berdiri bulu romaku membaca email dari aryandi....(mungkin itu namanya)  ttg 
HIV - AIDS... apalagi ada tertulis disana ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV 
- AIDS .... ada  apa di Nagari  kita ini .... kenapa ibu rumah tangga (12 %  
ibu rumah tangga) kena HIV- AIDS.... apakah karena mereka   pemakai narkoba   
atau akibat hub seks bebas...  atau tertular dari suami yang tidak setia.... 
semua pertanyaan itu mungkin akan jadi tersimpan terus dan tidak akan terjawab 
kalau kita tidak sama - sama menyadari bahaya HIV- AIDS ini..... 

Mungkin kita tidak bisa menghilangkan HIV- AIDS  dari  Sumatera- Barat ini 
kalau Pemerintah dan tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri tidak peduli ttg 
hal ini... sebaiknya kita secara pribadi menyadari bahaya dari HIV-AIDS ini ... 
dan menghindari diri dari hal - hal yang mengakibatkan kita  terinfeksi 
HIV-AIDS....

Selamatkan diri dari HIV-AIDS








----- Forwarded Message ----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, December 2, 2009 11:07:43 AM
Subject: [...@ntau-net] Sumbar Peringkat 11 Kasus AIDS di Indonesia


Ikut prihatin..... inikah negeri yang ABS SBK???
 
Padang (ANTARA) - Departemen Kesehatan (Depkes) RI mencatat kasus AIDS di 
Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Juni 2009 sebanyak 273, sehingga membuat 
daerah ini berada di peringkat ke-11 dari 33 provinsi di Indonesia.
"Penularan kasus AIDS di Sumbar terbanyak terdeteksi melalui hubungan seks 
bebas dan pengidapnya dominan usia produktif antara umur 20-29 tahun," kata 
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Dinkes Sumbar, Machdalena, kepada wartawan di 
Padang, Selasa.
Dia menjelaskan, penularan AIDS melalui hubungan seks bebas (hetrosex) mencapai 
87 persen, perintal sebanyak 10 persen, dan transfusi darah tercatat 15 persen.
Sementara itu, kasus HIV penularan melalui Napza sebanyak 15 persen, hubungan 
seks bebas sebanyak 24 persen, dan tidak diketahui sebanyak 31 persen.
Justru itu, kampanye tentang anti gaya hidup seks menyimpang harus digencarkan 
sehingga bisa menekan angka tersebut.
Berdasarkan data Dinkes Sumbar, kalangan ibu rumah tangga yang banyak terivensi 
HIV dengan jumlah saat ini sebanya 12 persen, sedangkan teriveksi AIDS telah 
mencapai 146 persen.
Ia mengatakan, penularan melalui jarum suntik tetap masih tinggi tetapi 
kecenderungannya turun sudah terlihat, karena kampanye dan sosialisasi anti 
obat terlarang kian gencar.
Lebih dijelaskannya, melihat kenyataan epidemi AIDS di Sumbar, pertama kalinya 
pada 1992 ditemukan kasus HIV sebanyak satu orang melalui sero survei.
Jika melihat kenyataan perkembangan kasus HIV/AIDS 19 kabupaten dan kota di 
Sumbar sejak 1992 sampai Juli 2009, sudah tercatat 547 orang, sebanyak 62 orang 
meninggal.
Jumlah itu, katanya, terdiri 173 pengidap HIV dan sebanyak 374 AIDS dengan 
penemuan kasus terbanyak di Kota Padang, disusul Kota Bukiktinggi dan urutan 
ketiga Agam.
Ia mengungkapkan, sejak 2005 sampai Juli 2009 di Kota Padang terinveksi HIV 
tercatat 39 orang, dan AIDS berjumlah 163 orang, 28 di antaranya meninggal.
Sementara itu, untuk di Kota Bukittinggi jumlah kasus HIV sebanyak tujuh orang 
dan penderita AIDS 86 orang. Urutan ketiga Kabupaten Agam dengan satu kasus 
terinveksi HIV dan sebanyak 16 orang penderita AIDS.
Machdalena menyebutkan, penemuan kasus positif terinveksi HIV/AIDS tersebut 
hasil pemeriksaan darah kelompok yang berisiko tinggi dan melalui `screening` 
darah di Palang Merah Indonesia (PMI).
Justru itu, upaya penanggulangan terus dioptimalkan dengan melibatkan berbagai 
pihak, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sudah semakin baik, karena pada 
2008 berada pada peringkat ke-13 dari 33 provinsi.
Kegiatan penanggulangan yang dilakukan, katanya, di antaranya "sero survey" 
pada kelompok resiko tinggi seperti, di Lembaga Pemasyarakatan (LP), Panti 
Rehabilitasi Andam Dewi dan kerjasama penyuluhan dengan perusahaan.
Terkait, tindakan pencegahan sejak dini sangat diperlukan, guna mencegah dan 
memutus mata rantai penularannya.
"Kesadaran untuk memeriksakan diri bagi kelompok beresiko tinggi akan sangat 
membantu dalam upaya memutus mata rantai penularan HIV/AIDS," katanya 
mengingatkan.
Data Dinkes Sumbar, menunjukan sampai Juli 2009 kunjungan pasien yang datang 
memeriksakan diri ke klinik VCT di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) M Djamil 
Padang, sebanyak 523 orang.
Setelah melalui hasil tes terdeteksi sebanyak 324 orang dinyatakan positif dan 
tercatat 199 negatif. Sedangkan di RS Achmad Muchtar Kota Bukittinggi kunjungan 
sebanyak 109 pasien, sebanyak 90 orang di antaranya positif dan sisanya 49 
pasien hasilnya negatif.
Alat pendeteksi berupa VCT saat ini di Sumbar, terdapat RSUP M Djamil Padang, 
RS Ahmad Muchtar, RS Yos Sudarso Padang, RS Siti Rahmah dan RSUD Padang 
Pariaman, LSM PKBI Padang serta LSM Lantera Minangkabau -- konsens pembedayaan 
ODHA.sources: 
http://id.news.yahoo.com/antr/20091201/tpl-sumbar-peringkat-11-kasus-aids-di-in-cc08abe.html
 
ARYANDI 




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke