Sanak Eri yth.
Saya senang sanak sudah bisa membedakan antara puak Melayu dan Minangkabau, dan 
juga membangun persamaan di antara keduanya. Perbedaan ini telah kita ulas 
panjang lebar dalam banyak diskusi, namun mengenai persamaan belum terlalu 
banyak diulas. 
 
Sanak menyebutkan salah satu persamaannya adalah dalam mempertahankan tanah 
wilayat, untuk puak Minangkabau telah cukup jelas aturan adat yang mengatur hal 
tersebut. Namun untuk puak Melayu saya belum terlalu jelas, mudah-mudahan sanak 
mau menjelaskan lebih lanjut.
 
Hal lain dari persamaan adalah menyangkut diaspora genealogis. Kita harus 
mengakui bila diaspora Melayu jauh lebih luas dan lebih lama, walau akhirnya 
menjadi parsial dan tidak terkait. Untuk diaspora Minangkabau untuk wilayah 
rantau yang berdekatan memang masih bisa diikat, namun untuk rantau yang jauh 
seperti Negeri Sembilan, hanya menyangkut sistem nilai tertentu.
 
Hal lain yang perlu diperhitungkan adalah cultural sites orang Minang sangat 
kuat, dan menjadi modal dalam pengembangan budaya ke depan. Saya tidak terlalu 
khawatir, mengingat bila selama ini saja sudah banyak terjadi distorsi 
adat-budaya namun rasa keMinangan itu masih ada, terutama bagi masyarakat di 
perantauan. Sehingga memang perlu juga kita pikirkan dan kembangkan model dan 
tipe pengembangan adat-budaya dalam kondisi tercerabut dari ranah.
 
Sementara demikian dulu lebih kurangnya.
 
Wassalam,
-datuk endang


--- On Wed, 12/9/09, Eri Bagindo Rajo <[email protected]> wrote:






Assalamu'alaikum WW pak MN, sidang palanta lapau RN yang mulia.

Saketek dari ambo;   Jangan sampai WARGA puak MELAYU & MINANGKABAU tercerabut 
dari TANAH.

Melayu sebagai kelompok suku asli di wilayah geografis ASIA TENGGARA, merupakan 
suatu kelompok dengan CULTURE
yang komplit dalam pengertian Antropologi, memiliki  sistem kekerabatan nan 
asli antara lain; sistem sosial dan sistem kepemilikan "HARTA BERSAMA". nan 
kito kenal dengan TANAH ULAYAT.

Dinamika dunia saat ini, baik ditinjau dari sisi sosial, politik maupun budaya, 
sangat di pengaruhi oleh MONETERISME.
Apo pun nan di kakok/ di karajokan/direncanakan ber ujung atau berpangkal pado 
DUIT/UANG/FULUS/DANA. 
Suka atau tidak suka FENOMENA ini merupaka salah satu tantangan setiap suku 
bangsa /bangsa di dunia.

Faktor lain nan ikut berperan menentukan adolah TERBUKA nyo KOMUNIKASI. 
Sehingga baik sistem nilai maupun sistem kekerabatan
nan ado dalam puak MELAYU, ikut terimbas keterbukaan komunikasi.

Faktor lain lagi adolah sistem KAPITALIST Global, sangat berperan dalam 
menentukan arah dan wacana pemikiran ummat manusia,
melalui pembentukan issue, trend/mode, arah konsumerisme, arah POLA PIKIR,  
manipulasi informasi, tekanan keuangan, tekanan politik, tekanan militer, pado 
zaman sebelumnya TIDAK begitu mengkhawatirkan (walupun ada dan terjadi).

Dalam kaitan dinamika 3 faktor tadi ;
MONETERISME, KOMUNIKASI, KAPITALIST GLOBAL, Bagaimana PUAK MELAYU ini akan 
bertahan??

Pertahanan pertama bagi warga PUAK MELAYU adolah mempertahan setiap jengkal 
TANAH yang di miliki oleh INDIVIDU warga suku, 
maupun TANAH yang menjadi milik bersama (TANAH ULAYAT).

Sampai 50 tahun kedepan, kalau dunia ini masih ada, maka setiap ummat manusia 
akan berpaling pada PERTANIAN untuk memenuhi kebutuhan PRIMER hidupnya.  Jangan 
sampai WARGA puak MELAYU tercerabut dari TANAH.

Hidup tanpa tanah, berarti akan hidup seperti kaum papa/miskin di kota kota 
besar INDIA, USA, CINA, BRAZIL, dll.

Jadi konteks kebudayaan dan sistem nilai serta kekerabatan nan akan datang 
sangat tergantung pada kegiatan ekonomi yang berbasis
TANAH milik pribadi dan tanah milik bersama (tanah Ulayat).

Sakian pak MN.
Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung
Maajak urang minang mempertahankan TANAH RANAH MINANGKABAU 







Dari: Mochtar Naim <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Rab, 9 Desember, 2009 10:23:00
Judul: [...@ntau-net] MAKALAH "POTENSI BUDAYA MINANGKABAU..."






KAWAN-KAWAN,
 
BERIKUT SAYA TURUNKAN -- KARENA DI RANTAUNET TIDAK BOLEH DILAMPIRKAN -- MAKALAH 
YANG SAYA SAMPAIKAN DI SEMINAR INTERNASIONAL "POTENSI KEBUDAYAAN MASYARAKAT..." 
10 DES 2009, UNTUK DITANGGAPI DAN DIPERSAMAKAN. TRMKASH. MN
 
  
POTENSI BUDAYA MINANGKABAU 
DAN DUNIA MELAYU UMUMNYA 
DALAM MENGHADAPI 
TANTANGAN DAN PERUBAHAN 
KE MASA DEPAN 
  
Mochtar Naim 
  
Makalah yang disampaikan pada Seminar Internasionl 
“Potensi Kebudayaan Masyarakat dalam Menghadapi Berbagai Dampak Perubahan dan 
Bencana” 
IAIN Imam Bonjol Padang, 
10 Desember 2009, di Padang 
  
  





      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke