-----Original Message-----
From: korandigital <[email protected]>
Date: Sat, 12 Dec 2009 07:58:48 
To: [email protected]<[email protected]>
Subject: [Koran-Digital] Mengemis untuk Sepiring Nasi

Eti Jafar, 47 tahun, tak pernah menyangka roda kehidupan begitu cepat 
bergulir ke bawah. Penduduk Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota 
Padang, itu kini harus menadahkan tangan demi sepiring nasi.

Sejak gempa meluluh-lantakkan Padang beberapa bulan silam, Eti 
menganggur. Semula dia bekerja sebagai buruh penggiling cabai di sebuah 
pasar di Padang.
Namun, kios tempatnya bekerja runtuh dihantam gempa. Eti pun kehilangan 
pekerjaan.
"Saya mencoba berjualan bakwan, tapi tak cukup menghidupi empat anak 
yang kecil," katanya.
Suaminya meninggal tujuh bulan silam.

Dia sempat mendapat bantuan uang lauk-pauk Rp 250 ribu dari pemerintah 
selama satu bulan.
Namun, bantuan itu berhenti sejak masa tanggap darurat berakhir. 
"Sekarang sudah tidak ada lagi bantuan. Kami sekeluarga masih tidur di 
bawah tenda terpal. Untuk membeli plastik penutup dinding juga tidak ada 
uang," katanya.

Eti tak sendiri. Nur Zailis, 45 tahun, penduduk Kelurahan Pisang, 
Kecamatan Pauh, Kota Padang, juga meminta sumbangan ke rumah-rumah warga 
yang tidak terkena gempa. "Rumah saya roboh, sekarang saya tinggal di 
gubuk sebelah rumah yang didirikan pemuda kampung," katanya. Dindingnya 
dari kain bekas spanduk. Bila hujan turun, dingin menggigit sekujur 
kulitnya.

Dulu Nur adalah guru mengaji.
Namun, surau tempatnya mengajar kini rusak parah dihantam gempa. 
"Akhirnya saya minta sumbangan ke rumah-rumah. Selain uang, ada yang 
memberikan baju bekas," katanya.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, sejumlah penduduk di Kota Padang 
terpaksa mengemis untuk bertahan hidup. Pemerintah daerah tidak lagi 
memberikan bantuan lauk-pauk untuk korban gempa. Pada masa tanggap 
darurat, pemerintah telah mengucurkan bantuan sekitar Rp 66,2 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman mengatakan pemerintah 
pusat akan mengucurkan bantuan Rp 313 miliar untuk rekonstruksi dan 
rehabilitasi pascagempa. Dana itu, antara lain, akan digunakan untuk 
memperbaiki rumah yang rusak berat. G FEBRIANTI

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2009/12/12/ArticleHtmls/12_12_2009_009_004.shtml?Mode=1

-- 
Groups "Koran Digital"
- One Touch News-

To post to this group : [email protected]
To unsubscribe from this group : [email protected]

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun
              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
              -  Hindari ONLINER
              -  POTONG EKOR EMAIL
              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau 
Moderator 
                 Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.
              -  Berdiskusilah dengan baik dan bijak.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~-------------------------------------------------------------------
“Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang 
sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.” -- Otto Von 
Bismarck

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke