Aww. aaa) Pak Guru Saaf jo dunsanak semuanya. Kami berpendapat lain dan walau bagaimanapun kito nan di Rantau (net) juga punya hak dan kewajiban untuk TIDAK membiarkan Minangkabau terkubur dengan SIKON dan DOMinasi tertentu dari stakeholdernya bukan? bbb) Konggres Minangkabau adalah suatu idea brilian dari Pak Guru Saaf jo kawan2 seperti Pak Mochtar Naim dan lain-lainnya.Dari sekian jangka waktu nan lamo sejak pecahnya PRRI/PERMESTA keterpurukan rakyat Minangkabau telah nampak jelas jika kito mambandiangkan nan alah dikarajokan oleh Bapak/Ibu Pemimpin Bangsa Indonesia yang berasal/berdarah dari Minangkabau indak paralu awak sabuikkan satu persatunyo. ccc) Nan paling paralu adolah suatu upayo BASAMO stakeholder rakyat Minangkabau (tanpa ada yan mengklaim tentunya sebagai yang paling berhak dstnya) untuk MEMBANGUN KEMBALI MINANGKABAU/SUmatera Barat sebagaimana kejayaan PAGARUYUNG/PERGOLAKAN REVOLUSI 17-08-1945 seperti H.A.SALIM, Bung Hatta, St.Syahrir, Moh.Natsir, Buya Hamka, dan lainnya menjadikan Sumatera Barat sebagai Centre of Excellent sebagaimana yang telah dibuatkan thesis oleh Datuk Basa M.C.BARIDJAMBEK tamasuak system ekonomi rakyat, trading house, Koperasi Internasional Marapalam Inc.dstnya. ddd) Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa Kongress Minangkabau adalah suatu perwujudan kesatuan dan persatuan stakeholder Minangkabau (Anak Nagari/Rantau) untuk menyusun suatu Pembangunan Berkelanjutan (Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang) disektor IPOLEKSOSBUDHANKAM secara integrated dan komprehensif dengan ABS-SBK. eee) Sekian sebagai pencerahan saja, tanpa ado makasud apapun kecuali dengan keikhlasan hati. Tabiek dari ambo, Aspermato, MA (65)
--- Pada Sen, 7/12/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: BLS: RE: Dari Mana Memulai Pembangunan Sumbar? [was: Re: [...@ntau-net] Re: lapehnyo tanago terdidik ka lua nagari] Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Senin, 7 Desember, 2009, 8:10 AM Itu memang mungkin juga, Riri. Kalau begitu halnya, maka fakta susahnya membangun saling mengerti ini bisa bersumber dari ketidaksamaan kerangka referensi yang di anut, antara kita yg di Rantau dengan para sanak yg di Ranah. Apakah ini berarti bahwa sebaiknya kita mengurus diri kita masing-masing saja ? Kita percayakan saya kepada para sanak kita di Ranah utk mengurus diri mereka sendiri, untuk tujuan dan dengan cara yg mereka anggap baik ? . Otonomi penuh dan luas. Tapi, lantas apa peran yg layak utk kita yg di Rantau ini. Cukup jadi 'pengamat' saja? Terkirim dari telepon Nokia saya - "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com" --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
