Sanak Zul, Tarimo kasih. Kalau bisa tantu na elok itu kito contoh. Justru sangat bisa kita adakan juo. Setelah survey dan eksibisi ini, akan muncul peta karakter sungai-sungai. Untuk yg berwisata kayak sekedar hiburan ringan tanpa perlu ilmu dan otot yg terlatih, bisa ditentukan tempatnya. Krn mayoritas sungai di SS ternyata kelas berat semua. Kalau ditampek lain arung jeram, ya sungainyo ciek itu sajo. Di SS, banyak sekali sungai-sungainya dan ganas semua. Itu juga diakui oleh Ketua Tirtaseta yg punya sertifikat dari New Zealand dan Canada: "Saya stress juga. Mulai dari turun sampai finish, sungainya menantang habis. Gak ada peluang arusnya yang tenang. Krn gradien sungainya miring terus berkilometer...". Dan itu yg membuat bule-bule itu akhirnya datang jauh-jauh sampai kepedalaman Sumbar tsb. Walaupun itu kunjungan mereka pertama ke Asia Tenggara. Padahal sudah banyak lokasi-lokasi arus deras yang punya nama sebelumnya, tapi mereka tak tertarik untuk datang... Dan mereka sudah PASTI akan publikasikan ke seluruh dunia. Krn itu tujuan dan lahan bisnis mereka... Harago "codang" Fluid itu, ketiko ambo tanyokan, sktr US$ 1000 ciek. Buatan lokal atau Cino tantu jauah labiah murah kalau hanya untuk wisata ringan-ringan sajo. Tentan rumah gadang dan home stay yang selalu disampaikan Pak Saaf, itu juga jadi ketertarikan mereka jg thd SS. Sebelumnya ambo tawarkan di Hotel di Muara Labuh yg cukup bagus dan bersih. Tapi mereka langsung menolak habis... Mereka memilih tinggal di rumah gadang yang membuat mereka SANGAT EXCITING...! Sehingga saya dg sedikit "memaksa" agar rumah gadang keluarga Alm. Bapak saya, digunakan untuk tinggal mereka di Muara Labuh. Untung Tante saya bisa memahami dan mereka "pindah" ke rumah semen disebelah. Krn ini akan jadi contoh buat yang lain nantinya. Kata boss pembuat kayak, Celliers: "Kalau kami tinggal di Hotel, kami kurang bisa berinteraksi langsung dg masyarakat lokal dan ngobrol-ngobrol seperti ini. Kami tidak bisa belajar banyak tentang budaya lokal. Apalagi rumah ini sangat unik untuk kami. Kami sangat senang sekali disini...". Yang lain, Hugh, Direktur Kayak Training, Safety & Rescue bilang: "Kalau mau makan Mac Donald, kami tidak datang kesini. Kita makan apa yang dimakan orang lokal...". Kira-kira seperti itu karakter pecinta olah raga ini... Di Muara Labuh saya sudah ingatkan ke semua orang yang ketemu agar rumah gadang yang memungkinkan dipersiapkan dan dibersihkan dari sekarang. Terutama Kamar Mandi dan Toiletnya... Agar dipikirkan juga cindera mata apa yg bisa dihasilkan, dan hal2 yg biasa kita diskusikan di milis2 ini. Pak Yul Amri juga sudah menyadari itu dan segera akan melalukan edukasi masyarakat setelah ini. Tetapi beliau tetap minta dukungan masukkan dari perantau... Iko ambo bcc juo ka Pak Yul Amri supayo beliau bisa baco dan maraso ado dukungan kuta dari kito para perantau. Beliau berjuang keras didalam untuk meyakinkan banyak pihak dan meng gol kan ke DPRD. Krn iko kan bidang yang tidak umum dan jarang Pemda punya contohnya... Thanks. Salam, Nofrins
--- On Tue, 11/24/09, Zulkarnain Kahar <[email protected]> wrote: From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Foto Nofrins Napilus - Int'l KAYAK di Nagari SERIBU SUNGAI To: [email protected] Date: Tuesday, November 24, 2009, 4:31 AM Dua minggu lalu saya main main ke lake Louiwe, di Calgary canada, saya lihat berjejer kayak yang bisa dirental oleh pengunjung.. yang terfikir adalah kalau di kampung saya Maninjau ada rental kayak mantap juga tuh. Dan kini bung Nofrin sudah one step ahead.. selamat. dululah ciek.. Ada satu pertanyaan apa mungkin rental kayak seperti ini bisa dilakukan di Solsel... Disamping menarik pariwisata mancanegara warga lokal (Sumbar dan Riau ) yang tak mampu membeli atau yang sekedar ingin coba coba kan bisa meramaikan arena. Syukur syukur lahir atlit nasional dari Sumbar ..atau paling tidak in ia kan menjadi "trend" olah raga baru, dek awak kan cendrung maikuik mode "bakayak urang bakayak lo awak". dan ambil kesempatan emas ini.. lagi pula kemana para wisatawan riau mau berl long week end.. Padang sudah porak poranda.. Ayo para Investor lokal ada potensi nih, jangan nanti datang orang luar bausaho bademo pulo, sebagai gambaran harga per kayak bisa dilihat disini http://ski-paddle.com/paddle_shop/boatdeals.php#kayaks, barangkali buatan bandung atau surabaya bisa lebih murah. Tinggal menghitung hitung ROR nya .. dan jangan lupa kayaks bukan cuma biduak tu ciek.. ada banyak asesories tambahan lainya yang juga akan mendatangkan fulus... Rumah gadang sebagai homestay juga tak kalah menarik .. Bahkan kalau tidak salah Pak Saaf sudah pernah melontarkan ide tu.. Wassalam Zulkarnain Kahar "A fanatic is one who can't change his mind and won't change the subject." Winston Churchill --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
