Iyo Nang.

Mungkin dek karano Walikotanya juga urang panggaleh, jadi tau ba caro "*
nge-wong-ke"*.

(untuak dunsanak nan berminat, kiprah pak Joko dapat dibaca antara lain di d
http://pemdabaik.blogspot.com/2009/01/walikota-menjamu-pedagang-kaki-lima.html
 )


riri
bekasi, l, 47



2009/12/7 <[email protected]>

> Kalo baitu, baguru lah walikota Padang ko ka walikota Solo/Surakarta. Ba a
> nyo ma wong kan orang (ma manusiakan manusia).
> Kasusnyo samo, masalah pasa juo. Tdk ado pedagang yg dirugikan
>
>
> Nanang, jkt
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * "Nofiardi" <[email protected]>
> *Date: *Mon, 7 Dec 2009 15:30:14 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *Subject: *...@ntau-net] Wako Disiram Air Cabe oleh Pedagang
>
>  Padang | Senin, 07/12/2009 13:12 WIB
>
> *Wako Disiram Air Cabe oleh Pedagang *
>
>
>
> Padang (ANTARA <http://www.antaranews.com>) – Wali Kota Padang, Fauzi
> Bahar disiram air cabe oleh para pedagang dalam aksi unjuk rasa yang digelar
> di halaman kantor DPRD Sumbar <http://www.sumbarprov.go.id>, Senin (7/12).
> Namun siraman tersebut tidak mengenai wako, tetapi kena Wakil Kepala
> Poltabes Padang, AKBP Wisnu Handoko.
>
> Peristiwa bermula ketika wako hendak meninggalkan kantor DPRD DPRD usai
> menghadiri pelantikan Gubernur Sumbar <http://www.sumbarprov.go.id> yang
> dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
>
> Saat hendak meninggalkan kantor, ratusan pengunjuk rasa yang kesal terhadap
> Fauzi Bahar langsung menghadang dan mencoba menyiram orang nomor satu di
> Kota Padang itu dengan air cabe.
>
> “Saya mencoba mengamankan seorang ibu-ibu yang akan terjatuh saat itu dan
> jika tidak saya tolong, ibu tersebut pasti akan terinjak-injak di keramaian,
> namun pada saat bersmaan ada seorang pedagang yang mencoba menyiram wako,
> namun tidak sempat kena, justru saya malah terkena cipratannya,” terang
> Wisnu.
>
> Aksi tersebut dilakukan pedagang menuntut agar kios-kios darurat di Pasar
> Raya Padang untuk relokasi pedagang korban gempa dibongkar. Pedagang menilai
> dengan adanya kios darurat tersebut mengurangi pendapatan dan membahayakan
> jika terjadi gempa atau kebakaran karena sempitnya akses jalan di pasar
> darurat itu. (ril/wij)
>
>
>
> http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=2&id=67039
>
>
>  The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
>
> >
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke