Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Ini gejala baru di Sumbar, yaitu munculnya 'panglima suku', mungkin mengikuti contoh 'panglima pasukan berani mati'-nya Gus Dur, dan berbagai 'panglima-panglima' lainnya, seperti Habib Riziq dan Munarman.
Seperti biasa, unsur masalahnya adalah 1) ada tanah ulayat rakyat diambil
perusahaan atas izin pemerintah, 2) rakyat memprotes, 3) perusahaan meminta
bantuan polisi, dan 4) polisi mengirim pasukan brimob. Biasanya pasukan brimob
tidak punya tim negosiator, sehingga tidak jarang langsung menembak para
pendemo. Rakyat hampir tidak pernah menang dalam kasus-kasus tanah seperti ini.
Kapan pola seperti akan diselesaikan secara mendasar ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
Padang Today, Kab. Agam | Sabtu, 19/12/2009 13:57 WIB
Suku Tanjung Ancam Alihkan Demo ke Padang
Harmen - Padang Ekspres
Kaum suku Tanjung, Manggopoh ancam alihkan aksi demontrasi ke kantor gubernur
dan DPRD Sumbar termasuk aksi ke istana presiden di Jakarta, jika Pemkab Agam
tak mampu menyelesaikan tuntutan mereka.
Ratusan warga yang sudah hampir sebulan bertahan di lahan ulayat suku Tanjung
seluas 2.500 hektar yang selama ini dikuasai PT.Mutiara Agam kembali bereaksi,
selain masih belum adanya kemajuan dalam proses negosiasi, warga juga dibayangi
ancaman digelarnya panen sawit oleh PT.MA yang dikawal oleh personil Brimob
Polda Sumbar.
Seperti disebutkan Edlerman, panglima laskar suku Tanjung, baru-baru ini,
pihaknya mendesak agar bupati Agam segera merealisasikan rencana pembentukan
tim penyelesaian sengketa.
Ditegaskan, kaum suku Tanjung mengaku siap mengusung massa dalam jumlah lebih
besar termasuk meminta dukungan gubernur Sumbar dan DPRD Sumbar untuk
menjembatani persoalan yang mereka hadapi.
" Hingga kemarin tidak terlihat wujud dari sikap awal Pemkab Agam, termasuk
adanya dukungan riil dari DPRD Agam terhadap masalah yang mereka hadapi," tukas
Edlerman.
Sementara menurut Jufri Nur dan Andri Tanjung, pihaknya prihatin karena masih
lambannya proses birokrasi di Pemkab Agam, pasalnya bupati Agam Aristo Munandar
sebelumnya sudah bertegas-tegas pada personilnya untuk segera membentuk tim,
bahkan unsur terkait diberi tengat waktu 2 hari.
" Ternyata masih belum terealisasi hingga Kamis (17/12)," sebut Jufri Nur.
Malah Andri Tanjung menyebut, wajar warga protes akan hal itu, apalagi saat ini
ancaman dan bayang-bayang akan diturunkannya aparat oleh PT.MA sangat dirasakan
di lapangan,
" Kami sudah colling down, mestinya ada gerak cepat dari unsur terkait untuk
mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, “ tegas Andri Tanjung.
Sementara bupati Agam Aristo Munandar yang dikonformasi menyebut, pihaknya
sudah menindaklanjuti masukan dan aspirasi masyarakat berkait dengan masalah
yang muncul.
" Kita sudah lakukan serangkaian langkah termasuk membicarakan hal itu dengan
utusan kaum suku Tanjung, kami pun berupaya masalah itu bisa segera tuntas, “
tegas Aristo.
Dijelaskan Aristo, berkait dengan pembentukan tim perumus penyelesaian masalah
yang terjadi saat ini, pihaknya sudah menginstruksikan sekab Agam Syafirman
Azis dan jajaran asisten I untuk segera menuntaskan tahapan yang sudah
disepakati. (*)
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe<<inline: --static--liam_heartbubbles_bottomleft.jpg>>
