Syukur alhamdulillah. Mudah2an. Ini dapat menjawab sebagian kekhawatiran 
menyusul hancurnya Perpustakaan Daerah  Sumbar akibat gempa 30 September lalu. 


Israr Iskandar, 36 tahun (padang) 

--- On Wed, 11/25/09, Muzirman -- <[email protected]> wrote:

From: Muzirman -- <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] TAHUN 2010 PUSTAKA BUNG HATTA JADI UPT PERPUSTAKAAN 
NASIONAL.
To: [email protected], "rantaunet" <[email protected]>, "MuzIrman" 
<[email protected]>
Date: Wednesday, November 25, 2009, 1:37 PM

Tahun 2010 Perpustakaan Bung Hatta Bukititinggi Jadi UPT Perpustakaan Nasional 


Wednesday, 25 November 2009 14:00 Nasional 

 
Perpustakaan ini memiliki kekhususan menyimpan buku-buku adat dan budaya 
Minangkabau

Hidayatullah.com—Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang berada di Bukittinggi 
terus berbenah diri menambah koleksi buku dan dokumentasinya. Diharapkan nanti 
pada tahun 2010 sudah bisa menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan 
Nasional di Jakarta.


Saat ini Perpustakaan Proklamator Bung Hatta telah memiliki koleksi lebih dari 
93 ribu buku. Nantinya perpustakaan ini akan memiliki kekhususan menyimpan 
buku-buku tentang budaya dan adat Minangkabau, di samping buku-buku umum dan 
ilmu pengetahuan.


 “Dengan menjadi UPT Perpustakaan Nasional, pengelolaan Perpustakaan 
Proklamator Bung Hatta mendapat anggaran pengelolaan dari APBN,” kata 
Koordinator Pelayanan Umum Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Maiyurlis, 
B.Sc, Selasa (24/11).


Menurut ia, pendirian Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukittinggi ini 
untuk melengkapi Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar. Kedua 
perpustakaan itu sebagai penghargaan kepada proklamator kemerdekaan RI ini. 
Jika Perpustakaan Proklamator Bung Karno berada di Blitar karena Bung Karno 
lahir di kota tersebut, demikian pula dengan Perpustakaan Proklamator Bung 
Hatta yang sang tokoh kelahiran Bukittinggi.


Perpustakaan Proklamator Bung Hatta berlokasi berdampingan dengan Balai Kota 
Bukittinggi. Balai Kota Bukittinggi sendiri berada di lokasi baru di puncak 
bukit Gulai Bancah. Tempatnya berjarak 3,5 km dari kawasan perkotaan yang lama.


Jika Balai Kota Bukittinggi berada di lokasi baru tersebut pada tahun 2003, 
maka Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mulai resmi digunakan pada 26 
September 2006. Luas perpustakaan ini 6500 m2.

Karena berada di puncak bukit, maka kedua gedung tersebut memiliki cakrawala 
pandang cukup menarik. Dari ketinggian bukit tersebut dapat memandang sebagian 
kota dan gunung serta bukit yang mengitari kota Bukittinggi.


Gedungnya terdiri dari 3 lantai. Pada saat masuk di lantai 1 melewati patung 
Bung Hatta. Di lantai ini terdapat ruang buku, ruang baca, ruang internet, dan 
ruang pelayanan. Di lantai 2 terdapat ruang Auditorium yang digunakan untuk 
kegiatan rapat, seminar, dan sidang.


 “Di ruang itu pernah digunakan untuk melantik Walikota Bukittinggi,” kata 
Maiyurlis. Kegiatan yang biasa berlangsung di situ untuk acara wisuda, seperti 
wisuda lulusan Stikes di Padang, yang menggunakan tempat di Bukittinggi karena 
gedungnya di Padang tidak layak digunakan akibat gempa. Sementara seminar yang 
berlangsung, di antaranya Seminar Kesehatan Angkatan Bersenjata Se-Asia Pasifik 
dan Seminar Kepegawaian Se-Asia Tenggara.


Sedang lantai basement terdapat ruang kantor, ruang seminar, ruang referensi, 
dan ruang teater. Untuk ruang seminar berkapasitas 100 peserta, sedang ruang 
teater berkapasitas 50 orang.

“Di ruang teater diputar film-film tentang pendidikan dan sejarah Bukittinggi,” 
ujarnya.


Di ruang referensi tersimpan buku-buku tentang adat dan budaya Minangkabau, 
serta karya-karya sastra lama, di antaranya karya sastrawan asal Sumatera 
Barat, seperti N. St Iskandar (Salah Pilih dan Kerana Mentua), Abdul Moeis 
(Salah Asuhan), St Takdir Alisjahbana (Layar Terkembang). Buku adat dan budaya 
Minangkabau di antaranya, “Minangkabau dalam Catatan yang Tercecer”, 
“Pokok-pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau”, dan “Hubungan Antara Pantun 
dengan Peribahasa Minangkabau”.


“Perpustakaan Proklamator Bung Hatta ini akan menjadi pusat informasi, pusat 
penelitian, dan pusat pendidikan,” jelas Maiyurlis.

Perpustakaan ini sudah dimanfaatkan untuk penelitian mahasiswa IPB, UGM, ITB, 
Unpad, Universitas Andalas, dan perguruan tinggi lainnya, baik untuk menyusun 
disertasi atau skripsi. [si/www.hidayatullah.com]
 







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke