On 11 Des, 10:16, "Bakhtiar Muin" <[email protected]> wrote:
> BakhtiarM: > Kita kurangi maota, kita bikin unit2 kegiatan dibawah naungan Rantau-Net. > Ada unit2 bisnis, lembaga pendidikan/dakwah, lembaga lobby, lembaga politik > utk mengodok calon2 pemimpin masa depan. Epy B : RantauNet (RN) adalah komunitas yang berada di dunia maya, dengan member yang hidup di dunia nyata, yang merupakan "dunia" mereka sendiri yang sebenarnya. Mereka terdiri dari profesional, ibu rumah tangga, pensiunan, dan lain-lain. Pada hakekatnya mereka sibuk dan disibukkan oleh dunia rieel mereka sendiri tersebut. RN sendiri tidak punya organisasi rieel sesederhana apapun. Rang Dapua hanya sebatas mengelola milis secara teknis dan sejauh memungkinkan memelihara kesepakatan menyangkut tata tertib berkomunikasi di milis Minang ini . Untuk menampung dan membahas gagasan, bersilaturahim secara virtual, atau saling bertukar informasi yang bersifat pencerahan, semuanya memang dapat dilakukan melalui RN, sekaligus bersama topik lain yang disebutkan bung Z. Chaniago diatas. Tapi dengan kelebihan dan sekaligus keterbatasannya ini, saya ragu jika RN mampu untuk mempunyai bisnis, lembaga pendidikan/dakwah dll yang bung Bakhtiar dan kita bersama dambakan diatas, tanpa ada sesuatu upaya terarah guna menajamkan missi yang telah ditetapkan para pendiri RN semula (Bapikie dan Babuek Untuak Ranah Minangkabau tercinta). Jadi untuk menjawab pertanyaan bung Bakhtiar yang lalu : darimana akan dimulai, saya justru mengusulkan langkah awal berupa peningkatan kualitas diskusi dan pengkomunikasiannya secara efektif dengan beberapa pihak lain seperti DPR, Pers, dan LSM tadi, dalam rangka berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Daerah yang memiliki dan mengelola sumberdaya yang ada di Ranah. Peningkatan ini tidak memerlukan perubahan AD/ART RN. Itu sudah OK, sejauh ketentuannya memang diikuti secara disiplin. Langkah pertama sangat bersifat teknis : membuat "bilik khusus" sesuai yang disebutkan bung Riri dan bung Syafroni. Bilik dimaksud bukan merupakan milis terpisah/baru, tapi merupakan bagian dari milis RN yang sekarang ini. Caranya ? Silahkan kita lemparkan permasalahan ini kepada member yang ahli dalam bidang ini. Kita lihat pula bagaimana tanggapan mereka. Akankah di zaman semua rakyat Indonesia sudah bosan dengan segala keterpurukan ini, dan hampir seluruh masyarakat Minang memprihatinkan kondisi kampung halamannya yang masih tertinggal ini, di milis"pertama dan tertua" ini kita masih akan bertahan dengan kondisi ota lapau yang sebagian besar tidak ada ujung atau hasil konkritnya tersebut...........? Maaf dan Wassalam, Epy Buchari L-66, Ciputat Timur -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
