Assalamu'alaikum WW kmnkn Reni

Reni, Iko alah sabana tinggi kaji ko. Lah indak banyak tapakai di masyarakat 
awak atau masyarakat Indonesia. 
Balawanan jo kaji ko, kini nan tapakai "TACELAK" dan  "Tasabuik Namo".

Kok iko diamalkan di RN iyo kosong palanta RN, indak banyak lai urang nan "ma 
ajan tuah surang" dan "mangapik daun kunyik".
ALHAMDULILLAH, Reni, Tarimokasih.

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung (52)
Asli urang lambah ngarai sianok


.




________________________________
Dari: Reni Sisri Yanti <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Cc: Saptaritakomala Dewi <[email protected]>
Terkirim: Sen, 23 November, 2009 18:44:42
Judul: [...@ntau-net] sebuah cerita hari ini "Nilai Sebuah Emas "


Nilai Sebuah Emas … 
Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti 
mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. 
Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya 
untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?”

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, 
lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu 
lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang 
sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?.”

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping emas?. 
Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.” “Cobalah dulu, sobat 
muda. Siapa tahu kamu berhasil.”

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang 
kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. 
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka 
menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani 
menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan 
melapor, “Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.” 
Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu ke toko 
emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang 
emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan 
penilaian.”

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun 
dengan raut wajah yang lain.

Ia kemudian melapor, “Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai 
sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu 
keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang 
ditawar oleh para pedagang di pasar.”

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, “Itulah jawaban atas 
pertanyaanmu tadi sobat muda.

Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya “para pedagang sayur, ikan 
dan daging di pasar” yang menilai demikian. Namun tidak bagi “pedagang emas”. 
Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai 
jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk 
menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat. Kita tak bisa menilainya hanya 
dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.

Sobat…“Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat 
sebagai loyang ternyata emas.”
 
 
NN
 
from : connectique
 
 
renny,ancol 



      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke