagi.

Mendengar tudingan kedua itu, spontan puluhan alumni yang juga hadir dalam 
pertemuan itu marah dan memaksa Marni untuk diam. "Sudah, sudah, sudah, malu 
kita! Marni, anda bisa nggak diam? Anda jangan mempermalukan kami. Di hadapan 
kita ada Pak Azwar Anas, Pak Yunaza Manjang, Kepala Sekolah Jufril Siry. Anda 
sangat tidak sopan telah menuding seorang Walikota dengan tudingan yang belum 
tentu kebenarannya," teriak puluhan alumni.

Menyikap situasi memanas, Walikota Fauzi Bahar kembali duduk dan mematikan 
mikrofon yang dia pegang. Beberapa saat, situasi mulai terkendali dan moderator 
kembali minta Fauzi Bahar melanjutkan penjelasannya.

Meski habis dihujat, Walikota Fauzi, setelah diminta moderator, dia kembali 
berdiri dan berbicara dengan tenang dan singkat. 

"Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Pak Endang Irzal selaku Ketua Umum DPP 
Alumni, saya diundang kesini untuk memberikan penjelasan tentang rencana 
pembangunan kembali SMAN 1 pasca gempa. Ya, namanya rencana, itu belum 
difinitif. Bagaimana pun saran dari alumni tentu sangat penting bagi kami dalam 
mengambil keputusan," lanjut Fauzi Bahar.

Yang saya sesalkan, kata Fauzi Bahar, kenapa saya sebagai pribadi maupun 
walikota dikasari dan dituding telah membohongi Ibu Marni. "Kapan saya 
membohongi Ibu Marni? Ketemu saja baru sekarang. Begini sajalah, kalau tadi 
disebut SMAN 1 tidak boleh dipindah dan itu harga mati, ya, nggak apa-apa. Saya 
pegang itu. Tapi yang saya sesalkan tadi di klaim lulusan SMAN 1 itu orangnya 
hebat-hebat dan intelek. Tapi sepanjang dialog hal itu tidak kelihatan. Saya 
tidak marah, sama halnya dengan Pak Endang, Pak Azwar Anas dan lain-lainnya, 
saya juga merasa ikut malu dengan kejadian tadi," tutur Fauzi Bahar, sembari 
menyarankan agar para alumni juga urung-rembuk dengan para wali murid di Padang 
untuk kebaikan SMAN 1 Padang.

Sementara Kepala SMAN 1 Padang Jufril Siry, di hadapan puluhan Alumni 
menegaskan bahwa kondisi pisik dan sarana sekolah yang dia pimpin jauh dari 
standar minimal. "Dua tahun lalu, diawal saya bertugas di SMAN 1, sampah 
berserakan dimana-mana, perpustakaan tidak terawat dan diserang rayap. Mohon 
maaf, tidak ada yang memperhatikan kondisi itu."

Demikian juga dengan sarana pendidikan, katakan komputer. Saat itu di labor 
hanya tersedia 24 unit komputer. Artinya dari sisi jumlah jauh tertinggal dari 
SMAN 4 yang telah memiliki komputer 40 unit. Ini hendaknya jadi perhatian kita 
bersama, imbuhnya.

Usai diskusi, sejumlah Pengurus DPP Alumni SMAN 1 Padang terlihat mendatangi 
Walikota Fauzi untuk menyampaikan maaf dan berharap agar Walikota Padang tetap 
membantu renovasi gedung yang rubuh karena gempa. Permintaan maaf secara 
pribadi diinisitif oleh Ketua Umum Almuni Endang Irzal, yang juga Dirut PT 
Semen Padang. []





 

Komentar AndaMonot 
Tapian - Jumat, 20/11/2009 18:30 WIBSiapo lo ndak emosi mandanga korenah 
walikota awak. Alun ado pambangunan yang indak gata rakyat maliek. Kalau nyo 
kamukokan ide ko dulu samaso manyampaikan visi/misi barangkali ndak katakah 
itu. Sebab lah jaleh ado pulo yang mnggoyahkan imannyo dari cukong, liek SPR jo 
Plasa Andalas. Terminal yang dimintak masyarakat alun lai, jal evalukasi alai 
sampai kini ndak salasai. Pak Edang jua kecap lo dek ka jadi Gubernur.


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke