ANTARA CACING, BURUNG & MANUSIA
Oleh K Suheimi
Hari ini saya dapat kiriman email dari Yanti> isinya menggelitik dan patut jadi
bahan Renungan
Berulang kali saya baca, kerna sangat bagus ingin saya berbagi dengan pembaca
saya, silahkan menikmati
Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi/
maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi
keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana
dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.
Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa
makanan buat keluarganya/ tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya/
sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa
buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung
lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang
tetap/ apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia/ namun yang jelas
kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak
pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu
cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri
ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun
untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan makanan
yang dijanjikan Tuhan . Kita lihat/ walaupun kelaparan/ tiap pagi ia tetap
berkicau dengan merdunya.
Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup/ suatu waktu berada
diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain
waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.
Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung/ yaitu cacing.
Kalau kita perhatikan/ binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang
layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki/ tangan/
tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia
adalah makhluk hidup juga dan/ sama dengan makhluk hidup lainnya/ ia mempunyai
perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat, dengan segala
keterbatasannya/ cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari
makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan epalanya
ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing/
maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.
Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari
burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri
menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita
lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu
banyak belajar banyak dari burung dan cacing./
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian
rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak
berterima kasih. (QS. 11:9)
Pekanbaru 16 Desember 2009
Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo!
Answers!
http://id.answers.yahoo.com
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe