AWW Bapak Abraham Ilyas, Bapak2 Datuak, Para Ahi Budaya dan atau Sejarah, 
sarato Sanak Sapalanta;

Tagulitik Ambo nak tau bana tantang "Luhak Bapangulu, Rantau Barajo" ko;

Apo bana mukasuik nan sabananyo? Apo asal usul, mako ado pepatah nangko?

Mohon pencerahan;

Salam ta'zim;
------Original Message------
From: Abraham Ilyas
Sender: Milis M-RantauNet G
To: Milis M-RantauNet G
Cc: Abraham Ilyas
ReplyTo: Milis M-RantauNet G
Subject: [...@ntau-net] V Orang Minang berusaha memahami budaya Jawa. Luhak 
bapangulu, rantau barajo (terakhir)
Sent: Dec 17, 2009 13:22

Dunsanak di palanta nan ambo hormati. Ketek indak disabuikkan namo, gadang 
indak dipanggiakan gala. Kutiko mambaco postingan Bapak Mochtar Naim tentang 
budaya Jawa, ambo ingek jo pandapek beliau tentang dikotomi dari cara berpikir 
politik dan kebudayaan bangsa yang terentang di antara dua kutub budaya M dan 
J.  Luak bapangulu, rantau barajo.  Pangulu adalah lambang dari demokrasi di 
dalam banagari, sedangkan rajo adalah lambang dari sabdo pandito ratu dari 
suatu kerajaan. 40 tahun cara berpikir dan kebudayaan pemerintahan bangsa dan 
negara dikembangkan oleh Soekarno (orla) dan Suharto (orba), sesudah kekalahan 
diplomasi dan bertempur PRRI yang berpusat di kampuang awak lihat kisahnya di: 
http://www.nagari.or.id/?moda=menang/ Yang baik dari budaya Jawa yaitu santun, 
hormat kepada rajo/penguasa diformat oleh cerita-cerita wayang  yang 
menceritakan peperangan barata yudha antara keluarga Pandawa dengan Kurawa yang 
sangat disukai oleh masyarakatnyo (kini, antahlah !). Tahun 1964 – 1966,  
tahun-tahun nan penuh pergolakan/baparang (!) jo kekuasaan regim Soekarno di 
pusat kebudayaannyo, di kota Jogyakarta. Kutiko itu ado upaya untuk menyamokan 
kondisi ibu pertiwi dengan cerita perang Barata Yudha antara Pandawa dengan 
Kurawa. Kalau tak salah ada dua tokoh Kurawa yang berhasil dilekatkan namanya 
oleh masyarakat kepada pejabat orde lama yaitu sebagai Durna dan Aswatama. 
Tentunya sulit bagi kita untuk memahami cerita Mahabrata (sangat bagus, 
buktinya kini banyak urang awak maambiak namo Jawa !) dari pertunjukan wayang 
karena menggunakan bahasa Jawa kuno.  Untuk memahami budaya Jawa, ambo cubo 
manulihkan carito Barata yuda dalam bentuk syair pada tahun 1966 yang tak 
pernah diselesaikan apalagi dipublikasikan. Iko lembar no. 5: Catatan: Karna, 
tokoh yang kontroversial. Sebagai jurit sejati dia bersedia berperang melawan 
saudara-saudara tirinya seibu/kaum Pandawa, meskipun Karna tahu bahwa dia 
berada di pihak yang salah/Kurawa.  Soekarno, presiden pertama R.I mengakui 
Karna adalah tokoh wayang yang diidolakannya. Apakah sikap
ASLIM NURHASAN
+62811918886 |+62811103234
Powered by |Berbuat Nyata |Positif |Produktif |Konstruktif |Sinergis |®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke