Papa Emi yang Baik Dan dunsanak RN "penggemar pukek" ketika kecil dan remaja
Sebelum bercerita tentang masa kecil memukat Pak Emi, saya dahulukan bercerita nanti mohon juga Pak Emi ceritakan dan kita berbagi begitu juga sanak2 yang lain ketika masa2 kecil dan remajanya hidup di sekitar atau tepian pantai dengan segala aktivitas nelayan gurem di pantai terutama mamukek Apa yang Pak Emi ceritakan itu persis juga apa yang saya rasakan, saya lihat, saya lakukan dalam larut bersama nelayan pukat di pinggir pantai sekira tengah tahun 70 an sampai awal 80 an disepanjang bibir pantai air tawar barat mulai dari Perumnas sampai ke Pasia Sabalah (Pasia Jambak) itulah daya jelajah saya menikmati hiruk pikuk nelayan dalam memukat Saya memang sangat senang malah sudah dibilang "kecanduan/adicted". Dalam hal ini, jika saya tidak kepantai di hari Mingggu atau hari2 libur sekolah bahkan pulang sekolah ada sesuatu yang hilang dimasa kecil saya yang begitu bebas "malala" dengan kegiatan2 yang positif tentunya salah satunya bermain dan ikut larut dengan nelayan di pinggir pantai Sudah banyak saya ceritakan di RN ini, apapun kegiatan nelayan gurem pinggir pantai itu pernah saya coba dan lakukan, inilah kehidupan rill tentang sebuah nasib nelayan gurem yang hidup hanya dari hari ke hari pas-pasan tergantung hasil tangkapan ikan dan musim, jika para petinggi, elit partai, anggota dewan dan pemerintahan bisa merasakan denyut paling halus sampai ke nuraninya saya yakin hatinya akan hiba, sedih dan meneteskan air mata melihat nelayan gurem yang sejak saya kecil sampai sekarang saya amati tidak pernah berubah nasibnya masih saja miskin dan terbelit utang dari hari ke hari serta "dipermainkan" tengkulak, belum lagi saya pikir nelayan dipelosok dan pulau2 terpencil BBM buat melaut sangat maha dan yang di subsidi bagi merekapun diselewengkan oleh para "penjahat2 berdasi dan berseragam". Untuk kebutuhan Industri atau "dikencingi" ditengah laut mengisi kapal2 seperti tongkang dll untuk di jual lagi (ini fakta saya pernah melihat dan tahu, oknum nakhoda dan aparat membeli BBM nelayan ini dengan menyalin di perairan dangkal atau bisik2 ketika merapat di dermaga) Kembali kepada cerita Memukat Saya pernah jadi "pawang icak2" tentunya saat naik sampan dayung ketengah laut menebar pukat dan mengulur talinya buat ditarik sertta menebar jaring dan kanduanya, jika laut tenang dan berombak kecil di pagi hari sekitar jam7 an maka ketika pukat ditarik..amboy syahdunya berayun2 sambil tidur di dalam sampan, lalu ikut juga memberi kode atau sinyal dengan bendera ketika pukat berat sebelah di tarik, indoikator berat sebelah ini adalah pelampung besar kiri kanan dan ditengah atau dikenal dengan nama "boya-boya" Nikmati itu dulu cerita jadi "pawang icak2" memukat Pak Emi nanti bersambung silahkan Pak Emi bercerita masuk dulu ke pengalaman diatas sampan ini nanti kita lanjut menarik pukat dengan irama "salsa2" tersebut di pasir pantai yang panas dan membuat pinggang kita lansing dan sebuah olah raga yang menarik saya pikir Wass-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: [email protected] Date: Tue, 1 Dec 2009 01:34:12 To: Rantau<[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: ubur-ubur Betul sekali Jepe Apa yang Jepe tulis itu benar2 kenyataan Waktu kecil kalau ada pukek mau naik saya datang membawa sayak kerjanya mencuri ikan-ikan kecil yang tersangkut di jaring atau yang ada didalam perut ubua-ubua Saya di sebut oleh anak pukat sebagai tukang cacak Ketika beranjak dewasa saya pernah menjadi anak pukat dan menariknya sambil ber si suruik Sambia basisuruik mancari makan . Pinggang jadi ramping diikat taki pukat dg ayunan langkah yang sama Dulu kami mengomel jika yang tertangkap ubur-ubur Sekarang saya sadar ternyata dia punya "artificial ear" alat yang kalau kita bisa membuatnya akan banyak manusia terselamatkan Dan ubur2 ini mahal harganya kalau di ekspor ke belakang Salam nanti saya ceritrakan pengalaman jadi tukang pukat, memang saya anak Nelayan di Pasir Pariaman Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Mon, 30 Nov 2009 14:56:39 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: ubur-ubur Pak Emi dan dunsanak RNi nan Budiman Rupanya Ubur2 sebagai indikator awal juga untuk memprediksi akan teradinya bencana dahsyat, Ingat Ubur2 atau jelly fish, maka ingat masa2 di Padang terutama ketika jalan-jalan pagi ke pasir jambak dan pasia sabalah diakhir pekan ketika saya bekerja di Padang ambo sangaik suko mancaliak pukek dielo urang pas cikang pukek ko ambo sato lo maelo apolai katiko kandua tibo di darek tampek ikan taparangkok Kini yo ibo ati mancaliak urang mamukek, pukek ko dielo sangaik barek disangko kandua lai barisi ikan banyak mako kini isi kandua tu baa kecek urang pukek ka ambo "Ondee yuang isi kandua kini panuah dek ubua2 jo sarok sajo, hanyo ado anak2 ikan sajonyo ndak co dulu lai tapi lauik kini" Jadi kok lah ubua2 sajo isi kandua pukek ko Pak Emi yo ibo ati mancaliak nasib nelayan ketek nan mamukek ko "pinggang lah gantiang maelo pukek, nan tapak kaki lah malatuah dek angek kasiak maelo pukek" pukek dielo taraso barek harok ikan nan banyak dalam kandua ndak tahunyo barek dek ubua-ubua Yo cik mato mambilalak mambudua Dirosok ubua2 lunak jo buah kundua Baa kok PLN pku ko Pak acok pudua he he nggak nyambung gurindam ko, oh yo kama sanak Yanto yo lah lah lamo ndak muncua Jadi baitulah nasib nelayan ketek kini ko, beko ubua2 tu dikaluakan di dalam kandua, kadang2 dalam ubua2 tu manyalek saikua duo ikua anak ikan sarupo pinang2 jo maco ambo tahu persis Lah tabuang ubua2 ko nan mambarekan pukek dielo tingga anak2 ikan sajo lai sarupo pinang2, anak sinangin anak kurau, maco, bada , anak batai2, tamban paliang kareh diago anak galeh 100 ribunyo cubo lah bayangkan nan maelo pukek jo pawangnyo 12 urang bagilah kepeang nan 100 ribu tu Ambo suka mambali anak lauk pukek ko digoreng rancah jo patai lubuak minturun, indak baago-ago do, bara kecek urang pukek ko saonggok ambo bali sajo, ambo iyokan sajo ibo awak Nah seharusnyo para elit partai dan elit kekuasaan harus tahu nasib nelayan ketek ko nan acok dapek "ubua-ubua" sajo iduik dari hari ka hari barutang. Kadang2 yo ndak adil dan terasa sangat zalim sekali penguasa dan elit2 jika dibandingkan uang Bank Century nan ditilap di korup dari pitih negara (rakyat) yang dikucurkan dari BI untuak manyalamaikan Bank itu dan penuh permainan tingkat ateh jiko kito bandiangkan isi pukek nelayan ketek nan panuah dek "ubua-ubua" Itulah saketek tantang ubua2 di nelayan Pak Emi, kok baranang2 awak di lauik nan janiah yo lamak lenggang lenggok ubua2 ko wak caliak. Kuncun kambang we e dengan gerakan teratur malayang2 didalam aia Wass-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: suheimi ksuheimi <[email protected]> Date: Mon, 30 Nov 2009 16:40:39 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] ubur-ubur Perangai binatang yang perlu kita simak itu bisa pada ubur2 laut Dia punya membran selaput tipis sebagai alat pendengaran yang sangat halus dan sensitif yang disebut dengan "artifical ears" sehingga perubahan dilapis bumi dia bisa dideteksinya sehingga ubur-ubur ini dapat meramalkan akan peristiwa gempa yang menimpa Sekarang masanya kita mengembangkan elekteo bionic bahwa kehidupan itu adalah loncatan-loncatab bio elektrik Kalaulah kita bisa memasang elektrode di ubur-ubur laut agaknya bisa kita memprediksi kejadian2 dahsyatatau kalau kita bisa meniru selaput tipi membran seperti bubur laut agaknya kita bisa tahu kapan bencana menimpa Mungkin itulah agaknya tempat yang akan dilanda topan, badai atau gempa yang hebat disana bubur laut itu menghilang Salam K Suheimi Terima Kasih Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K) "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com" --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
