MEDIA INDONESIA MINGGU 13 DESEMBER2009
BERTUALANG KE NEGERI SERIBU SUNGAI
Solok Selatan menjadi magnet baru bagi petualangan kayak setelah 8 kayaker
Mengekspolari wilayah yang kaya Sungai-sungai deras itu.
Toto Triwidarto
Berada pada ketinggian 500m hingga 1700m diatas permukaan laut, Solok
Selatan adalah salah satu wilayah di Provinsi Sumatra Barat yang paling kaya
akan sungai - sungai berarus deras dan berair terjun.
Inilah yang membuat tiga pihak yang terpaut jauh secara geografis
bersatu dalam sebuah misi eksplorasi kayak arus deras untuk pertama kalinya
di wilayah yang kerap disebut Negeri Seribu Rumah Gadang.
Ketiga pihak itu adalah tim kayaker Indonesia yang tergabung dalam
Komunitas Kayak Tirtaset - A, tim kayaker Afrika Selatan (Afsel) dan Dinas
Kebudayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Solok
Selatan.
Tim Tirtaset - A terdiri dari empat orang kayaker, yakni saya sendiri,
Puji Haryanto, Sigit Setiyanto dan Agus Hermansah. Tim Afsel terdiri dari
Celliers Krueger, CEO Fluid Kayaks, produsen kayak nomor tiga terbesar di
dunia, Direktur Gravity Adventure Group Andrew Kellet, Direktur Whitewater
training, Safety & Rescue Hugh du Perez, dan fotografer serta penulis portal
berita kayak paling berpengaruh di dunia Playak.com Adrian Tregoning.
Dengan dukungan dari Disbudparpora di bawah kepemimpinan Dr Yul Amri,
kami berdelapan menjadi sebuah tim kayaker yang bahu membahu menembus jeram
jeram sungai curan di tengah keterpencilan dan kelebatan hutan Solok Selatan
yang masih perawan.
Lima Sungai
Sesungguhnya ada lebih dari 70 sungai yang diidentifikasi oleh
Disbudparpora Solok Selatan. Namun mengingat keterbatasan waktu, hanya lima
sungai yang berhasil dieksplorasi, yakni Sungai Liki, Sungai Sangir,
Sungai Lambai, Sungai Blangir dan Sungai Bangko.
Di Sungai Batang Liki, kami mengarungi jalur sepanjang kurang lebih 30
km yang terbagi dalam 3 ruas pengarungan atau trip, masing masing adalah
Sungai Batang Liki atas atau Upper Liki, sepanjang kurang lebih 10 km.
Sungai Batang Liki Tengah atau Middle Liki sepanjang kurang lebih 7 km, dan
sungai Batang Liki bagian bawah atau lower Liki sepanjang 13 km.
Sungai Liki bagian atas atau Upper Liki adalah sungai jenis creek atau
sungai gunung dengan tingkat kecuraman menukik banyak kelokan berbatu yang
membutuhkan kemampuan manuver tinggi dalam pengarungan. Sungai yang membuat
empat kayaker Afsel menikmati buaian adrenalin adalah Batang Sangir. Dengan
ruas pengarungan sepanjang kurang lebih 21 km, kami membagi pengarungan
sungai ini dalam dua ruas trip, yakti upper Sangir sepanjang 8 km dan lower
Sangir sepanjang 13 km.
Seperti kebanyakan sungai di Solok Selatan, Sangir adalah sungai
gunung, Ia memiliki tingkat kesulitan grade 2 hingga 4. Debit airnya
melimpah disuplai dari danau di atas Gunung Kerinci. Hutan tropis di kiri
kanan sungai masih sangat lebat.
Sungai ini menawarkan jeram besar, hole atau lubang air yang menyedot
dan halangan batu dan pohon tumbang menuntut kayaker bermanuver dengan baik.
Kemampuan eskimo roll yang stabil atau membalikkan kayak yang terbalik ke
posisi semula tanpa keluar dari kayak menjadi keharusan.
Sejarah
Di sungai Blangir, Sigit sempat terperangkap di bawah air selama
beberapa detik setelah terjun dari turunan setinggi empat meter. Beruntung
Hugh du Perez sigap dan memberikan pertolongan. "Untuk mengenang peristiwa
itu sekaligus sebagai ucapan terima kasih, saya sekarang memanggil Hugh
dengan sebutan ayah" kata Sigit.
Di Batang Bangko tim menikmati sungai dengan keasrian alam. Arus
berjalan pelan. Turunan demi turunan saling terpaut jauh dengan ketinggian
2 sampai 4 meter.
Di Sungai Lambai sejarah tercatat. Dua anggota tim dengan kompetensi
kayaking paling tinggi dalam tim, yakni Andrew Kellet dan Hugh du Perez,
menerjuni Empat Tangsi, air terjun dua tingkat dengan berketinggian sekitar
35meter.
Mereka terjun dari tignkat kedua yang berketinggian sekitar 20 meter!
Dalam percaturan kayaking ekstrim internasional, itu sebuah kelaziman.
Tetapi untuk sejarah kayaking Indonesia yang masih 'bayi', penerjunan Andrew
dan Hugh adalah rekor bersejarah.
Semua anggota tim merasa sangat bersyukur dan excited bertualang di
wilayah yang begitu kaya sungai - sungai nan menantang.
Tidak keliru bila Nofrins Napilus, seorang tokoh pariwisata Sumbar yang
aktif mendukung kegiatan pionir ini memberi julukan baru untuk Solok
Selatan: Negeri Seribu Sungai (X-9)
[email protected]
untuk e-papernya beserta photo bisa dilihat disini
http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/12/13/index.shtml
halaman 17
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe