Mudah2an terwujud. Kalao saya prefer Jembatan Selat Malaka sih. Hitung2an 
bisnis nya lebih menguntungkan untuk keseluruhan sumatera. Karena jembatan  
tersebut tepat akan menghubungan Malaysia dengan bagian tengah Sumatera 
(Pekanbaru). Multiplier effeknya kaan lebih berasa ketimbang jembatan Selat 
Sunda yang mungkin hanya akan dirasakan oleh Lampuang dan Sumbagsel. Disamping 
itu, kalo tidak salah, kendala geologis, dimana jembatan selat sunda akan 
melewati zona gempa yang sangat labil. Sedangkan Selat Malaka lebih aman dari 
gempa dan lebih pendek jarak tempuhnya.
Kalo Jembatan selat malaka selesai, plus fly over kelok 9 juga selesai...hmmm, 
SUMBAR bisa kecipratan maju ga ya??

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Sun, 12/20/09, Nofiardi <[email protected]> wrote:

From: Nofiardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Gubernur se-Sumatera Bahas Jembatan Selat Sunda
To: "RantauNet" <[email protected]>
Date: Sunday, December 20, 2009, 10:29 PM




 
 







Gubernur
se-Sumatera Bahas Jembatan Selat Sunda 

08:33 | Saturday, 19 December 2009  

 

PEKANBARU-
Pembangunan jembatan Selat Sunda menjadi topik penting dalam rapat koordinasi
(rakor) gubernur seluruh Sumatera di Pekanbaru, Riau, 19-21 Desember 2009.
Andil masing-masing kepala daerah di tingkat provinsi, terutama Lampung sebagai
daerah hulu jembatan sepanjang 29 kilometer itu akan dibahas dalam pertemuan. 

Menurut
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Emrizal Pakis,
percepatan pembangunan Jembatan Selat Sunda (penghubung Pulau Jawa dengan Pulau
Sumatera), harus didorong. Karena pada Januari 2010, pemerintah akan
mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan tim pembangunan
jembatan itu. 

Megaproyek
jembatan Selat Sunda diperkirakan sedikitnya membutuhkan biaya Rp100 triliun
hingga Rp117 triliun. Jangka waktu konstruksi diperkirakan 10 tahun.
“Dengan hadirnya jembatan yang menghubungkan kedua pulau yang memiliki
kepadatan penduduk lebih tinggi dibanding tiga pulau besar yang lain di
Indonesia diharapkan bisa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi
warga,” kata Emrizal di Pekanbaru, Jumat (18/12). 

Sebelumnya,
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah akan melibatkan
perusahaan swasta dalam pembiayaan pembangunan jembatan itu, dengan pola public
private partnership. Pembangunan jembatan di Selat Sunda itu, masuk dalam
program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. 

Tak cukup
hanya jembatan Selat Sunda, para gubernur se-Sumatera juga akan membahas jalan
tol trans Sumatera. Pada akhir 90-an, perbahasan jalan tol trans Sumatera
meredup karena terkendala pembiayaan.  

Selain itu, gubernur se-Sumatera juga menjajaki kemungkinan pembangunan
jembatan Sumatera-Malaka. Untuk yang satu ini, sambutan hangat datang dari
pihak negeri jiran. Gubernur Malaka Datuk Seri Mohd Ali Rustam, dijadwalkan
menghadiri rapat koordinasi itu. “Menteri Besar (gubernur) Malaka telah
menyatakan kesediannya untuk hadir langsung dalam rangka perspektif pembangunan
jembatan Sumatera-Malaka,” ujar Emrizal. 

Meski
wacana pembangunan jembatan yang menyeberangi Selat Malaka sepanjang 38 mil
dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis menuju Malaka, Malaysia masih bersifat
mimpi, namun merupakan mimpi yang positif. “Jika terwujud maka dia akan
menjadi mimpi indah,” katanya. 

Pada 2008
saat Najib Tun Razak menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia pernah
menyatakan, usulan pembangunan sebuah jembatan yang melintasi Selat Malaka dan
menghubungkan Malaka dengan Sumatera perlu suatu kajian teliti dan menyeluruh.
“Salah satu yang antara lain perlu dikaji adalah biaya pembangunan
jembatan itu yang diperkirakan menelan biaya 11 miliar dolar AS,”
katanya. 

Dalam
majalah terbitan lokal milik Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Riau
menyebutkan, rencana awal jembatan Sumatera-Malaka sebenarnya telah dimatangkan
Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Malaysia Mahattir Mohammad pada 1995
dalam suatu kesepakatan (MoU). 

Bahkan,
desain jembatan itu sudah rampung dan miniaturnya konon juga telah tersimpan di
Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 

Pada rencana awal pembangunan proyek jembatan itu sepanjang 100 kilometer lebih
mulai dari Kota Dumai, Riau, kemudian menyebrangi Selat Rupat sejauh delapan
kilometer.  

Kemudian
dilanjutkan dengan jalan layang melintasi daratan Pulau Rupat dari Batu Panjang
ke Tanjung Medang. Kemudian dari Tanjung Medang terdapat dua jembatan
masing-masing menuju Port Dickson, Semenanjung Malaysia sejauh 30 mil dan
Melaka 38 mil yang keduanya melintasi Selat Malaka. (bbs/net) 

http://www.hariansumutpos.com/2009/12/gubernur-se-sumatera-bahas-jembatan-selat-sunda.html
 

   



The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.
 



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 

Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image001.gif>>

Kirim email ke