DUBES RI PROF. DR. FUAD HASSAN KEPADA “ANTARA” CAIRO :

KRISIS TIMUR TENGAH DALAM PENYELESAIAN

Antara :
Sesudah kunjungan Presiden Sadat ke Jerusalem dan sesudah pertemuan
Presiden Sadat dengan PM Menachem Begin di Ismailia, untuk
menyelesaikan krisis Timur Tengah dengan jalan damai, bagaimana
tanggapan Bapak tentang usaha-usaha damai tersebut dan mohon penjelasan!

Dubes:
Menurut hemat saya pertemuan Ismailia itu suatu pertemuan yang
selangkah lagi lebih maju dari pertemuan Jerusalem. Meskipun pada
pertemuan Ismailia ini belum ada kesepakatkatan mengenai semua hal,
tapi tidak bisa disangkal bahwa pertemuan itu pasti selangkah lebih
maju lagi dari pertemuan jerusalem.
Petama, adanya “peace pilan” (perencanaan) usul perdamaian yang
kongkrit dari pihak Israel.
Kedua, adanya kesepakatan untuk tidak lagi menyelesaikan masalah
sengketa Timur Tengah dengan jalan perang.
Ketiga, yang pentng sekali adalah: andaikata masih ada
perbedaan-perdedaan pandangan dan pendapat, itu akan diselesaikan terus
melalui jalan perundingan dengan mempertahankan semua saluran
komunikasi, semua saluran dialog, tetap terbuka pada tingkat
apapun.Tingkat Ahli tingkat Menteri dan tingkat Puncak.
Adalah sangat keliru dan sangat tidak realistis untuk mengharapkan
bahwa di Ismailia itu segera akan selesai semuanya dalam 24 jam. Terang
29 tahun diselesaikan dengan 29 jam di Jerusalem, tentu saja tidak
bisa. Jangan lupa bahwa setiap perudigan perdamaian, bermula dengan
adanya perbedaan pendirian. Kalau semua sudah cocok, buat apa ada
perundingan. Apabila perundingan perdamaian antara Israel dengan
sejumlah negara-negara Arab yang berbgheda-beda pendapatnya,
pendiriannya tentang situasi Timur Tengah. Oleh karena itu, saya anggap
sangat tidak fair untuk menduga bahwa perundingan Ismailia itu akan
menghasilkan sesuatu yang “kontan”, tidak mungkin!
Saya menganggap cukup berhasil kalau misalnya pada hari ulang Tahun
presiden Sadat yat, Timur Tengah sudah damai. Itu saya anggap sudah
fair. Mengingat prosesnya panjang dan yang diselesaikan bukan
perdamaian antara dua negara, bukan antara Mesir dan Israel, tetapi
masalah perdamaian dari sengketa beberapa negara, sekaligus berikut
masalah pendirian suatu masalah lain.
Kalau dipikir masalah Timur Tengah ini menyangkut sekian banyak negara
dan masalah baru yaitu pendirian negara Palestina. Saya anggap kalau
umpamanya dalam tahun 1978 sampai akhirnya tercapai kesepakatan, itu
sudah saya anggap hasil yang besar.
Kalau orang menilai pertemuan Ismailia sebagai pertemuan yang gagal,
itu mungkin dikarenakan mereka mengharapkan melalui pertemuan Ismailia,
sekaligus tercapai. Hal mana sangat tidak tealistis.
Satu realitet yang tidak bisa disanggah, merupakan dasar yang baik
untuk perundingan. Baik Sadat maupun Begin menyatakan bersedia setiap
waktu apabila bertemu lagi.
Saya menganggap pertemuan Ismailia “berhasil”. Sekurang-kurangnya
berhasil meletakan pedoman-pedoman yang ada arahnya kepada perdamaian.
Jika disana sini masih ada perbedaan pendapat itu adalah “Lumrah”.
Tidak ada perundingan perdamaian di dunia ini yang dimulai dengan
semuanya sudah “sama” semuanya sudah “sepakat”.
Mengenai penyelesaian Timur Tengah yang pada waktu ini memasuki tahap
yang sudah beberapa langkah lebih maju setelah Koperensi Cairo maupun
Koperensi Ismailia. Kalau tidak ada halangan 2 minggu lagi pertemuan
Komite Politik dan Komite Militer.

Antara:
Bagaimakah pendapat Bapak tentang usaha-usaha Blok “Anti Sadat” yang
pro Moskow dan sejauh mana pengaruh Uni Soviet di Timur Tengah?

Dubes:
Satu keputusan pasti menimbulkan pro dan kontra. Oleh karena itu dapat
mengerti tumbuhnya satu blok yang “Anti Sadat”. Saya anggap ini sebagai
“family quarrelsome”. Sebagai “sengketa keluarga”. Artinya ada
penilaian yang berbeda tentang usaha perdamaian di Timur Tengah.
Pihak-pihak yang mendukung dan tidak mendukung move Sadat adalah
ungkapan hak untuk berbeda pendapat dan ini perlu di “apprise” (perlu
dihargai). Akan tetapi saya berharap jangan sampai pendapat ini sebagai
penghambat, tetapi adalah sekedar berbeda pendapat saja! Tidak mungkin
orang mengharapkan Sadat setelah kunjungan tanggal 19 Nopember itu
terus mencapai perdamaiaan.
Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa ada pola-pola baru dalam
penyelesaian masalah Timur Tengah ini. Nah, kalau umpamanya sekarang
ada penilaian yang berbeda maka waktu nanti akan membuktikan siapa yang
benar. Tidak bisa sekarang “apriori” menentukan si ini benar si itu
salah. Tapi yang terang semua iktikadnya sama, semua mencari
penyelesaian. Ada perbedaan cara untuk mencapai penyelesaian, hasilnya
mana yang benar, itu akan diketahui nanti dalam waktu mendatang.
Sekurang-kurangnya yang penting dicatat adalah bahwa presiden Sadat
telah mengambil inisitip, mengambil prakarsa.

Antara:
Bagaimana dengan masalah Palestina?

Dubes:
Masalah Palestina adalah masalah yang paling rumit sejak semula. Memang
benar apa yang dikatakan oleh Presiden Sadat berulang-ulang bahwa
masalah Palestina sebetulnya pangkal dari masalah Timur Tengah. Kita
masih ingat ketika PM Begin pada Komperensi Pers di Ismailia mengatakan
“I am Palestinian Jew”. Ini salah satu indikasi bahwa Beginpun
menyadari bahwa konsep Palestina itu semula adalah konsep geography
(konsep wilayah). Didalam wilayah Palestina dahulu disitu ada orang
Arab Palestina ada orang Jahudi Palestina. Jadi tidak salah kalau Begin
dalam Komperensi Pers itu mengatakan “I am Palestinian”.
Sekarang ini orang Palestina tersebar dimana-mana. Ada 2 sebab:
Pertama, memang dari dulu banyak yang menetap di negara-negara Arab.
Kedua, orang Palestina ada yang terusir dari negerinya dan mengungsi
karena didirikannya negara Israel.
Pengusiran ini yang kurang tepat dan tidak bisa dibenarkan. Oleh karena
mereka berhak berada di tanah airnya, di negerinya sendiri, juga
menentukan nasibnya sendiri.

Antara:
Mengenai peranan Yasser Arafat dan PLO-nya bagaimana?

Dubes:
Saya berpendapat bahwa PLO adalah satu gerakan yang memang
memperjuangkan pendirian negara Palestina. Untuk ini kita juga
mendukung PLO. Indonesiapun tidak pernah absen mendukung perjuangan
untuk kepentingan rakyat Palestina dan pengembalian hak-hak rakyat
Palestina. Saya yakin bahwa akhirnya kalangan PLO sendiripun akan
melihat bahwa Sadat tidak melepaskan tututan dan hak Palestina dalam
meja perundingan dengan Israel.
Satu hal yang nyata sampai sekarang bahwa Sadat tidak menyelesaikan
masalah sengketa ini hanya “bilateral” antara Mesir dan Israel. Ini
harus membuka mata bahwa tidak ada unsur “penghianatan” sampai sekarang
Sadat terbukti tetap gigih menuntut diberikannya hak menentukan nasib
sendiri untuk orang Palestina. Sampai sekarang sadat tidak melepaskan
sedikitpun tuntutannya atas penarekan mundur tentara israel dari
seluruh wilayah arab yang didukukinya.
Kalau tuntutan ini menjadi tuntutan Sadat yang nota-bene menjadi
tuntutan semua negara Arab dan PLO, maka apa salahnya kalau akhirnya
semua menjadi sebaris lagi. Sampai sekarang tidak ada yang menunjukkan
bahwa Sadat jalan sendiri. Sampai sekarang keamcetanpun karena masalah
Palestina. Kenapa PLO sampai sekarang belum kembali segaris dengan
Sadat, ini saya tidak tahu! Tapi saya yakin pada suatu saat semua akan
menyaksikan bahwa Sadat tidak melepaskan tuntutan yang prinsipil dari
tuntutan bangsa Arab maupun rakyat Palestina sendiri. Oleh karena itu
saya berkeyakinan kuat pada suatu hari mereka akan bertemu lagi.


--
Posting oleh PONDOK PESANTREN MODERN AL HARBI ke ZULHARBI SALIM BLOG
pada 6/02/2009 06:32:00 PM

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke